XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi Moh. Royhan Nahado 23 Mei 2026 15:02 WIB 13
XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini diambil untuk mempercepat perluasan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia, di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menilai kedua spektrum tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Perusahaan juga berharap proses lelang dapat berjalan lancar, sederhana, dan cepat agar implementasi 5G segera dirasakan masyarakat.

Lelang Frekuensi 5G

Merza Fachys mengatakan XLSmart tertarik memperoleh kedua pita frekuensi yang dilelang pemerintah. Menurut dia, spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki peran penting untuk penguatan jaringan 5G. Perusahaan menilai pelelangan ini menjadi momentum penting bagi industri telekomunikasi nasional. Karena itu, XLSmart menyiapkan diri untuk mengikuti proses tersebut secara aktif.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mengumumkan rencana lelang frekuensi itu sebelumnya. XLSmart berharap jadwal pelaksanaannya dapat berjalan sesuai rencana. Manajemen juga ingin proses administrasi dibuat lebih ringkas dibanding lelang sebelumnya. Dengan demikian, operator dapat segera melangkah ke tahap implementasi jaringan.

Merza menambahkan bahwa peserta lelang merupakan tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Kondisi itu, menurut dia, seharusnya memudahkan proses seleksi. XLSmart menilai tidak perlu ada banyak penyesuaian yang berbeda dari mekanisme sebelumnya. Harapannya, lelang dapat selesai tanpa hambatan berarti.

Strategi Spektrum XLSmart

XLSmart menilai frekuensi 700 MHz memiliki karakteristik ideal untuk memperluas jangkauan sinyal. Pita ini dinilai efektif menjangkau wilayah suburban dan pedesaan. Daya tembusnya juga lebih baik untuk mendukung pemerataan layanan. Karena itu, frekuensi ini dianggap penting untuk agenda digitalisasi nasional.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dinilai mampu menyediakan kapasitas besar bagi trafik data yang tinggi. Frekuensi tersebut lebih cocok untuk kawasan perkotaan dengan kebutuhan internet yang padat. Kombinasi keduanya diyakini bisa memperkuat kualitas layanan secara menyeluruh. XLSmart melihat keduanya saling melengkapi dalam pengembangan 5G.

Merza menegaskan bahwa percepatan lelang akan membantu masyarakat menikmati 5G lebih cepat pada tahun ini. Ia menilai ketersediaan spektrum baru menjadi kunci pemerataan jaringan. Tanpa tambahan frekuensi, pengembangan layanan akan berjalan lebih lambat. Oleh sebab itu, perusahaan menaruh perhatian besar pada hasil lelang tersebut.

Kerugian Bersifat Sementara

Di sisi keuangan, Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menilai kondisi itu tidak mencerminkan masalah fundamental bisnis. Kerugian tersebut bersifat sementara karena dipengaruhi biaya integrasi jaringan. Selain itu, ada beban percepatan depresiasi perangkat lama.

Antony menjelaskan bahwa biaya integrasi muncul setelah proses merger dengan Smartfren. Pada saat yang sama, sejumlah perangkat jaringan lama milik XL dipercepat penyusutannya karena sudah tidak digunakan. Langkah ini membuat beban keuangan pada periode tertentu terlihat lebih besar. Meski begitu, manajemen menilai dampaknya hanya berlangsung sementara.

Ia menyebut beban tersebut sebagai one time karena tidak terjadi secara berulang. Menurut dia, kondisi ini merupakan konsekuensi dari penyesuaian pascamerger. Perusahaan tetap fokus pada konsolidasi operasional agar jaringan lebih efisien. Dengan struktur yang lebih rapi, XLSmart berharap kinerja ke depan membaik.

Optimisme Ekspansi Jaringan

Meski masih mencatat kerugian, XLSmart tetap optimistis mengikuti lelang frekuensi strategis itu. Antony menegaskan bahwa perusahaan tidak akan mundur dari rencana ekspansi jaringan. Pendanaan untuk keikutsertaan lelang akan berasal dari kas operasional. Strategi ini menunjukkan kesiapan perusahaan menjaga pertumbuhan bisnisnya.

Manajemen menilai investasi frekuensi merupakan langkah penting untuk memperkuat daya saing. Akses terhadap spektrum baru akan membantu perusahaan meningkatkan kualitas layanan data. Dengan jaringan yang lebih luas, pelanggan berpotensi menikmati konektivitas yang lebih stabil. Hal itu juga mendukung agenda pemerataan digital di Indonesia.

XLSmart memandang 5G bukan sekadar kebutuhan pasar, tetapi juga infrastruktur masa depan. Karena itu, perusahaan ingin memastikan posisinya tetap kuat dalam persaingan industri telekomunikasi. Jika lelang berjalan sesuai harapan, ekspansi jaringan dapat dilakukan lebih agresif. Pada akhirnya, konsumen menjadi pihak yang paling diuntungkan dari perluasan layanan tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!