Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 23:47 WIB 3
Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, untuk pertama kalinya tampil di Met Gala 2026 yang digelar pada Senin malam, 4 Mei 2026, di New York City, Amerika Serikat. Kehadiran pasangan ini langsung menjadi sorotan karena mereka dikenal jarang tampil di ajang mode paling bergengsi tersebut.

Zuckerberg memilih setelan tuxedo hitam klasik yang terlihat rapi dan modern, sementara Chan tampil mencolok dalam gaun merah berlengan panjang dengan kerah tinggi. Keduanya hadir di tengah suasana acara yang sempat diwarnai aksi protes di sekitar Metropolitan Museum of Art.

Met Gala dan Gaya Pasangan

Tampilan Zuckerberg mengandalkan kesan sederhana namun tetap formal. Tuxedo hitam klasik yang dikenakannya dipadukan dengan bow tie untuk memperkuat nuansa elegan. Gaya tersebut selaras dengan karakter busana pria yang bersih dan tidak berlebihan. Pilihan itu juga membuat pendiri Meta tersebut tampil aman namun tetap menonjol.

Priscilla Chan tampil dengan pendekatan yang berbeda dan lebih dramatis. Gaun merah yang dikenakannya memiliki aksen ruffle dan drapery dari pinggang ke bawah. Detail itu memberi kesan megah tanpa kehilangan garis siluet yang tegas. Warna merah yang dipilihnya turut memperkuat kehadiran visual di karpet merah.

Riasan Chan dibuat minimalis agar fokus tetap berada pada busana. Namun, lipstik merah terang memberi sentuhan bold yang menyatu dengan warna gaun. Kombinasi tersebut menghasilkan tampilan yang seimbang antara sederhana dan berani. Penampilan itu mempertegas citranya sebagai sosok yang cermat dalam memilih gaya.

Met Gala dan Tema Busana

Met Gala tahun ini mengusung tema Costume Art, yang menyoroti hubungan antara busana dan tubuh sebagai medium ekspresi artistik. Tema itu memberi ruang bagi para tamu untuk menampilkan interpretasi personal yang lebih kreatif. Setiap penampilan di ajang ini biasanya dibaca sebagai pernyataan mode sekaligus budaya. Karena itu, pilihan busana para undangan selalu menjadi perhatian besar.

Dalam konteks tema tersebut, tampilan Chan terlihat sesuai karena menonjolkan struktur dan detail kain. Sementara itu, tuxedo Zuckerberg menampilkan pendekatan yang lebih minimalis namun tetap sejalan dengan format formal acara. Perbedaan gaya keduanya justru menciptakan kontras yang menarik. Kontras itu memperkaya dinamika visual di antara deretan tamu lain.

Met Gala tidak hanya menjadi panggung fashion, tetapi juga ruang untuk menunjukkan posisi sosial dan budaya para tamu. Busana yang dipilih sering kali membawa pesan tentang identitas, selera, dan status. Kehadiran pasangan dari dunia teknologi seperti Zuckerberg dan Chan menambah lapisan makna pada acara tersebut. Mereka tidak sekadar hadir sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian dari lanskap pengaruh global.

Met Gala dan Proses Masuk

Berbeda dengan banyak tamu lain, Zuckerberg dan Chan tidak muncul bersama di red carpet. Keduanya memilih masuk secara diam-diam ke venue di Metropolitan Museum of Art. Langkah itu membuat kehadiran mereka baru menjadi perhatian setelah berada di dalam acara. Strategi tersebut menunjukkan pilihan yang lebih tenang di tengah sorotan media.

Masuknya pasangan itu juga terjadi ketika area sekitar acara sempat diramaikan aksi protes. Aksi tersebut menargetkan pendiri Amazon, Jeff Bezos, yang turut menjadi perhatian publik pada malam itu. Situasi di luar venue menambah ketegangan di sekitar penyelenggaraan Met Gala. Meski demikian, jalannya acara tetap berlangsung sesuai agenda.

Kehadiran tanpa kemunculan di karpet merah bukan hal yang lazim untuk ajang sebesar Met Gala. Namun, pilihan itu dapat dibaca sebagai cara pasangan ini menjaga privasi. Di sisi lain, strategi tersebut justru membuat publik semakin penasaran. Sorotan terhadap mereka kemudian bergeser dari red carpet ke dalam ruang acara.

Met Gala dan Sorotan Tamu

Kehadiran Zuckerberg dan Chan sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya oleh publik. Mengutip laporan Page Six, pasangan tersebut memang dijadwalkan hadir dalam acara penggalangan dana itu. Informasi itu membuat penampilan mereka tidak sepenuhnya mengejutkan. Namun, detail busana dan cara kedatangan tetap menjadi bahan pembicaraan.

Met Gala dikenal sebagai ajang amal dengan biaya partisipasi yang sangat tinggi. Harga tiket individu disebut mencapai sekitar USD 100.000 atau setara Rp 1,6 miliar. Sementara itu, satu meja dibanderol sekitar USD 350.000 atau sekitar Rp 5,6 miliar. Angka tersebut menegaskan eksklusivitas acara yang hanya bisa diikuti kalangan tertentu.

Meta, perusahaan teknologi milik Zuckerberg, termasuk di antara pihak yang membeli meja tahun ini. Nama lain yang juga tercatat hadir dalam dukungan serupa adalah OpenAI dan Snapchat. Di sisi lain, Jeff Bezos dan Lauren Sanchez didapuk sebagai sponsor utama sekaligus honorary co-chairs Met Gala tahun ini. Kombinasi tokoh teknologi dan dunia mode membuat acara tersebut kembali menjadi pusat perhatian global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!