XLSmart mengklaim menjadi operator seluler dengan ketersediaan jaringan 5G terbesar di Indonesia, melampaui sejumlah pesaing seperti Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison. Klaim itu disampaikan seiring perluasan layanan 5G yang disebut telah hadir penuh di 43 kota dan kabupaten.
Operator hasil merger XL Axiata dan Smartfren itu menyatakan cakupan layanannya tidak hanya berada pada titik tertentu, melainkan menyeluruh di wilayah yang telah dijangkau. Strategi tersebut disebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman 5G yang lebih optimal bagi pelanggan di berbagai daerah.
Jaringan 5G XLSmart
Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyampaikan bahwa jaringan 5G perusahaan kini menjadi yang terbesar di Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Merza, keunggulan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah kota yang terjangkau, tetapi juga dari kualitas cakupan layanan. Ia menegaskan bahwa jaringan yang dibangun bersifat menyeluruh di wilayah yang telah masuk dalam jangkauan.
XLSmart menilai pendekatan itu memberi nilai lebih bagi pengguna yang membutuhkan koneksi stabil. Dengan cakupan yang merata, pelanggan diharapkan dapat merasakan layanan 5G secara langsung tanpa ketergantungan pada area terbatas.
Perusahaan juga menekankan bahwa ekspansi jaringan dilakukan secara bertahap namun konsisten. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi XLSmart dalam persaingan layanan data berkecepatan tinggi.
Spektrum Khusus 5G
Merza menjelaskan bahwa XLSmart menggunakan spektrum khusus untuk layanan 5G. Dengan cara itu, kapasitas jaringan tidak dibagi dengan layanan 4G.
Untuk mendukung layanan tersebut, XLSmart memanfaatkan pita frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHz. Alokasi ini disebut memberi ruang yang cukup bagi pengembangan jaringan 5G secara dedicated.
Menurut perusahaan, penggunaan spektrum khusus menjadi pembeda utama dibandingkan operator lain. Langkah ini dinilai dapat membantu menjaga konsistensi pengalaman pengguna saat mengakses layanan 5G.
XLSmart juga menilai pemisahan kapasitas penting agar kualitas layanan tetap optimal. Dengan struktur jaringan tersebut, perusahaan berharap koneksi dapat bekerja lebih efektif pada wilayah yang telah terlayani.
Ekspansi Kota dan Kabupaten
XLSmart mulai meluncurkan layanan 5G pada akhir Januari 2026. Saat itu, jaringan langsung diperluas ke 33 kota dan kabupaten.
Dalam waktu relatif singkat, cakupan tersebut berkembang menjadi 43 kota dan kabupaten. Perluasan ini menunjukkan agresivitas perusahaan dalam mempercepat penetrasi jaringan 5G.
Merza menegaskan bahwa seluruh wilayah yang telah dijangkau diklaim memiliki cakupan penuh. Ia menyebut jaringan tersebut telah selesai dibangun pada 43 kota di Indonesia.
Perusahaan memandang ekspansi ini sebagai langkah untuk memperluas manfaat teknologi 5G ke lebih banyak pelanggan. Dengan begitu, akses terhadap layanan internet berkecepatan tinggi diharapkan semakin merata.
Target 2026 XLSmart
Ke depan, XLSmart menargetkan perluasan jaringan 5G terus berlanjut hingga akhir 2026. Perusahaan membidik cakupan 88 kota dan kabupaten pada periode tersebut.
Target itu menunjukkan ambisi XLSmart dalam memperkuat jaringan di pasar telekomunikasi nasional. Perluasan juga menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menjaga daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan data.
XLSmart berharap layanan yang dibangun dapat menghadirkan pengalaman 5G yang benar-benar dirasakan pengguna. Perusahaan menyebut pendekatan tersebut sebagai bentuk implementasi 5G sejati.
Dengan rencana ekspansi yang berkelanjutan, XLSmart ingin memperkuat posisinya sebagai pemain utama di layanan data generasi kelima. Langkah ini juga diharapkan mendorong pemerataan akses teknologi digital di berbagai daerah.
