XLSmart Siap Agresif Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 02:38 WIB 2
XLSmart Siap Agresif Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Digital, atau Komdigi. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat perluasan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia. Perusahaan menilai kedua pita frekuensi tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perseroan tetap menyiapkan langkah tersebut sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan perusahaan ingin menguasai kedua spektrum itu karena perannya sangat penting. Ia menyampaikan harapan agar proses lelang dapat berjalan lancar sesuai rencana pemerintah. Pernyataan itu disampaikan di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Menurut Merza, percepatan proses menjadi penting agar implementasi 5G bisa segera dirasakan masyarakat.

Frekuensi untuk perluasan 5G

Frekuensi 700 MHz dikenal memiliki kemampuan cakupan yang luas, sehingga cocok untuk memperluas jangkauan jaringan. Karakteristik ini membuat sinyal lebih mudah menjangkau wilayah suburban dan pedesaan. Dengan penetrasi yang lebih baik, operator dapat menghadirkan layanan yang lebih merata. Kondisi tersebut dinilai penting untuk mendukung pemerataan akses digital nasional.

Sementara itu, pita 2,6 GHz unggul dalam menyediakan kapasitas besar bagi trafik data yang tinggi. Pita ini lebih sesuai untuk kawasan perkotaan dengan kebutuhan koneksi yang padat. Kombinasi keduanya dinilai saling melengkapi untuk kebutuhan jaringan modern. Karena itu, XLSmart melihat keduanya sebagai aset strategis dalam pengembangan 5G.

Merza menilai penguasaan dua spektrum tersebut akan memperkuat posisi perusahaan dalam membangun jaringan masa depan. Ia menekankan bahwa 5G tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga pemerataan layanan. Dengan spektrum yang tepat, kualitas koneksi dapat ditingkatkan secara bertahap. Hal itu diharapkan dapat memperluas manfaat teknologi digital bagi masyarakat.

Strategi lelang XLSmart

XLSmart berharap lelang spektrum dapat berlangsung lebih sederhana dan lebih cepat. Harapan itu muncul karena peserta lelang merupakan tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Menurut Merza, tidak perlu ada banyak proses yang berbeda seperti pada lelang sebelumnya. Penyederhanaan dinilai akan membantu mempercepat implementasi kebijakan.

Ia menilai proses yang efisien akan menguntungkan semua pihak yang terlibat. Pemerintah dapat mempercepat agenda pemerataan jaringan, sementara operator bisa segera menyusun rencana investasi. Dalam situasi industri yang kompetitif, kepastian waktu menjadi sangat penting. Semakin cepat proses berjalan, semakin cepat pula manfaatnya terasa di lapangan.

XLSmart juga menegaskan kesiapan untuk mengikuti tahapan lelang sesuai ketentuan yang ditetapkan Komdigi. Perseroan memandang spektrum ini bukan sekadar tambahan aset, melainkan fondasi bagi pertumbuhan layanan digital. Karena itu, perusahaan ingin memastikan seluruh proses berlangsung sesuai rencana. Sikap tersebut mencerminkan strategi ekspansi yang masih terus dijaga meski kondisi ekonomi menantang.

Dampak pita 700 MHz

Pita 700 MHz dipandang sebagai salah satu kunci utama untuk mempercepat pemerataan jaringan 5G nasional. Karakteristik frekuensi rendah membuat sinyal dapat menjangkau area yang lebih luas. Hal ini penting untuk daerah dengan sebaran penduduk yang tidak padat. Dengan begitu, konektivitas di wilayah yang selama ini kurang terlayani dapat ditingkatkan.

Selain cakupan, spektrum ini juga dinilai efisien untuk memperkuat kualitas layanan di banyak wilayah. Operator dapat menggunakannya untuk menambah jangkauan tanpa harus membangun terlalu banyak infrastruktur baru. Efisiensi tersebut menjadi nilai tambah di tengah kebutuhan investasi yang besar. Karena itu, 700 MHz dianggap sangat relevan bagi ekspansi 5G di Indonesia.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan mendapat manfaat berupa koneksi yang lebih stabil dan luas. Pemerataan jaringan dapat mendukung aktivitas ekonomi digital, pendidikan, dan layanan publik. Jika implementasi berjalan cepat, akses teknologi akan semakin terbuka. Kondisi ini dapat mendorong pertumbuhan ekosistem digital secara berkelanjutan.

Kerugian dan pendanaan

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara. Kerugian tersebut terutama dipicu biaya integrasi jaringan pascamerger. Selain itu, ada pula beban percepatan depresiasi perangkat lama.

Antony menjelaskan bahwa percepatan depresiasi dilakukan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat tersebut kini sudah tidak lagi digunakan dalam operasional perusahaan. Ia menyebut beban itu sebagai one time cost yang tidak mencerminkan kondisi bisnis jangka panjang. Dengan demikian, tekanan keuangan yang muncul dinilai masih dalam tahap penyesuaian.

Meski masih mencatat kerugian, XLSmart tetap optimistis untuk mengikuti lelang frekuensi strategis tersebut. Antony mengatakan pendanaan akan berasal dari kas operasional perusahaan. Sikap itu menunjukkan perseroan tetap menjaga disiplin keuangan sambil menyiapkan ekspansi. Dengan langkah tersebut, XLSmart berupaya memperkuat fondasi bisnis dan mempercepat pengembangan jaringan 5G.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!