Whitesky Group mendorong pemanfaatan Intelligent Transport System Indonesia (ITS) sebagai motor utama pengembangan taksi terbang atau Urban Air Mobility (UAM) di Indonesia dan kawasan regional. Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menilai Indonesia memiliki peluang menjadi pemain utama dalam ekosistem UAM regional. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem UAM yang berkelanjutan dan jangka panjang.
Karakter geografis Indonesia serta dinamika mobilitas membuat peluang UAM sangat besar. Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana membangun ekosistem terintegrasi yang tahan lama. Denon menegaskan ITS bisa menjadi pendorong utama integrasi tersebut seiring visi UAM Whitesky.
ITS sebagai motor UAM
Pengembangan UAM tidak bisa berjalan sendiri, ITS bisa menjadi motor utama untuk mengintegrasikan berbagai komponen transportasi masa depan. Konsep ITS secara alami mendukung konektivitas antarmoda yang diperlukan untuk layanan taksi terbang. Integrasi ini diyakini akan meningkatkan efisiensi, mobilitas, dan keberlanjutan di kota-kota besar.
Denon menekankan ITS sejalan dengan visi UAM Whitesky Group. Sistem transportasi yang terhubung akan mengurangi kemacetan, meningkatkan keandalan, dan mempercepat layanan mobilitas. Keberhasilan implementasi ITS sebagai pemicu UAM akan bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan standar operasional yang jelas.
Ia optimistis ITS akan menjadi komponen penting untuk memenangkan pasar UAM di tingkat regional. Indonesia memiliki kombinasi unik antara kebutuhan mobilitas, pertumbuhan teknologi, dan kondisi geografis yang menjadi keunggulan. ITS dapat menjadi enabler utama untuk membangun industri transportasi masa depan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.
Peluang Regional Indonesia
Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan potensi untuk menjadi pemain kunci dalam industri transportasi masa depan regional. Gabungan kebutuhan mobilitas, akselerasi teknologi, dan kondisi geografis negara menjadi fondasi bagi peluang UAM. Whitesky menilai kombinasi tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekosistem UAM berkelanjutan.
Hal ini menekankan perlunya ekosistem terintegrasi yang menghubungkan infrastruktur darat dan udara. Integrasi tersebut akan meningkatkan konektivitas antar kota dan menambah efisiensi mobilitas regional. Denon menekankan ITS berpotensi menjadi kunci untuk meraih posisi terdepan di pasar regional.
Industri transportasi masa depan di kawasan tidak hanya soal inovasi teknologi, melainkan kemitraan lintas sektor. Ia menegaskan Indonesia memiliki peluang untuk tidak sekadar menjadi pasar, tetapi menjadi pemimpin regional. Kesempatan tersebut akan terealisasi jika pemerintah, sektor swasta, dan komunitas riset bekerja sama dalam kerangka kebijakan yang jelas.
