XLSmart Agresif Kejar Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi Moh. Royhan Nahado 27 Mei 2026 00:57 WIB 2
XLSmart Agresif Kejar Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menegaskan akan ikut agresif dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi. Langkah ini diambil untuk mempercepat perluasan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia, di tengah persaingan tiga operator besar dan situasi ekonomi global yang belum stabil.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyebut kedua spektrum tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Ia berharap proses lelang dapat berjalan lancar, sederhana, dan cepat agar implementasi 5G bisa segera dirasakan masyarakat luas pada tahun ini.

Spektrum Jaringan Jadi Fokus

Merza Fachys mengatakan perusahaan tertarik untuk memperoleh kedua spektrum yang akan dilelang pemerintah. Menurut dia, 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi jaringan 5G nasional. Karena itu, XLSmart ingin memastikan proses lelang berlangsung sesuai rencana dan tidak mengalami hambatan berarti. Perseroan menilai kebutuhan spektrum tambahan menjadi semakin mendesak seiring meningkatnya trafik data masyarakat.

Ia menekankan bahwa percepatan proses lelang akan membantu operator mempercepat pemerataan layanan digital. Dalam pandangannya, sinyal yang lebih kuat dan kapasitas jaringan yang lebih besar akan menjadi kebutuhan utama ke depan. Hal itu dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong konektivitas yang lebih luas di berbagai wilayah. XLSmart juga melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat posisi di industri telekomunikasi.

Merza menyebut Komdigi sudah mengumumkan rencana lelang frekuensi tersebut kepada publik. Karena peserta lelang adalah tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah, ia berharap prosedurnya bisa dibuat lebih ringkas. Menurut dia, tidak perlu ada banyak tahapan yang berbeda dari lelang sebelumnya. Dengan mekanisme yang efisien, implementasi jaringan baru diyakini bisa berlangsung lebih cepat.

Target Perluasan Layanan Digital

XLSmart menilai spektrum 700 MHz memiliki karakteristik yang ideal untuk memperluas jangkauan sinyal. Frekuensi ini dapat menjangkau wilayah suburban dan pedesaan dengan lebih baik karena memiliki cakupan yang luas. Selain itu, penetrasi jaringannya dinilai lebih kuat dibandingkan pita dengan frekuensi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat 700 MHz penting untuk mendorong pemerataan konektivitas nasional.

Sementara itu, pita 2,6 GHz disebut cocok untuk wilayah perkotaan yang memiliki kebutuhan kapasitas data besar. Spektrum ini dinilai mampu menampung trafik tinggi, terutama di area padat pengguna. Kombinasi dua frekuensi tersebut dipandang saling melengkapi dalam pengembangan 5G. Dengan dukungan keduanya, perusahaan berharap kualitas layanan bisa meningkat secara signifikan.

Merza menegaskan bahwa kehadiran frekuensi baru bukan hanya soal ekspansi bisnis, tetapi juga soal pemerataan akses digital. Ia menilai masyarakat perlu segera menikmati layanan yang lebih cepat dan stabil. Karena itu, keikutsertaan dalam lelang dianggap sebagai langkah strategis untuk jangka panjang. Perseroan percaya pembangunan jaringan yang kuat akan memberi manfaat bagi pelanggan dan ekosistem digital.

Kondisi Keuangan Masih Tertekan

Di sisi lain, Direktur dan Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan dipengaruhi biaya integrasi jaringan setelah merger. Selain itu, perusahaan juga mencatat percepatan depresiasi perangkat lama yang sudah tidak digunakan. Menurutnya, beban itu merupakan konsekuensi dari proses penyesuaian pascagabungan usaha.

Antony menyebut kerugian yang terjadi bukan berasal dari tekanan operasional utama. Biaya integrasi jaringan diperlukan agar sistem milik XL dan Smartfren dapat diselaraskan dengan lebih efektif. Sementara itu, depresiasi dipercepat dilakukan terhadap sejumlah perangkat lama milik XL sebelum merger. Perangkat tersebut kini sudah tidak lagi dipakai dalam operasional jaringan perusahaan.

Meski menghadapi beban tersebut, XLSmart tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan. Antony menegaskan kondisi keuangan sementara tidak akan mengubah rencana perusahaan untuk mengikuti lelang frekuensi strategis. Ia juga memastikan pendanaan akan bersumber dari kas operasional perusahaan. Dengan langkah itu, XLSmart berharap bisa tetap kompetitif dalam ekspansi jaringan 5G.

Langkah Strategis Jaringan

Partisipasi dalam lelang frekuensi dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang XLSmart. Perusahaan ingin memastikan jaringan yang dibangun mampu menjawab kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah. Dalam konteks industri yang makin kompetitif, penguasaan spektrum dinilai sangat menentukan kualitas layanan. Karena itu, spektrum baru menjadi elemen penting dalam rencana pengembangan bisnis perseroan.

XLSmart juga melihat lelang ini sebagai kesempatan untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia. Dengan jaringan yang lebih luas, layanan data dapat ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Perusahaan meyakini pemerataan 5G akan memberi dampak positif bagi produktivitas nasional. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan pasar yang semakin bergantung pada konektivitas stabil.

Merza dan Antony sama-sama menegaskan bahwa perusahaan siap menghadapi proses lelang yang akan berlangsung. Kesiapan teknis dan finansial disebut menjadi modal penting untuk bersaing secara sehat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, fokus pada efisiensi dan perluasan jaringan menjadi pilihan utama. XLSmart pun menargetkan bisa mendapat posisi yang kuat dalam peta telekomunikasi Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!