XLSmart Agresif Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi Moh. Royhan Nahado 24 Mei 2026 23:17 WIB 6
XLSmart Agresif Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan mengikuti secara agresif lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang disiapkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah ini ditempuh untuk memperkuat jaringan dan mempercepat pemerataan layanan 5G di Indonesia.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan kedua spektrum itu dinilai strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan menilai percepatan lelang akan membantu implementasi 5G lebih cepat dirasakan masyarakat.

Fokus Frekuensi 5G

Merza menyebut XLSmart tertarik mendapatkan kedua spektrum tersebut karena masing-masing memiliki fungsi penting bagi penguatan jaringan. Frekuensi 700 MHz dinilai cocok untuk memperluas jangkauan layanan, sementara 2,6 GHz dibutuhkan untuk kapasitas data yang lebih besar.

Menurut dia, 700 MHz memiliki karakteristik cakupan yang luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik. Spektrum ini dianggap efektif untuk menjangkau wilayah suburban dan pedesaan yang selama ini belum sepenuhnya terlayani jaringan cepat.

Adapun pita 2,6 GHz dinilai lebih ideal untuk mendukung trafik data tinggi di kawasan perkotaan. Kombinasi keduanya diyakini dapat mempercepat pemerataan kualitas layanan 5G secara nasional.

Proses Lelang Diharapkan Ringkas

XLSmart berharap proses lelang dapat berlangsung lebih sederhana dan cepat. Menurut Merza, peserta lelang hanya terdiri dari tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah.

Ia menilai kondisi itu seharusnya membuat mekanisme lelang tidak perlu terlalu rumit. Perusahaan berharap tahapan yang dijalankan Komdigi bisa mengikuti rencana agar implementasi jaringan baru tidak tertunda.

Percepatan proses dinilai penting karena masyarakat diharapkan bisa segera menikmati manfaat 5G pada tahun ini. Bagi XLSmart, kepastian jadwal lelang menjadi faktor penting untuk menyusun langkah ekspansi jaringan berikutnya.

Kerugian Dinilai Sementara

Di sisi keuangan, Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara dan tidak mencerminkan tekanan struktural jangka panjang.

Antony menjelaskan kerugian tersebut muncul akibat biaya integrasi jaringan pascamerger. Selain itu, perusahaan juga mencatat percepatan depresiasi terhadap perangkat lama yang sebelumnya digunakan XL sebelum bergabung dengan Smartfren.

Ia menyebut beban itu merupakan efek satu kali atau one time. Meski begitu, perusahaan tetap optimistis karena fundamental bisnis dinilai masih mendukung langkah ekspansi ke depan.

Modal Ekspansi Jaringan

Optimisme XLSmart untuk ikut lelang tidak berubah meski perusahaan masih menanggung biaya integrasi. Antony menyampaikan pendanaan akan berasal dari kas operasional perseroan.

Manajemen menilai partisipasi dalam lelang frekuensi strategis merupakan keputusan penting untuk menjaga daya saing. Dengan tambahan spektrum, perusahaan berharap dapat meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas layanan ke lebih banyak wilayah.

XLSmart melihat lelang 700 MHz dan 2,6 GHz sebagai peluang besar untuk memperkuat posisi di industri telekomunikasi. Jika proses berjalan lancar, spektrum baru itu diharapkan menjadi fondasi percepatan pemerataan 5G di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!