100 UMKM Lolos Pertapreneur Aggregator Pertamina 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 03:59 WIB 3
100 UMKM Lolos Pertapreneur Aggregator Pertamina 2025

Pertamina mengumumkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Peserta terpilih berasal dari 730 UMKM yang mengikuti UMK Academy 2025, dan akan menjalani pembinaan lanjutan agar siap menjadi agregator mandiri, global, serta berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memperkuat jejaring bisnis, meningkatkan profesionalisme usaha, dan mendorong dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global. Pertamina juga menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya membangun pemimpin perubahan di sektor ekonomi, sosial, dan hijau.

UMKM Pertamina Masuk Pembinaan

Seleksi PAG 2025 menempatkan 100 UMKM terbaik untuk mengikuti pembinaan lanjutan yang lebih terarah. Baron menjelaskan, peserta dipilih dari 730 pendaftar setelah melalui proses evaluasi atas kesiapan bisnis dan potensi kolaborasi. Tahapan ini menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha yang dinilai mampu berkembang lebih jauh bersama ekosistem Pertamina.

Program Pertapreneur Aggregator menitikberatkan pada UMKM yang mampu bekerja sama dengan pelaku usaha lain. Skema ini mendorong peserta membangun jejaring bisnis yang lebih luas, sekaligus memperkuat daya saing produk. Dengan pendekatan tersebut, Pertamina berharap UMKM tidak berhenti sebagai pelaku usaha kecil, tetapi tumbuh menjadi penggerak rantai nilai yang lebih besar.

Peserta juga dipersiapkan untuk mengelola usaha secara profesional melalui pendampingan dari mentor berpengalaman. Fokus pembinaan mencakup perbaikan tata kelola, penguatan strategi usaha, dan pengukuran dampak sosial maupun lingkungan. Pendekatan ini diharapkan membuat UMKM binaan lebih siap menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Komposisi Peserta Beragam

Peserta PAG 2025 datang dari berbagai sektor usaha dengan dominasi makanan dan minuman. Data Pertamina menunjukkan, bidang Food & Beverage menduduki porsi terbesar sebesar 45 persen. Adapun Fashion & Wastra mencapai 31 persen, Craft & Jewellery 22 persen, sementara Agribisnis dan Jasa masing-masing 1 persen.

SektorPorsi
Food & Beverage45%
Fashion & Wastra31%
Craft & Jewellery22%
Agribisnis1%
Jasa1%

Dari sisi sebaran wilayah, peserta berasal dari delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Wilayah tersebut menyumbang 23 persen peserta, disusul Jawa Barat sebesar 20 persen dan Jawa Tengah 15 persen. Sebaran ini menunjukkan bahwa minat UMKM untuk ikut dalam program peningkatan kapasitas terus meluas di berbagai daerah.

Keragaman sektor dan wilayah menjadi modal penting dalam mendorong kolaborasi lintas daerah. Pertamina menilai komposisi tersebut membuka peluang pertukaran praktik bisnis yang lebih kaya antar pelaku usaha. Dengan basis peserta yang beragam, program ini diharapkan menghasilkan model agregator UMKM yang adaptif di berbagai pasar.

Pelatihan Empat Minggu Intensif

Program pembinaan PAG 2025 berlangsung selama empat minggu secara intensif. Peserta akan melewati tahapan Desk Evaluation, Wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif. Seluruh proses dirancang untuk menilai kesiapan bisnis sekaligus memperkuat kapasitas operasional UMKM.

Materi pelatihan mencakup branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Seluruh topik tersebut dipilih agar peserta memiliki bekal praktis untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha. Pendekatan ini juga diharapkan membuat UMKM lebih siap menghadapi permintaan pasar yang terus berubah.

Pertamina menempatkan mentoring sebagai inti pembinaan, karena pelaku usaha memerlukan pendampingan yang aplikatif. Dengan dukungan mentor, peserta diharapkan mampu merumuskan strategi pertumbuhan yang lebih terukur. Program ini sekaligus menjadi ruang belajar bagi UMKM untuk membangun fondasi usaha yang sehat dan berdaya tahan.

Jalan Menuju Pasar Global

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap Final Pitching dan Awarding. Sepuluh finalis tersebut akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan agar dapat menjadi agregator mandiri. Mereka diproyeksikan siap memperluas jangkauan usaha dan menembus pasar internasional.

Pendampingan lanjutan akan meliputi mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, hingga peluang Global Market Matching. Peserta juga akan diperkenalkan dengan platform perdagangan internasional seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International. Selain itu, dukungan sertifikasi pendukung disiapkan untuk meningkatkan kredibilitas bisnis di pasar luar negeri.

Baron menegaskan bahwa berbagai program UMKM yang dijalankan Pertamina menunjukkan komitmen perusahaan dalam mencetak pelaku usaha berdaya saing global. UMKM binaan diharapkan tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memperkuat rantai pasok dan menciptakan dampak sosial berkelanjutan. Menurut Pertamina, penguatan ekosistem UMKM menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan dan transformasi ekonomi produktif di daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!