XLSmart Percepat Integrasi Jaringan Pascamerger

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 03:08 WIB 6
XLSmart Percepat Integrasi Jaringan Pascamerger

XLSmart mempercepat integrasi jaringan pascamerger antara XL Axiata dan Smartfren, dengan capaian sekitar 70 persen site jaringan yang telah terhubung hingga akhir 2025. Progres ini disampaikan manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Presiden Direktur dan CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menyebut integrasi jaringan menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Perusahaan menilai percepatan tersebut juga mulai mendorong efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.

Integrasi Jaringan XLSmart Makin Cepat

Manajemen menyatakan integrasi jaringan berjalan lebih cepat dari ekspektasi awal. Hingga akhir 2025, sekitar 70 persen site jaringan telah berhasil disatukan dalam sistem operasional perusahaan.

Rajeev Sethi menegaskan dukungan pemegang saham melalui RUPST menjadi dorongan penting bagi perseroan. Ia mengatakan perusahaan ingin terus menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pelanggan di tengah proses penggabungan bisnis.

Integrasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas jaringan di berbagai wilayah layanan. Langkah ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas konektivitas saat kebutuhan data pelanggan terus meningkat.

Selain itu, percepatan integrasi membuat perusahaan lebih leluasa melakukan penataan infrastruktur. Dengan demikian, pemanfaatan aset jaringan dapat berlangsung lebih optimal dan efisien.

Sinergi Pascamerger Capai Ratusan Juta

Sepanjang kuartal II hingga kuartal IV 2025, XLSmart mencatat sinergi sebesar USD 252 juta. Capaian ini menjadi salah satu indikator awal keberhasilan proses konsolidasi pascamerger.

Manajemen menilai sinergi tersebut mulai terasa pada efisiensi operasional perusahaan. Dampaknya juga terlihat pada optimalisasi jaringan dan peningkatan kualitas layanan digital pelanggan.

Perusahaan melihat hasil sinergi sebagai bukti bahwa proses merger tidak hanya bersifat administratif. Lebih dari itu, penggabungan dua entitas mulai menghasilkan manfaat bisnis yang nyata.

XLSmart juga terus menekan biaya operasional melalui pengaturan sumber daya yang lebih terstruktur. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga ruang pertumbuhan di tengah persaingan industri telekomunikasi yang ketat.

Ekspansi 5G Menjangkau Kota Baru

Seiring integrasi berjalan, XLSmart juga agresif memperluas layanan 5G di berbagai kota Indonesia. Saat ini, jaringan generasi kelima tersebut telah tersedia di 43 kota.

Perusahaan menargetkan cakupan 5G dapat menjangkau 88 kota hingga akhir tahun. Target ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pengalaman pelanggan pada layanan data berkecepatan tinggi.

Ekspansi 5G dinilai penting untuk mendukung kebutuhan pengguna yang semakin bergantung pada konektivitas digital. Dengan jaringan yang lebih luas, perusahaan berharap dapat meningkatkan daya saing di pasar telekomunikasi nasional.

XLSmart juga menempatkan perluasan 5G sebagai bagian dari transformasi jangka panjang. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang layanan digital yang lebih inovatif di masa mendatang.

Kinerja XLSmart Tumbuh Solid

Dari sisi bisnis, transformasi pascamerger turut mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan sepanjang 2025. XLSmart membukukan pendapatan Rp42,49 triliun, naik 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp20,14 triliun, atau tumbuh 13 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi melonjak 63 persen menjadi Rp3 triliun.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi bisnis memberi kontribusi positif terhadap fundamental perusahaan. Manajemen menilai kinerja yang membaik menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

XLSmart kini melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia sebagai entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren Telecom. Dengan basis pelanggan yang besar, perusahaan menargetkan peningkatan layanan sekaligus penguatan posisi bisnis di industri telekomunikasi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!