Whitesky Dorong ITS sebagai Motor UAM Indonesia

Teknologi BRH 13 Mei 2026 04:37 WIB 10
Whitesky Dorong ITS sebagai Motor UAM Indonesia

Whitesky Group, melalui pendirinya Denon Prawiraatmadja, mendorong pemanfaatan Intelligent Transport System (ITS) sebagai pendorong utama pengembangan taksi terbang atau Urban Air Mobility (UAM) di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Dalam keterangan tertulis pada Selasa, 12 Mei 2026, ia menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem UAM yang berkelanjutan.

Menurut Denon, Indonesia memiliki kombinasi unik antara kebutuhan mobilitas, pertumbuhan teknologi, dan kondisi geografis yang menjadi keunggulan bagi pengembangan UAM. ITS, lanjutnya, sejalan dengan visi UAM Whitesky Group dan diharapkan menjadi komponen kunci untuk mobilitas terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.

Potensi UAM Indonesia

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekosistem UAM seiring kebutuhan mobilitas dan tantangan urbanisasi. Karakter geografis yang luas dan padat kota membuat UAM dipandang sebagai solusi mobilitas masa depan. ITS diposisikan sebagai motor pengintegrasi berbagai mode transportasi dalam ekosistem yang lebih berkelanjutan.

Pemerintah, sektor swasta, dan komunitas industri perlu bekerja sama untuk membangun infrastruktur ITS yang kompatibel dengan operasional UAM. Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial untuk membangun pasar regional yang matang. Denon menekankan bahwa kesiapan ekosistem menjadi prasyarat untuk adopsi UAM jangka panjang.

Keberhasilan implementasi juga bergantung pada regulasi dan standar keselamatan yang konsisten. Whitesky melihat ITS sebagai enabler utama untuk integrasi data, jaringan, dan operasional antarmoda. Dengan kerangka kerja yang jelas, pasar regional di Asia Tenggara bisa menjadi pionir dalam UAM berkelanjutan.

Tantangan Kolaborasi

Namun, ada tantangan membangun ekosistem terintegrasi dan siap berkembang dalam jangka panjang. Konektivitas antarmoda, infrastruktur pendukung, serta pembiayaan menjadi hambatan utama yang perlu diselesaikan. Denon menekankan bahwa suksesnya UAM bergantung pada perencanaan jangka panjang dan sinkronisasi kebijakan.

Aspek finansial, regulasi, dan standar keselamatan menjadi bidang kritis yang harus disinkronkan. Pihak Whitesky menegaskan perlunya pedoman nasional yang jelas agar pelaku industri bisa berinvestasi secara berkelanjutan. Dengan arahan kebijakan yang konsisten, pasar regional berpotensi tumbuh lebih cepat.

Dukungan ITS sebagai enabler membutuhkan komitmen lintas sektor, termasuk kolaborasi antara pemerintah, operator, dan lembaga riset. Visi bersama yang terdefinisi akan mendorong adopsi UAM secara bertahap. Indonesia dinilai bisa menjadi pemain utama bila ekosistem terangkai dengan baik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!