Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 03:48 WIB 7
Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, untuk pertama kalinya menghadiri Met Gala 2026 di New York City, Amerika Serikat, pada Senin malam, 4 Mei 2026. Kehadiran pasangan ini langsung menjadi sorotan karena mereka tampil dengan gaya yang kontras namun tetap serasi. Zuckerberg memilih tuxedo hitam klasik, sementara Chan mengenakan gaun merah lengan panjang yang dramatis. Momen ini menambah perhatian pada ajang mode bergengsi yang selalu menjadi pusat pembicaraan publik.

Keduanya tidak tampil bersama di karpet merah, tetapi masuk secara diam-diam ke venue di Metropolitan Museum of Art. Kehadiran mereka terjadi di tengah suasana yang sempat diwarnai aksi protes di sekitar lokasi acara. Met Gala tahun ini mengusung tema Costume Art, yang menyoroti hubungan antara busana dan tubuh sebagai bentuk ekspresi artistik. Partisipasi Zuckerberg dan Chan juga telah diprediksi sebelumnya oleh sejumlah media hiburan.

Gaya Formal di Met Gala

Mark Zuckerberg tampil dengan setelan tuxedo hitam yang terlihat rapi dan modern. Potongan busana tersebut memberi kesan sleek tanpa banyak aksesori yang mencolok. Dasi kupu-kupu menjadi pelengkap yang menguatkan nuansa formal pada penampilannya. Pilihan itu menunjukkan pendekatan sederhana, tetapi tetap sesuai dengan standar busana malam bergengsi.

Priscilla Chan hadir dengan gaun merah berlengan panjang dan berkerah tinggi. Siluet gaun tersebut tampak megah berkat aksen ruffle dan drapery dari bagian pinggang ke bawah. Warna merah yang dipilih memberi kesan kuat dan elegan di tengah dominasi busana gelap para tamu. Penampilannya menjadi salah satu yang paling menonjol dalam deretan undangan malam itu.

Chan, yang kini berusia 41 tahun, memilih riasan wajah yang minimalis. Fokus utama tertuju pada lipstik merah terang yang senada dengan warna gaunnya. Sentuhan itu membuat tampilannya terlihat tegas, namun tetap anggun. Kombinasi busana dan riasan tersebut memperkuat karakter elegan yang ingin ditampilkan.

Keduanya tidak menunjukkan diri bersama saat melintasi karpet merah. Meski demikian, kehadiran mereka tetap menyedot perhatian para tamu dan media. Pilihan untuk masuk secara lebih tertutup juga membuat penampilan mereka terasa berbeda dari tamu lain. Situasi itu mempertegas bahwa pasangan ini hadir dengan pendekatan yang lebih tenang di tengah gemerlap acara.

Acara dan Tema Busana

Met Gala tahun ini mengusung tema Costume Art yang menafsirkan busana sebagai bentuk seni tubuh. Tema tersebut memberi ruang bagi para tamu untuk mengekspresikan identitas melalui rancangan pakaian. Setiap penampilan diharapkan tidak hanya mewah, tetapi juga memiliki gagasan artistik yang kuat. Karena itu, pilihan busana para undangan kerap menjadi bahan analisis publik dan media mode.

Ajang ini kembali menegaskan posisinya sebagai pertemuan antara mode, seni, dan budaya populer. Para undangan umumnya hadir dengan konsep busana yang dirancang khusus untuk malam tersebut. Hal ini membuat Met Gala berbeda dari perhelatan karpet merah lainnya. Dalam konteks itu, kehadiran Zuckerberg dan Chan menarik karena membawa citra yang lebih minimalis.

Meski tidak tampil mencolok dengan desain avant-garde, pasangan ini tetap selaras dengan nuansa formal acara. Tuxedo klasik dan gaun merah elegan menjadi pilihan yang aman, tetapi efektif. Keduanya menunjukkan bahwa kesan mewah tidak selalu harus hadir melalui detail yang rumit. Dalam beberapa kasus, kesederhanaan justru menghasilkan daya tarik tersendiri.

Respons publik terhadap penampilan mereka pun cenderung positif karena dinilai pas dengan format acara. Keduanya dianggap berhasil menjaga keseimbangan antara formalitas dan karakter personal. Dalam dunia fashion selebritas, kehadiran seperti ini sering kali menjadi pembanding bagi busana yang lebih ekstrem. Met Gala kembali membuktikan bahwa tiap tamu membawa interpretasi berbeda atas tema yang sama.

Perhatian pada Kehadiran Tertutup

Kehadiran Zuckerberg dan Chan sejak awal sudah diperkirakan oleh sejumlah laporan hiburan. Page Six menyebut pasangan ini memang dijadwalkan hadir dalam acara penggalangan dana tersebut. Prediksi itu akhirnya terbukti ketika keduanya muncul di lokasi pada malam acara. Walau datang tanpa sorotan berlebihan, kehadiran mereka tetap menjadi salah satu cerita utama.

Langkah masuk secara diam-diam menjadi pilihan yang menarik perhatian. Strategi ini membuat pasangan tersebut tidak terlalu menonjol di tengah kerumunan tamu lain. Namun, justru sikap itu menambah rasa penasaran publik terhadap penampilan mereka. Dalam acara sebesar Met Gala, pendekatan semacam ini jarang luput dari sorotan media.

Di sisi lain, suasana sekitar acara sempat dipengaruhi oleh aksi protes yang menargetkan Jeff Bezos. Kondisi tersebut membuat pengamanan dan arus kedatangan tamu menjadi perhatian tersendiri. Walaupun demikian, penyelenggaraan acara tetap berlangsung sesuai agenda. Kehadiran para tokoh teknologi pun tetap menjadi bagian dari rangkaian malam itu.

Met Gala tahun ini kembali menunjukkan daya tariknya sebagai panggung besar lintas industri. Bukan hanya dunia mode yang menjadi pusat perhatian, melainkan juga figur-figur teknologi dan bisnis. Zuckerberg dan Chan menambah daftar tamu yang memperkuat pengaruh acara ini di ruang publik. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Met Gala tetap menjadi ajang yang melampaui batas fashion semata.

Peran Meta di Ajang Amal

Perusahaan teknologi Meta, milik Mark Zuckerberg, termasuk dalam daftar pihak yang membeli meja pada Met Gala tahun ini. Selain Meta, OpenAI dan Snapchat juga tercatat sebagai pembeli meja dalam acara tersebut. Kehadiran perusahaan teknologi di ajang ini menunjukkan kedekatan antara industri digital dan dunia seni. Hubungan itu semakin menegaskan posisi Met Gala sebagai ajang yang melibatkan banyak sektor.

Harga tiket individu Met Gala disebut mencapai sekitar USD 100.000 atau setara Rp 1,6 miliar. Sementara itu, satu meja dibanderol sekitar USD 350.000 atau sekitar Rp 5,6 miliar. Angka tersebut menegaskan bahwa acara ini memang dirancang sebagai penggalangan dana kelas premium. Nilai tinggi itu juga mencerminkan eksklusivitas yang melekat pada Met Gala setiap tahun.

Di tengah biaya fantastis tersebut, partisipasi perusahaan besar menjadi bagian penting dari penyelenggaraan. Dukungan finansial membantu menjaga keberlangsungan acara sekaligus memperkuat citranya sebagai forum budaya bergengsi. Kehadiran tokoh-tokoh teknologi menambah lapisan baru dalam narasi acara. Met Gala tidak lagi hanya dibicarakan karena busananya, tetapi juga karena jejaring pengaruh di baliknya.

Jeff Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez, didapuk sebagai sponsor utama sekaligus honorary co-chairs pada Met Gala tahun ini. Penunjukan itu memperlihatkan kuatnya keterlibatan para figur bisnis dalam acara mode paling terkenal di dunia. Dalam konteks tersebut, kehadiran Zuckerberg dan Chan semakin melengkapi daftar nama besar yang hadir. Met Gala 2026 pun menjadi panggung yang mempertemukan seni, mode, dan kekuatan industri dalam satu malam.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!