Waspada Tumbler Rusak, Bisa Lepaskan Logam Berat

Lifestyle Nadia Safira Putri 24 Mei 2026 16:07 WIB 6
Waspada Tumbler Rusak, Bisa Lepaskan Logam Berat

Kasus seorang pria berusia 50-an di Taiwan menjadi perhatian setelah diduga mengalami keracunan timbal akibat memakai botol termos yang sudah rusak selama lebih dari 10 tahun. Kondisi itu bermula saat ia tiba-tiba kehilangan orientasi saat berkendara menuju tempat kerja, lalu menabrak sebuah tempat makan tanpa sempat mengerem.

Meski tidak mengalami cedera dalam kecelakaan tersebut, pemeriksaan rumah sakit menemukan anemia berat, atrofi otak, dan gangguan fungsi ginjal. Dokter yang menangani kasus itu kemudian menelusuri kebiasaan minum pasien, lalu menemukan adanya penggunaan tumbler lama yang lapisan dalamnya telah aus, berkarat, dan retak.

Risiko Tumbler Rusak

Menurut dokter nefrologi Dr Hong, lapisan dalam botol minum yang sudah menua dapat melepaskan logam ke dalam cairan, terutama saat dipakai untuk minuman panas. Kondisi ini lebih berisiko jika botol terbuat dari bahan berkualitas rendah atau telah mengalami kerusakan fisik.

Pria tersebut diketahui memakai termos yang sama untuk kopi hampir setiap hari selama lebih dari satu dekade. Saat diperiksa, bagian dalam botol sudah dipenuhi goresan, retakan, dan tanda karat yang menunjukkan kerusakan berat.

Meski tanda-tanda itu sudah jelas, ia tetap menggunakannya untuk minuman panas dalam jangka panjang. Kebiasaan tersebut diduga memperbesar kemungkinan paparan timbal yang kemudian memengaruhi sistem saraf dan ginjal.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tumbler bukan barang yang dapat dipakai tanpa batas waktu. Pemeriksaan rutin diperlukan agar pengguna tidak abai terhadap perubahan kecil yang bisa berdampak besar pada kesehatan.

Gejala Keracunan Timbal

Hasil laboratorium menunjukkan pasien mengalami kondisi yang tidak ringan, termasuk anemia berat dan gangguan organ. Dokter juga menemukan keluhan kelelahan, perubahan rasa, serta kebiasaan merasa makanan kurang asin.

Kombinasi gejala tersebut membuat tim medis curiga pada keracunan logam berat. Setelah evaluasi lebih lanjut, dugaan itu dikonfirmasi sebagai keracunan timbal.

Keracunan timbal dikenal dapat berkembang perlahan dan kerap tidak langsung dikenali. Pada kasus ini, dampaknya sudah tampak pada otak, darah, dan fungsi ginjal pasien.

Setelah kecelakaan yang dipicu kondisi linglung, kesehatan pria tersebut terus menurun. Ia kemudian mengalami gejala progresif seperti demensia sebelum akhirnya meninggal sekitar setahun kemudian akibat pneumonia aspirasi setelah tersedak.

Cara Aman Menyimpan Minuman

Pakar medis mengingatkan bahwa termos atau tumbler tidak cocok untuk semua jenis minuman. Minuman kaya protein, seperti susu sapi dan susu kedelai, sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di dalam wadah tertutup.

Ahli kesehatan menyarankan minuman tersebut dikonsumsi dalam waktu sekitar dua jam. Langkah ini membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat menurunkan kualitas minuman.

Minuman asam atau basa, seperti jus, kopi, teh, air lemon, dan obat herbal, juga perlu mendapat perhatian khusus. Jika disimpan terlalu lama di termos yang rusak, risiko pelepasan logam dapat meningkat.

Untuk penggunaan yang lebih aman, botol minum sebaiknya segera dicuci bersih setelah dipakai. Bila ingin paling aman, gunakan tumbler khusus untuk air putih dan hindari menyimpan cairan lain terlalu lama.

Pilih Tumbler yang Tepat

Pemeriksaan kondisi botol perlu dilakukan secara berkala agar tanda kerusakan bisa segera diketahui. Jika muncul perubahan warna, karat, atau goresan dalam, botol sebaiknya diganti.

Pakar juga merekomendasikan penggunaan baja tahan karat kelas 304 karena dinilai lebih tahan karat. Material ini dianggap lebih sesuai untuk pemakaian harian dibanding bahan yang kualitasnya lebih rendah.

Selain bahan, tutup dan segel silikon juga dinilai lebih baik dibanding komponen plastik tertentu. Pemilihan desain yang tepat dapat membantu menjaga kebersihan sekaligus mengurangi risiko kontaminasi.

Sebelum digunakan, tumbler baru sebaiknya dicuci dengan air sabun hangat lalu direndam semalaman. Cara ini membantu mengurangi sisa bahan kimia dan membuat wadah lebih siap dipakai untuk minuman sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!