XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi BRH 02 Juni 2026 00:55 WIB 2
XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan siap agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemerataan layanan 5G di Indonesia, terutama di tengah kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan kedua spektrum tersebut dinilai strategis untuk pengembangan jaringan generasi kelima. Ia berharap proses lelang dapat berjalan lancar, sederhana, dan lebih cepat agar implementasi 5G segera dirasakan masyarakat luas.

XLSmart incar frekuensi strategis

XLSmart menempatkan lelang frekuensi sebagai agenda penting dalam penguatan jaringan perusahaan. Menurut Merza, spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki peran besar dalam ekspansi layanan 5G. Perusahaan ingin memperoleh keduanya agar pengembangan jaringan dapat berlangsung lebih merata. Target itu sejalan dengan ambisi memperluas jangkauan layanan di berbagai wilayah Indonesia.

Merza menyebut pemerintah telah mengumumkan rencana lelang dua pita frekuensi tersebut. Ia menilai proses itu perlu berlangsung sesuai jadwal agar tidak menghambat pengembangan industri telekomunikasi. Dalam pandangannya, kepastian regulasi akan membantu operator menyiapkan investasi jaringan. Karena itu, XLSmart mendorong agar tahapan lelang berjalan tanpa hambatan berarti.

Ia juga menilai peserta lelang sudah sangat dikenal oleh pemerintah. Menurutnya, hal itu dapat membuat proses administrasi menjadi lebih sederhana dibandingkan lelang sebelumnya. XLSmart berharap tidak ada banyak langkah tambahan yang justru memperlambat proses. Dengan demikian, hasil lelang bisa segera ditindaklanjuti ke tahap pembangunan jaringan.

Fokus utama perusahaan adalah memastikan akses 5G dapat dinikmati lebih luas pada tahun ini. Spektrum yang dilelang dianggap sebagai kunci untuk mempercepat pemerataan jaringan nasional. Selain mendukung kapasitas, frekuensi tersebut juga dinilai penting untuk memperbaiki kualitas layanan data. Bagi XLSmart, keduanya merupakan aset strategis untuk memperkuat posisi di pasar.

Peran 700 MHz dan 2,6 GHz

Frekuensi 700 MHz dikenal memiliki jangkauan sinyal yang lebih luas. Pita ini juga lebih baik dalam menembus bangunan dan area padat. Karena karakteristik tersebut, frekuensi ini ideal untuk wilayah suburban dan pedesaan. Pemerataan jaringan dapat lebih cepat tercapai jika spektrum ini dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu, pita 2,6 GHz memiliki kapasitas besar untuk trafik data tinggi. Spektrum ini dinilai cocok untuk kawasan perkotaan dengan kebutuhan koneksi yang padat. Pengguna di kota besar memerlukan kecepatan dan stabilitas yang lebih tinggi. Kombinasi kedua pita frekuensi itu diyakini bisa memperkuat kualitas jaringan nasional.

Merza menegaskan kebutuhan spektrum yang tepat sangat penting dalam pengembangan 5G. Tanpa dukungan frekuensi yang memadai, perluasan layanan akan berjalan lebih lambat. Operator juga akan menghadapi keterbatasan dalam mengelola lonjakan trafik data. Karena itu, lelang ini dianggap sebagai momentum penting bagi industri.

XLSmart memandang pemerataan jaringan bukan hanya soal kecepatan internet. Akses yang lebih baik juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital di berbagai daerah. Dengan infrastruktur yang kuat, layanan digital dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Hal itu menjadi salah satu alasan perusahaan sangat serius mengejar frekuensi strategis ini.

Kerugian dinilai sementara

Di sisi keuangan, Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara. Kerugian itu terutama dipicu oleh biaya integrasi jaringan pascamerger. Selain itu, ada pula beban percepatan depresiasi perangkat lama.

Antony menjelaskan biaya integrasi muncul karena proses penyatuan jaringan setelah merger dengan Smartfren. Perusahaan juga mempercepat depresiasi terhadap perangkat jaringan lama milik XL yang sudah tidak digunakan. Langkah tersebut dilakukan agar pencatatan aset lebih sesuai dengan kondisi operasional terbaru. Menurutnya, dampak finansial itu bersifat one time.

Ia menambahkan bahwa biaya tersebut tidak mencerminkan kondisi bisnis jangka panjang. Proses integrasi memang membutuhkan pengeluaran awal yang cukup besar. Namun, setelah tahapan itu selesai, struktur jaringan diharapkan menjadi lebih efisien. Efisiensi tersebut berpotensi memperkuat kinerja perusahaan ke depan.

Meski masih mencatat kerugian, XLSmart tetap optimistis menghadapi lelang frekuensi. Antony menegaskan perusahaan akan tetap ikut serta dalam proses tersebut. Sumber pendanaan akan berasal dari kas operasional perusahaan. Sikap itu menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang.

Strategi ekspansi jaringan berlanjut

Keikutsertaan dalam lelang frekuensi menjadi bagian dari strategi ekspansi jaringan XLSmart. Perusahaan ingin memastikan infrastrukturnya siap mendukung pertumbuhan pengguna layanan digital. Dalam industri telekomunikasi, penguasaan spektrum menjadi faktor penentu daya saing. Karena itu, langkah agresif dinilai relevan dengan arah bisnis perusahaan.

XLSmart juga melihat peluang besar dari peningkatan kebutuhan data masyarakat. Aktivitas digital yang terus tumbuh membuat operator harus menyiapkan kapasitas jaringan lebih besar. Tanpa investasi frekuensi yang memadai, kualitas layanan bisa terganggu. Situasi ini membuat lelang spektrum menjadi sangat krusial bagi operator besar.

Di tengah persaingan industri yang ketat, efisiensi dan pemerataan layanan menjadi fokus utama. Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dianggap mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni jangkauan luas dan kapasitas tinggi. Kedua aspek itu dibutuhkan untuk memperkuat pengalaman pengguna. Dengan fondasi tersebut, XLSmart menargetkan layanan yang lebih stabil dan merata.

Perusahaan pun berharap pemerintah dapat menjaga proses lelang tetap transparan dan tepat waktu. Kepastian regulasi diyakini akan mendorong investasi jaringan berjalan lebih efektif. Jika semua berjalan sesuai rencana, pemerataan 5G bisa dipercepat secara nasional. XLSmart menilai momentum ini penting untuk mengakselerasi transformasi digital Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!