Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi sorotan setelah mengaku tidak bisa mendengar suara pacarnya. Kondisi yang semula disangka masalah hubungan itu ternyata disebabkan gangguan medis langka bernama reverse slope hearing loss.
Kisah Chen, demikian identitas wanita itu disebut, terungkap usai ia bangun tidur dan mendapati suara pria terdengar hilang. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter memastikan ia mengalami gangguan pendengaran yang memengaruhi frekuensi rendah.
Reverse Slope Hearing Loss
Reverse slope hearing loss adalah kondisi ketika pendengaran seseorang lebih terganggu pada frekuensi rendah. Dalam praktiknya, suara bernada tinggi masih dapat ditangkap dengan baik, sementara suara rendah terdengar samar atau menghilang.
Pola ini berbeda dengan gangguan pendengaran yang lebih umum, yang biasanya membuat frekuensi tinggi lebih sulit terdengar. Karena itu, banyak pasien baru menyadari masalahnya setelah seseorang dengan suara rendah mulai terdengar tidak jelas.
Pada kasus Chen, suara pria terdengar paling terdampak karena umumnya berada pada rentang frekuensi rendah. Sebaliknya, suara perempuan atau bunyi bernada tinggi lain masih dapat ia dengar dengan normal.
Kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan mendengar suara alam atau suara instrumen musik tertentu. Gemuruh petir dari kejauhan, dengungan mesin, hingga dentuman bass bisa menjadi sulit dikenali.
Gejala Yang Sering Tersamar
Gangguan pendengaran ini sering tidak langsung disadari karena gejalanya berkembang perlahan. Banyak orang baru curiga ketika suara tertentu terdengar tidak jelas, meski percakapan lain masih terdengar normal.
Reverse slope hearing loss juga kerap disalahartikan sebagai masalah komunikasi biasa. Dalam relasi personal, hal ini bahkan bisa memunculkan kesalahpahaman, seperti yang dialami Chen dan pasangannya.
Meski identik dengan suara pria, kondisi ini tidak terbatas pada jenis kelamin tertentu. Wanita dengan nada bicara lebih berat juga dapat terdengar samar bagi penderita.
Pria dengan intonasi lebih tinggi justru mungkin masih dapat dipahami dengan baik. Hal itu menunjukkan bahwa masalah utamanya bukan pada identitas pembicara, melainkan pada frekuensi suara yang diterima telinga.
Pemicu Dan Penanganan
Dokter menyebut reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah faktor medis. Di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, dan perubahan tekanan di sekitar otak.
Pada beberapa kasus, gangguan ini bersifat sementara dan dapat membaik setelah penyebab utamanya ditangani. Namun, pada kondisi yang menetap, pasien mungkin memerlukan pemantauan jangka panjang.
Alat bantu dengar dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu meningkatkan kualitas pendengaran. Meski tidak selalu mengembalikan fungsi telinga sepenuhnya, perangkat ini dapat membantu pasien lebih nyaman berkomunikasi.
Pemeriksaan audiogram menjadi penting untuk memastikan pola gangguan pendengaran yang dialami pasien. Dari hasil tes tersebut, dokter dapat menentukan langkah terapi yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Makna Kasus Viral Ini
Kisah Chen menjadi pengingat bahwa gangguan pendengaran tidak selalu tampak dari luar. Seseorang bisa terlihat sehat, tetapi mengalami kesulitan mendengar pada rentang suara tertentu.
Dokter juga menegaskan bahwa pacar Chen tidak perlu tersinggung atas situasi itu. Hilangnya suara pria pada kasus tersebut murni disebabkan kondisi medis, bukan karena diabaikan secara sengaja.
Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya mengenali gejala kecil yang sering dianggap sepele. Pemeriksaan lebih dini dapat membantu mencegah gangguan pendengaran berkembang lebih jauh.
Di tengah viralnya kisah tersebut, banyak warganet baru mengetahui bahwa suara rendah dan suara tinggi diproses secara berbeda oleh telinga. Pengetahuan ini dapat membantu masyarakat lebih waspada terhadap perubahan pendengaran yang tidak biasa.
