Aditya Zoni, adik Ammar Zoni, mengungkapkan kejutan keluarga setelah Ammar dipindahkan ke Nusakambangan usai menjalani sidang di Jakarta dan divonis tujuh tahun penjara. Perpindahan itu berlangsung secara mendadak, sehingga membuat keluarga khawatir terkait kondisi Ammar di lembaga pemasyarakatan tersebut. Aditya menegaskan doa agar kakaknya kuat dan berharap ada peluang pemindahan kembali ke Jakarta.
Di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (12/5/2026) ia menjelaskan situasi yang terjadi dan menegaskan bahwa keluarga masih berupaya agar Ammar bisa kembali dipindahkan ke Jakarta. Mereka menyatakan kekecewaan dan keprihatinan atas dampak pemindahan mendadak terhadap kondisi mental Ammar. Aditya menegaskan bahwa Ammar adalah pengguna narkoba, bukan pengedar, sehingga rehabilitasi menjadi langkah yang tepat, bukan penahanan semata.
Kondisi Ammar di Nusakambangan
Kesehatan Ammar Aditya menyatakan kekhawatiran serius, terutama terkait kondisi psikis. Keluarga berharap Ammar menerima rehabilitasi. Mereka menilai kondisi mental Ammar perlu pengawasan ketat.
Fasilitas Tahanan Ruang tahanan di Nusakambangan disebut sempit dan minim akses keluar. Ammar mengeluhkan tidur dengan posisi tertekuk serta minimnya sinar matahari. Waktu keluar hanya 10 menit, kunjungan seminggu sekali hingga dua kali.
Kontrol Kesehatan Keluarga khawatir kesehatan Ammar terpengaruh lingkungan sel. Mereka menilai Ammar adalah pengguna, bukan pengedar, sehingga rehabilitasi diperlukan. Aditya berharap pihak berwenang memantau kesehatannya secara berkelanjutan.
Perpindahan Mendadak Pemindahan Ammar ke Nusakambangan dilakukan secara mendadak setelah sidang di Jakarta. Keluarga mengaku terkejut dan khawatir terkait dampak hukum serta kondisi psikologisnya. Mereka berharap proses pemindahan selanjutnya bisa ditinjau ulang demi kesejahteraan Ammar.
Harapan Pindah Harapan Ammar dipindahkan kembali ke Jakarta tetap ada, kata Aditya. Ia menegaskan doa serta upaya keluarga untuk memperjuangkan hak Ammar. Pihak berwenang didesak memberikan informasi terkait peluang pemindahan lebih lanjut.
Hak Akses Keluarga menilai hak kunjungan perlu diperhatikan. Mereka ingin bisa menjenguk langsung untuk memantau kondisi Ammar. Aditya berharap kementerian membuka akses bagi keluarga ke Nusakambangan jika memungkinkan.
Arah Rehabilitasi Aditya menegaskan Ammar tidak seharusnya dipenjarakan tanpa rehabilitasi. Ia menilai rehabilitasi lebih penting bagi Ammar ketimbang pemidanaan semata. Keluarga berharap ada jalur rehabilitasi yang jelas di fasilitas yang tepat.
Prosedur Kunjungan Aditya menyatakan kesiapan mengikuti prosedur kunjungan jika izin diberikan. Ia ingin mengetahui kondisi kakaknya secara langsung melalui saluran resmi. Ia juga memohon kemudahan akses bagi dirinya dan anggota keluarga lainnya.
Dukungan Publik Aditya mengajak doa serta dukungan publik bagi Ammar. Ia percaya dukungan warga dapat meringankan beban mental sang kakak. Dukungan tersebut diharapkan berkontribusi pada penyelesaian kasus ini secara lebih manusiawi.
