Chiki Fawzi tiba kembali di Indonesia setelah menjalani misi kemanusiaan selama dua bulan untuk membantu warga Palestina di bawah blokade Gaza. Putri musisi Ikang Fawzi itu pulang dengan membawa cerita tentang tekanan, intimidasi, dan tanggung jawab besar selama terlibat dalam Global Sumud Flotilla 2.0.
Kedatangannya disambut haru oleh keluarga di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (25/5/2026), menjelang Hari Raya Idul Adha. Selama misi berlangsung, Chiki tidak hanya berperan sebagai relawan lapangan, tetapi juga aktif di pusat komando yang memantau situasi delegasi Indonesia di kawasan Mediterania.
Perjalanan Chiki Fawzi ke Gaza
Chiki Fawzi menjelaskan bahwa perjalanannya dimulai sejak keberangkatan tim dari Barcelona, Spanyol, menuju Sassari, Italia. Ia menumpang kapal pertama dalam rangkaian misi yang dirancang untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Dalam proses itu, ia ikut mempersiapkan keberangkatan delegasi Indonesia yang terdiri atas sembilan orang. Persiapan tersebut dilakukan dari Turki, tempat sebagian koordinasi misi dipusatkan sebelum armada bergerak lebih jauh.
Chiki menyebut dua bulan terakhir sebagai masa yang penuh tantangan. Menurut dia, seluruh rangkaian misi membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan koordinasi yang sangat ketat.
Tekanan di pusat komando
Meski tidak berada di atas kapal saat dicegat militer Israel, Chiki tetap bersiaga di command room yang berpusat di Istanbul, Turki. Dari sana, ia memantau langsung perkembangan nasib rekan-rekannya di perairan Mediterania.
Ia mengaku selama periode tersebut menghadapi berbagai tekanan dan gangguan. Ancaman serta intimidasi psikologis disebut menjadi bagian dari situasi yang harus dihadapi para relawan setiap hari.
Namun, kondisi itu tidak membuatnya mundur dari misi kemanusiaan yang dijalankan. Chiki tetap berupaya menjaga komunikasi, koordinasi, dan dukungan bagi delegasi Indonesia yang terlibat dalam flotilla tersebut.
Semangat membantu Palestina
Chiki Fawzi menegaskan bahwa ancaman yang ia alami tidak sebanding dengan penderitaan warga Palestina di wilayah konflik. Ia menilai perjuangan kemanusiaan itu harus terus disuarakan meski menghadapi risiko besar.
Baginya, misi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat Gaza yang hidup di bawah blokade. Karena itu, ia memilih tetap bertahan hingga seluruh proses pemulangan delegasi Indonesia berjalan aman.
Ia juga menekankan bahwa dukungan internasional terhadap isu Palestina tidak boleh berhenti. Sorotan dunia dinilai penting agar krisis kemanusiaan di Gaza tetap menjadi perhatian publik global.
Kepulangan yang penuh haru
Kepulangan Chiki Fawzi menjadi momen emosional bagi keluarganya karena ia tiba tepat sebelum perayaan Idul Adha. Suasana haru terlihat saat keluarga menyambutnya di bandara setelah dua bulan terpisah.
Setibanya di Tanah Air, Chiki langsung berbagi pengalaman tentang dinamika misi yang dijalaninya. Ia menceritakan bahwa banyak situasi sulit yang harus dihadapi, tetapi semua itu dijalani demi tujuan kemanusiaan.
Misi Global Sumud Flotilla 2.0 diharapkan dapat terus menjaga perhatian dunia terhadap krisis di Gaza. Bagi Chiki, perjuangan itu belum selesai selama warga Palestina masih membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat internasional.
