XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 5G

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 23:59 WIB 2
XLSmart Siap Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 5G

XLSmart memastikan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah ini diambil untuk memperluas cakupan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menilai kedua spektrum tersebut strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Perusahaan berharap proses lelang dapat berlangsung lancar agar implementasi 5G bisa segera dirasakan masyarakat tahun ini.

Lelang frekuensi jadi fokus XLSmart

Merza menegaskan XLSmart tertarik untuk memperoleh kedua spektrum yang dilelang Komdigi. Menurut dia, frekuensi tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat jaringan dan meningkatkan kualitas layanan digital.

Ia mengatakan perusahaan ingin proses lelang berjalan sesuai rencana. Harapan itu muncul karena spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dinilai sangat penting untuk mendukung ekspansi jaringan 5G.

Dalam pandangan XLSmart, kehadiran dua pita frekuensi itu akan mempercepat pemerataan konektivitas nasional. Hal ini dianggap sejalan dengan kebutuhan pasar yang terus meningkat terhadap layanan data berkecepatan tinggi.

Spektrum dinilai sangat strategis

Frekuensi 700 MHz dikenal memiliki jangkauan yang luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik. Karakteristik tersebut membuatnya ideal untuk memperluas layanan hingga ke wilayah suburban dan pedesaan.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dinilai mampu menampung trafik data yang besar. Frekuensi ini lebih cocok untuk kawasan perkotaan dengan kebutuhan kapasitas jaringan yang tinggi.

Kombinasi keduanya dipandang sebagai kunci percepatan pemerataan 5G di Indonesia. XLSmart menilai dukungan spektrum yang tepat akan membantu perusahaan menghadirkan layanan yang lebih stabil dan merata.

Proses lelang diharapkan sederhana

Merza berharap mekanisme lelang dapat berlangsung lebih sederhana dan cepat. Ia menilai peserta lelang hanya terdiri dari tiga operator besar yang sudah dikenal pemerintah.

Menurut dia, kondisi itu seharusnya membuat proses administrasi tidak perlu terlalu rumit. XLSmart ingin lelang dapat diselesaikan tanpa banyak tahapan yang berbeda dari proses sebelumnya.

Percepatan lelang dinilai penting agar masyarakat segera menikmati manfaat jaringan 5G. XLSmart melihat momentum tahun ini sebagai waktu yang tepat untuk memperluas implementasi layanan tersebut.

Kerugian dinilai sementara

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara karena dipengaruhi biaya integrasi jaringan pasca merger.

Antony menjelaskan kerugian juga berasal dari percepatan depresiasi perangkat lama. Langkah itu dilakukan terhadap sejumlah aset jaringan XL sebelum merger dengan Smartfren yang kini tidak lagi digunakan.

Meski demikian, perusahaan tetap optimistis mengikuti lelang frekuensi strategis tersebut. Antony menyebut pendanaan akan berasal dari kas operasional perusahaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!