100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 04:49 WIB 2
100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

PT Pertamina (Persero) mengumumkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Para peserta terpilih berasal dari 730 UMKM yang mengikuti UMK Academy 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas jejaring bisnis, dan mendorong pelaku UMKM menjadi agregator yang mandiri, global, serta berkelanjutan.

Peserta akan menjalani pembinaan lanjutan bersama mentor untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha. Pertamina menargetkan lahirnya pelaku usaha yang tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memberi dampak bagi lingkungan sekitar. Pengumuman ini mempertegas komitmen perusahaan dalam memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

UMKM Pertapreneur diperkuat

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Pertamina terus memperkuat peran strategis UMKM dalam perekonomian nasional. Menurut dia, UMKM bukan sekadar penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk membangun daya saing bangsa di level global. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Rabu, 12 November 2025.

Baron menegaskan, melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina tidak hanya mencetak pengusaha yang sukses. Perusahaan juga ingin melahirkan pemimpin perubahan yang mampu membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau. Pendekatan ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang terus didorong Pertamina.

Program PAG 2025 diposisikan sebagai wadah pembinaan yang menekankan kolaborasi antarpelaku usaha. Peserta dipilih berdasarkan kesiapan untuk mengembangkan jaringan bisnis yang lebih luas dan berdaya saing. Dengan demikian, UMKM diharapkan naik kelas secara terukur dan berkesinambungan.

Komposisi peserta pag

Dari sisi sektor, peserta PAG 2025 didominasi oleh bidang Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Selanjutnya, Fashion & Wastra menyumbang 31 persen, disusul Craft & Jewellery sebesar 22 persen. Adapun Agribisnis dan Jasa masing-masing mencatat porsi 1 persen.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Wilayah tersebut mencatat 23 persen peserta, diikuti Jawa Barat sebesar 20 persen dan Jawa Tengah sebesar 15 persen. Sebaran ini menunjukkan partisipasi UMKM yang cukup merata dari berbagai daerah.

Keragaman sektor dan wilayah menjadi modal penting bagi program pembinaan lanjutan. Pertamina menilai karakter peserta yang beragam dapat memperkuat pertukaran pengalaman bisnis. Kondisi itu juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antarUMKM binaan.

Pembinaan intensif empat pekan

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapannya dimulai dari desk evaluation, kemudian wawancara, hingga bootcamp dan mentoring intensif. Seluruh proses dirancang untuk memetakan kesiapan usaha sekaligus meningkatkan kualitas bisnis peserta.

Dalam pembinaan itu, peserta akan mempelajari strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Materi tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan UMKM yang ingin memperluas pasar dan memperkuat tata kelola. Dengan bekal itu, peserta diharapkan lebih siap menghadapi persaingan usaha yang dinamis.

Pendampingan mentor menjadi bagian penting dalam memastikan materi pelatihan diterapkan secara praktis. Peserta juga diarahkan untuk membangun usaha yang lebih profesional dan berdampak pada lingkungan sekitarnya. Pendekatan ini menekankan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial.

Target menuju pasar global

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahapan final pitching dan awarding. Kesepuluh pelaku usaha itu akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan. Fase ini diarahkan agar mereka dapat berkembang menjadi agregator mandiri dan siap go global.

Peserta terpilih akan mendapatkan mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, hingga peluang menembus pasar internasional. Kesempatan itu diperkuat dengan akses global market matching dan platform perdagangan seperti Alibaba, Amazon, serta Shopee International. Selain itu, peserta juga akan memperoleh sertifikasi pendukung lainnya.

Pertamina menilai penguatan ekosistem UMKM menjadi langkah penting untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas. Perusahaan juga menargetkan lahirnya transformasi ekonomi produktif di berbagai daerah melalui pelaku usaha yang lebih tangguh. Dengan program ini, UMKM binaan diharapkan mampu tumbuh finansial, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!