XLSmart Agresif Ikut Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi BRH 02 Juni 2026 13:49 WIB 4
XLSmart Agresif Ikut Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini diambil untuk memperluas layanan 5G secara lebih merata di Indonesia. Perusahaan menilai kedua pita tersebut strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan perusahaan ingin menguasai dua spektrum itu karena penting bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Ia berharap proses lelang dapat berjalan lancar dan sesuai rencana. Pernyataan itu disampaikan di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Lelang Spektrum untuk 5G

Merza menilai proses lelang sebaiknya berlangsung lebih sederhana dan cepat. Menurut dia, peserta yang terlibat hanya tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Kondisi itu dinilai memudahkan tahapan administrasi dan teknis.

Ia juga menekankan percepatan proses penting agar implementasi 5G bisa segera dirasakan masyarakat. Dengan jadwal yang jelas, operator dapat menyiapkan jaringan dan investasi secara lebih terukur. XLSmart melihat momentum ini sebagai peluang untuk mempercepat pemerataan layanan digital.

Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz disebut menjadi kunci utama pengembangan jaringan nasional. Pemerataan layanan tidak hanya bergantung pada perluasan menara, tetapi juga pada ketersediaan pita frekuensi yang tepat. Karena itu, lelang ini dinilai sangat menentukan arah ekspansi 5G.

Perusahaan menyebut kedua frekuensi tersebut memiliki karakteristik yang saling melengkapi. Pita 700 MHz unggul untuk cakupan luas, sedangkan 2,6 GHz mendukung kapasitas data yang lebih besar. Kombinasi keduanya diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan di berbagai wilayah.

Peran 700 MHz dan 2,6 GHz

Frekuensi 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal hingga ke wilayah suburban dan pedesaan. Karakteristik gelombangnya memungkinkan penetrasi jaringan yang lebih baik di area dengan hambatan geografis. Hal ini membuatnya penting bagi pemerataan akses internet.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dinilai cocok untuk kawasan perkotaan dengan trafik data tinggi. Spektrum ini mampu menyediakan kapasitas besar bagi kebutuhan streaming, gim daring, dan layanan digital lainnya. Dengan demikian, kualitas jaringan dapat tetap stabil saat beban pengguna meningkat.

XLSmart menilai dua pita tersebut dapat membantu operator menjawab kebutuhan pelanggan yang terus bertambah. Ketersediaan frekuensi yang memadai menjadi dasar bagi peningkatan kecepatan dan efisiensi jaringan. Pada akhirnya, manfaatnya diharapkan langsung dirasakan pengguna.

Perusahaan melihat lelang ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi. Investasi di spektrum baru dianggap lebih relevan dibanding hanya mengandalkan jaringan yang sudah ada. Karena itu, partisipasi XLSmart disebut akan dilakukan secara aktif.

Kerugian yang Bersifat Sementara

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara. Kerugian itu terutama dipicu biaya integrasi jaringan pascamerger.

Antony menjelaskan bahwa perusahaan juga menanggung beban percepatan depresiasi perangkat lama. Sejumlah perangkat jaringan milik XL sebelum merger dengan Smartfren sudah tidak lagi digunakan. Langkah itu dilakukan agar struktur aset perusahaan lebih sesuai dengan kebutuhan operasional saat ini.

Menurut Antony, beban tersebut bersifat one time dan tidak mencerminkan kondisi bisnis secara keseluruhan. Ia menilai proses integrasi memang membutuhkan biaya pada tahap awal. Setelah itu, perusahaan diharapkan memperoleh efisiensi yang lebih baik.

Meski masih mencatat rugi, XLSmart tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan. Perusahaan menilai perluasan jaringan dan penguatan spektrum akan mendukung pertumbuhan jangka panjang. Optimisme itu menjadi dasar untuk tetap aktif dalam lelang frekuensi strategis.

Rencana Pendanaan XLSmart

XLSmart memastikan akan tetap mengikuti proses lelang frekuensi yang disiapkan pemerintah. Perusahaan memandang peluang tersebut penting untuk memperkuat posisi di industri telekomunikasi. Karena itu, partisipasi tidak akan ditunda meski kondisi pasar masih menantang.

Antony menyebut pendanaan lelang akan berasal dari kas operasional perusahaan. Skema ini dinilai lebih fleksibel untuk menjaga kelancaran ekspansi bisnis. Dengan begitu, perusahaan dapat tetap bergerak tanpa mengganggu kebutuhan operasional lain.

Manajemen menilai strategi pendanaan internal memberi ruang bagi perusahaan untuk tetap disiplin secara finansial. Di saat yang sama, langkah itu menunjukkan kesiapan untuk bersaing dalam lelang frekuensi strategis. XLSmart berharap proses tersebut dapat berjalan transparan dan efisien.

Jika berhasil memperoleh spektrum baru, perusahaan menargetkan penguatan layanan 5G di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas jaringan, tetapi juga mendukung pemerataan akses digital. Dalam jangka panjang, ekspansi tersebut berpotensi memperkuat daya saing perusahaan di pasar nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!