Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures, Ini Penjelasan Keluarga

Lifestyle Anindya Kirana Putri 26 Mei 2026 07:16 WIB 2
Ratu Sofya Disomasi HAS Pictures, Ini Penjelasan Keluarga

Perseteruan antara aktris Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures mencuat ke publik setelah sang aktris menolak terlibat dalam promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik ini kian ramai setelah pernyataannya dalam sebuah podcast viral, terutama saat ia menyinggung ketidaknyamanan menjalani adegan intim. Pihak rumah produksi pun angkat bicara untuk menjelaskan duduk perkara. Kasus ini menyeret pula penjelasan dari ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura.

HAS Pictures, yang dimiliki Haldy Sabri dan Irish Bella, menyebut sejak awal sudah memberi penjelasan detail kepada Ratu Sofya dan keluarganya. Perwakilan produksi bahkan mengatakan body double telah disiapkan demi kenyamanan pemain. Namun, persoalan muncul saat memasuki masa promosi karena sejumlah konten kolaborasi dan unggahan media sosial tidak mendapat persetujuan. Situasi itu kemudian berkembang menjadi sorotan publik yang luas.

Ratu Sofya dan Polemik Film

Pihak HAS Pictures menyatakan proses pemilihan Ratu Sofya dilakukan dengan pertimbangan matang. Reza Aditya menjelaskan tim produksi sudah membahas adegan dalam film sejak tahap awal. Menurutnya, keluarga Ratu juga sempat diberi sinopsis lengkap sebelum keputusan diambil. Ia menegaskan komunikasi awal berlangsung terbuka dan tidak ada unsur penyesatan.

Reza mengatakan ayah Ratu Sofya sempat keberatan setelah membaca sinopsis film. Keberatan itu, menurut dia, muncul karena ada adegan yang dianggap sensitif. Meski begitu, pihak produksi menjelaskan adegan tersebut hanya akan dibantu body double. Setelah mendapat penjelasan, keluarga disebut mulai mempertimbangkan ulang tawaran itu.

Ibunda Ratu, Intan Masthura, membenarkan bahwa suaminya sempat menolak tawaran tersebut. Ia menjelaskan penolakan itu terjadi karena sang ayah membaca bagian sinopsis yang memuat adegan tertentu. Namun, keluarga kemudian menerima setelah mendapat penjelasan bahwa ada body double. Intan menilai penjelasan itu membuat situasi menjadi lebih jelas dan lebih tenang.

Intan juga menegaskan keputusan menerima proyek itu bukan karena paksaan keluarga. Ia menyebut Ratu justru menilai cerita film tersebut memiliki pesan yang baik. Setelah membaca naskah dan mendengar penjelasan produksi, keluarga merasa proyek ini layak dijalani. Karena itu, mereka akhirnya memberi izin kepada Ratu untuk ikut bermain.

Penjelasan Keluarga Ratu Sofya

Intan Masthura mengatakan sang suami akhirnya menyetujui proyek tersebut setelah mendengar rencana penggunaan body double. Menurut dia, keluarga juga sempat meminta konferensi pers sebelum syuting dimulai. Dalam forum itu, pihak produksi menjelaskan detail adegan kepada wartawan dan keluarga. Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dari proses persetujuan.

Ia menambahkan bahwa keluarga tidak pernah memaksa Ratu untuk mengambil film itu. Intan menilai tudingan adanya paksaan dari keluarga adalah tidak benar. Ia mengaku memiliki bukti dokumentasi dari berbagai kegiatan anaknya, termasuk saat preskon dan syuting. Dokumentasi itu, kata dia, menunjukkan proses yang berjalan secara terbuka.

Menurut Intan, cerita film tersebut justru dianggap memberi pelajaran hidup. Ia mengatakan Ratu sendiri menyampaikan bahwa naskah film itu bagus. Karena itu, keluarga menilai proyek tersebut layak diterima. Bagi mereka, pertimbangan utama adalah nilai cerita, bukan semata besaran honor.

Intan juga menjelaskan bahwa keputusan keluarga didasarkan pada diskusi bersama. Mereka tidak ingin mengambil langkah tergesa-gesa tanpa memahami isi cerita secara utuh. Setelah semua penjelasan diterima, keluarga memilih memberi kepercayaan kepada rumah produksi. Dari sisi keluarga, proses itu berlangsung dengan komunikasi yang cukup terbuka.

Sikap HAS Pictures

Reza Aditya menyebut pihak produksi sangat berhati-hati sejak awal mempersiapkan proyek ini. Ia mengaku telah berdiskusi dengan tim produksi dan sutradara sebelum Ratu Sofya dipilih. Bahkan, casting director disebut mendorong agar Ratu tetap terlibat dalam film tersebut. Menurut Reza, ada keyakinan bahwa keluarga akan memahami kebutuhan cerita.

Co Produser HAS Pictures, Putri, menegaskan adegan dalam film tidak bersifat vulgar. Ia menyebut adegan itu tetap dilakukan dengan batas yang wajar dan tidak menampilkan unsur ekstrem. Putri mengatakan proses reading berlangsung aman tanpa kendala. Saat syuting dan pengambilan foto poster, ia juga mengaku tidak ada masalah berarti.

Putri menambahkan pihak produksi bahkan sempat bertemu kembali untuk proses voice over dan pemotretan. Menurut dia, semua tahapan tersebut berjalan lancar. Karena itu, pihaknya mengaku terkejut saat isu ini kemudian mencuat di ruang publik. Mereka menilai pernyataan yang muncul belakangan bertolak belakang dengan proses sebelumnya.

Reza juga mengaku sempat heran ketika masa promosi film justru menemui hambatan. Ia mengatakan tag kolaborasi di Instagram tidak disetujui, begitu pula unggahan story yang berkaitan dengan promosi. Menurutnya, situasi tersebut memunculkan tanda tanya besar di internal produksi. Dari sana, persoalan berkembang menjadi konflik terbuka antara kedua pihak.

Viralnya Podcast Ratu Sofya

Polemik ini memanas setelah podcast yang menampilkan pengakuan Ratu Sofya viral di media sosial. Dalam tayangan itu, Ratu menyinggung soal beban keluarga dan proyek film yang ia jalani. Ia menyebut harus bermain dalam film dengan adegan yang dianggap tidak pantas demi kebutuhan ekonomi keluarga. Pernyataan itu memicu banyak reaksi dari publik.

Ratu juga mengatakan selama ini hasil kerja syuting tidak sepenuhnya berada di tangannya. Ia menyebut kontrak film ditandatangani oleh orang tua. Dalam pengakuannya, ia merasa harus memikul tanggung jawab besar terhadap keluarga. Ungkapan itu kemudian menjadi bahan perbincangan luas di berbagai platform digital.

Selain itu, Ratu menyinggung bahwa penghasilannya dipakai untuk membantu keluarga besar. Ia menyebut tidak hanya keluarga inti yang dibiayai, tetapi juga pihak lain yang membutuhkan bantuan. Pengakuan ini membuat isu rumah tangga dan pengelolaan pendapatan kembali disorot. Publik pun mempertanyakan sejauh mana tekanan itu memengaruhi keputusan kariernya.

Hingga kini, kasus tersebut masih menyisakan versi cerita dari masing-masing pihak. HAS Pictures menegaskan semua proses sudah dijalankan secara terbuka dan sesuai pembahasan awal. Di sisi lain, keluarga Ratu Sofya merasa ada penjelasan yang belum dipahami publik secara utuh. Polemik ini memperlihatkan pentingnya komunikasi yang jelas antara pemain, keluarga, dan rumah produksi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!