Wanita Xiamen Viral Karena Gangguan Pendengaran Langka

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 20:42 WIB 2
Wanita Xiamen Viral Karena Gangguan Pendengaran Langka

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi perhatian publik setelah mengeluhkan bahwa dirinya tidak dapat mendengar suara pacarnya. Awalnya, kondisi itu disangka sebagai persoalan dalam hubungan, namun pemeriksaan dokter menunjukkan penyebab yang jauh berbeda. Wanita bernama Chen itu didiagnosis mengalami reverse slope hearing loss, yaitu gangguan pendengaran langka yang menyerang frekuensi rendah.

Kasus ini viral setelah kisahnya dibagikan dan dikutip dari DailyMail. Setelah bangun tidur, Chen mendapati suara pria terdengar sangat samar baginya, sementara suara bernada tinggi masih dapat ia tangkap dengan normal. Temuan medis tersebut menjelaskan mengapa suara kekasihnya seolah menghilang dari pendengarannya.

Reverse slope hearing loss

Reverse slope hearing loss adalah kondisi ketika seseorang kesulitan mendengar suara pada frekuensi rendah. Dalam praktiknya, suara pria yang cenderung berada pada rentang nada lebih rendah menjadi lebih sulit ditangkap. Sebaliknya, suara perempuan atau bunyi bernada tinggi masih dapat terdengar lebih jelas.

Istilah ini berasal dari bentuk hasil tes pendengaran atau audiogram. Pada gangguan pendengaran yang umum, grafik biasanya menurun pada frekuensi tinggi. Namun pada kondisi ini, pola grafik justru menunjukkan gangguan pada frekuensi rendah.

Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kemampuan mendengar percakapan sehari-hari. Penderitanya juga dapat kesulitan menangkap suara rendah lain, seperti gemuruh petir dari kejauhan. Dentuman musik bass pun bisa terdengar lebih samar dibandingkan pada orang dengan pendengaran normal.

Meski sering dikaitkan dengan suara pria, gangguan ini tidak terbatas pada jenis kelamin tertentu. Wanita dengan suara lebih berat juga dapat terdengar samar bagi penderita. Sebaliknya, pria dengan nada bicara lebih tinggi masih mungkin didengar dengan lebih jelas.

Gejala yang kerap terlewat

Reverse slope hearing loss kerap sulit dikenali karena gejalanya tidak selalu disadari sejak awal. Banyak orang lebih cepat menyadari hilangnya suara bernada tinggi dibandingkan frekuensi rendah. Akibatnya, kondisi ini sering baru terdeteksi setelah keluhan menjadi mengganggu aktivitas harian.

Penderita mungkin merasa lawan bicara berbicara terlalu pelan, padahal masalah utamanya ada pada kemampuan menangkap nada rendah. Situasi ini dapat menimbulkan salah paham dalam percakapan, terutama saat berbicara dengan orang yang bersuara berat. Dalam kasus Chen, pengalaman tersebut sempat disalahartikan sebagai persoalan hubungan pribadi.

Keluhan seperti ini dapat muncul secara tiba-tiba maupun bertahap. Karena itu, pemeriksaan pendengaran menjadi langkah penting untuk memastikan sumber masalah. Diagnosis yang tepat akan membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai.

Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kualitas hidup, terutama saat berinteraksi dalam lingkungan ramai. Bunyi latar yang kompleks membuat penderita makin sulit membedakan suara rendah dari suara sekitar. Hal ini dapat menimbulkan kelelahan pendengaran dan menurunkan kenyamanan berkomunikasi.

Penyebab dan faktor risiko

Dokter menyebut reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh berbagai faktor medis. Di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, hingga perubahan tekanan di sekitar otak. Setiap penyebab memiliki mekanisme berbeda, sehingga evaluasi medis perlu dilakukan secara menyeluruh.

Pada sebagian kasus, gangguan ini bisa bersifat sementara, tetapi ada pula yang menetap dalam jangka panjang. Kondisi permanen biasanya memerlukan pemantauan rutin agar penurunan pendengaran tidak semakin berat. Penanganan lebih dini berperan penting untuk menjaga fungsi dengar pasien.

Faktor risiko lain dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan umum seseorang. Riwayat infeksi, gangguan metabolik, dan penyakit tertentu dapat memengaruhi sistem pendengaran. Karena itu, keluhan telinga tidak sebaiknya dianggap sepele, terutama bila terjadi berulang.

Meski dialami oleh satu orang dalam kasus viral ini, reverse slope hearing loss bukan kejadian yang sangat unik di dunia medis. Gangguan seperti ini membutuhkan perhatian karena gejalanya sering tersembunyi. Pemahaman yang baik membantu masyarakat mengenali tanda awal sebelum terlambat ditangani.

Penanganan dan kesadaran

Untuk beberapa pasien, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran. Alat ini dirancang agar suara pada frekuensi tertentu lebih mudah ditangkap oleh telinga. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Dokter biasanya menyesuaikan terapi dengan penyebab yang mendasari gangguan tersebut. Jika masalah dipicu infeksi atau gangguan medis lain, penanganan penyebab utama menjadi prioritas. Dalam kasus tertentu, pemantauan jangka panjang diperlukan untuk menilai perkembangan pendengaran.

Kisah Chen juga menunjukkan bahwa gangguan pendengaran tidak selalu terlihat dari luar. Seseorang bisa tampak normal, tetapi kesulitan menangkap frekuensi tertentu dalam percakapan. Karena itu, pemeriksaan ke dokter THT penting ketika muncul perubahan pada kemampuan mendengar.

Dokter juga menegaskan bahwa pacar Chen tidak perlu tersinggung atas kondisi itu. Hilangnya suara tersebut murni disebabkan oleh masalah medis, bukan karena diabaikan dalam hubungan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kesehatan pendengaran dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari dengan cara yang tidak terduga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!