Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 15:57 WIB 14
Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, untuk pertama kalinya tampil bersama di Met Gala 2026 yang digelar di New York City, Amerika Serikat, pada Senin malam, 4 Mei 2026. Kehadiran pasangan ini langsung menarik perhatian karena mereka memilih tampil elegan di tengah sorotan besar ajang mode paling bergengsi tersebut.

Zuckerberg mengenakan tuxedo hitam klasik dengan bow tie, sementara Chan hadir dalam gaun merah berlengan panjang dengan kerah tinggi. Keduanya masuk ke Metropolitan Museum of Art secara diam-diam, di saat suasana acara sempat diwarnai aksi protes di area sekitar lokasi.

Busana Met Gala yang Menarik

Zuckerberg tampil dengan setelan tuxedo hitam yang terlihat rapi dan minimalis. Pilihan busana itu memberi kesan formal, namun tetap modern. Bow tie melengkapi tampilan pemilik Meta tersebut dengan sentuhan klasik. Penampilannya dinilai selaras dengan karakter acara yang menonjolkan kemewahan.

Priscilla Chan mencuri perhatian lewat gaun merah yang tampil megah dan dramatis. Detail ruffle dan drapery dari pinggang ke bawah membuat siluetnya tampak anggun. Warna merah kuat memberi kesan berani, sekaligus elegan. Gaun tersebut menjadi salah satu sorotan utama di karpet acara.

Riasan Chan dibuat minimalis agar tidak mengalahkan dominasi busananya. Namun, pulasan lipstik merah terang memberi aksen yang tegas dan serasi. Sentuhan itu memperkuat keseluruhan tampilan yang sudah mencolok. Hasilnya, penampilannya tetap seimbang antara sederhana dan glamor.

Kehadiran keduanya menambah warna pada daftar tamu Met Gala tahun ini. Pasangan tersebut tidak berjalan bersama di red carpet, tetapi tetap menjadi perhatian. Pilihan tampil diam-diam justru menambah kesan eksklusif. Strategi itu membuat publik semakin penasaran dengan momen debut mereka.

Tema Costume Art di Sorotan

Met Gala 2026 mengangkat tema Costume Art yang menelusuri hubungan antara busana dan tubuh sebagai bentuk ekspresi artistik. Tema ini mendorong para tamu menampilkan interpretasi mode yang lebih konseptual. Setiap busana diharapkan tidak hanya indah, tetapi juga memiliki pesan visual. Karena itu, penampilan para undangan menjadi bagian penting dari narasi acara.

Dalam konteks tersebut, busana Zuckerberg dan Chan tampil sesuai dengan karakter formal dan artistik. Tuxedo hitam memberi kesan tegas, sementara gaun merah Chan menghadirkan kontras yang kuat. Kombinasi itu mencerminkan pendekatan berbeda dalam memaknai tema. Keduanya berhasil tampil menonjol tanpa berlebihan.

Met Gala memang dikenal sebagai panggung yang mempertemukan mode, seni, dan selebritas dunia. Setiap tahun, para tamu berlomba menampilkan busana yang mencerminkan tema secara kreatif. Kehadiran tokoh teknologi seperti Zuckerberg menambah dimensi baru dalam perhelatan tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa Met Gala tidak hanya menjadi ajang fashion, tetapi juga ruang ekspresi budaya.

Tahun ini, antusiasme publik terhadap Met Gala semakin tinggi karena sejumlah nama besar dikabarkan hadir. Sorotan tidak hanya tertuju pada busana, tetapi juga pada strategi kehadiran para tamu. Banyak figur publik memilih tampil dengan pendekatan yang terukur dan penuh simbol. Dalam situasi itu, pasangan Zuckerberg dan Chan berhasil mencuri atensi secara efektif.

Jadwal Kehadiran Pasangan

Kehadiran Zuckerberg dan Chan sebelumnya telah diprediksi oleh sejumlah media hiburan. Mengutip laporan Page Six, pasangan ini memang dijadwalkan hadir dalam acara penggalangan dana tersebut. Prediksi itu akhirnya terjawab saat keduanya tiba di lokasi. Kehadiran mereka menjadi salah satu momen yang paling diperbincangkan di malam acara.

Meski menjadi sorotan, pasangan ini tidak tampil bersama di red carpet. Mereka memilih masuk secara tertib ke venue utama di Metropolitan Museum of Art. Langkah tersebut memberi kesan tenang di tengah ramainya perhatian publik. Pilihan itu juga menunjukkan pendekatan yang lebih privat terhadap acara besar.

Di sekitar lokasi, suasana sempat memanas akibat aksi protes yang menargetkan Jeff Bezos. Peristiwa tersebut membuat pengamanan acara menjadi perhatian tersendiri. Namun, penyelenggaraan Met Gala tetap berlangsung sesuai jadwal. Para tamu pun dapat melanjutkan agenda malam itu dengan lancar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Met Gala bukan hanya soal kemewahan busana. Acara ini juga sering bersinggungan dengan isu publik dan dinamika sosial. Kehadiran tokoh besar membuat setiap detail perhelatan menjadi sorotan. Dalam suasana seperti itu, cara masuk dan tampil menjadi bagian dari strategi citra.

Peran Meta di Acara

Perusahaan teknologi Meta, milik Zuckerberg, disebut termasuk salah satu pembeli meja pada Met Gala tahun ini. Langkah itu menegaskan keterlibatan perusahaan dalam ajang yang memiliki pengaruh besar di dunia mode dan budaya populer. Selain Meta, OpenAI dan Snapchat juga tercatat ikut membeli meja. Kehadiran para pemain teknologi ini memperlihatkan pergeseran minat sponsor di acara premium.

Tiket individu Met Gala 2026 dilaporkan mencapai sekitar USD 100.000 atau setara Rp1,6 miliar. Sementara itu, satu meja dibanderol sekitar USD 350.000 atau sekitar Rp5,6 miliar. Nominal tersebut menegaskan posisi Met Gala sebagai acara eksklusif dengan nilai ekonomi yang tinggi. Tidak heran jika kehadiran tamu di sana selalu menjadi berita besar.

Sebagai acara penggalangan dana, Met Gala tetap memiliki nilai sosial di balik gemerlap panggungnya. Dana yang terkumpul mendukung berbagai program yang berkaitan dengan institusi mode dan seni. Karena itu, daftar tamu dan sponsor selalu menjadi bagian penting dari perhatian publik. Keterlibatan perusahaan teknologi menunjukkan jangkauan pengaruh acara yang semakin luas.

Dengan debut Zuckerberg dan Chan, Met Gala 2026 menampilkan perpaduan menarik antara teknologi, mode, dan budaya selebritas. Busana mereka menjadi representasi gaya yang elegan sekaligus strategis. Pada saat yang sama, acara ini kembali membuktikan daya tariknya sebagai panggung global. Dari New York, sorotan mode dunia kembali bergerak ke satu malam penuh simbol dan citra.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!