Wanita di Xiamen Viral karena Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 22:29 WIB 2
Wanita di Xiamen Viral karena Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi viral setelah mengaku tidak bisa mendengar suara pacarnya. Kondisi yang semula disangka masalah hubungan itu ternyata dipicu gangguan pendengaran langka bernama reverse slope hearing loss.

Kisah wanita bernama Chen tersebut menarik perhatian publik karena gejalanya muncul tiba-tiba usai ia bangun tidur. Setelah menjalani pemeriksaan dokter, ia diketahui mengalami gangguan pada frekuensi suara rendah, yang membuat suara pria terdengar sangat samar atau bahkan hilang.

Reverse Slope Hearing Loss

Reverse slope hearing loss adalah jenis gangguan pendengaran yang terutama mengganggu kemampuan menangkap suara bernada rendah. Pada kondisi ini, penderita masih dapat mendengar suara bernada tinggi dengan cukup baik. Karena itu, suara perempuan atau bunyi tajam sering kali masih terdengar jelas.

Istilah reverse slope berasal dari bentuk grafik audiogram yang menunjukkan pola kebalikan dari gangguan pendengaran pada umumnya. Jika gangguan biasa menurunkan kemampuan mendengar pada frekuensi tinggi, kondisi ini justru merusak frekuensi rendah lebih dulu. Pola tersebut membuat pasien sering tidak menyadari masalahnya sejak awal.

Dalam kehidupan sehari-hari, dampaknya bisa terasa ketika penderita sulit menangkap suara pria yang umumnya berada pada rentang frekuensi lebih rendah. Selain itu, suara seperti gemuruh petir dari kejauhan atau dentuman bass juga dapat terdengar tidak jelas. Akibatnya, penderita kerap mengira lawan bicara berbicara terlalu pelan.

Meski sering dikaitkan dengan suara pria, gangguan ini tidak terbatas pada gender tertentu. Wanita dengan nada bicara lebih berat juga bisa terdengar samar bagi penderita. Sebaliknya, pria dengan suara lebih tinggi masih mungkin terdengar lebih jelas.

Gejala Yang Sering Diabaikan

Gangguan pendengaran ini kerap sulit dikenali karena gejalanya berkembang perlahan. Banyak orang lebih cepat menyadari hilangnya suara bernada tinggi dibandingkan suara rendah. Hal itu membuat pemeriksaan medis sering tertunda hingga keluhan semakin mengganggu.

Chen dilaporkan mulai curiga setelah tidak dapat mendengar suara pacarnya saat bangun tidur. Situasi itu sempat membuatnya bingung karena ia masih bisa mendengar suara perempuan di sekitarnya. Setelah diperiksa, dokter memastikan bahwa masalahnya bukan pada hubungan pribadi, melainkan pada pendengaran.

Kondisi seperti ini dapat memengaruhi komunikasi sehari-hari, terutama saat berbicara di lingkungan ramai. Penderita mungkin tampak merespons tidak tepat karena tidak menangkap sebagian ucapan. Dalam banyak kasus, orang di sekitar baru sadar setelah keluhan berlangsung cukup lama.

Dokter menegaskan bahwa hilangnya suara pacar Chen bukan karena dirinya diabaikan. Penjelasan medis itu sekaligus meredakan kesalahpahaman yang sempat muncul di publik. Kasus ini pun menjadi contoh bahwa gejala kesehatan bisa tampak seperti persoalan hubungan.

Penyebab Dan Faktor Risiko

Reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah kondisi medis. Di antaranya adalah penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, dan perubahan tekanan di sekitar otak. Pada sebagian pasien, penyebab pastinya tidak langsung diketahui tanpa pemeriksaan lanjutan.

Kondisi ini juga bisa muncul akibat gangguan pada bagian dalam telinga yang memproses suara. Ketika area tersebut terganggu, sinyal suara bernada rendah tidak tersampaikan dengan baik ke otak. Akibatnya, suara tertentu terdengar melemah atau hilang.

Pada beberapa kasus, gangguan ini bersifat permanen dan memerlukan alat bantu dengar. Alat tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran pasien dalam aktivitas harian. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada tingkat kerusakan pendengaran yang dialami.

Pemeriksaan dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan apakah gangguan bersifat sementara atau menetap. Hal ini juga membantu mencegah kesalahpahaman yang tidak perlu dalam kehidupan sosial pasien.

Penanganan Dan Pemeriksaan

Dokter biasanya melakukan audiogram untuk menilai pola gangguan pendengaran pasien. Pemeriksaan ini membantu melihat frekuensi suara mana yang masih dapat ditangkap dengan baik. Dari hasil tersebut, tenaga medis dapat menentukan arah penanganan yang paling sesuai.

Jika penyebabnya berkaitan dengan infeksi atau gangguan medis tertentu, pengobatan akan disesuaikan dengan sumber masalah. Dalam kasus lain, dokter dapat merekomendasikan pemantauan berkala untuk melihat perubahan kondisi pendengaran. Pendekatan ini penting agar pasien tidak kehilangan kemampuan mendengar lebih jauh.

Alat bantu dengar sering menjadi pilihan ketika gangguan sudah menetap. Perangkat ini dapat membantu memperkuat suara yang sulit ditangkap, terutama pada frekuensi rendah. Meski tidak menyembuhkan sepenuhnya, alat bantu dapat meningkatkan kenyamanan komunikasi pasien.

Kisah Chen menunjukkan bahwa keluhan pendengaran yang tampak ringan tetap perlu diperiksa secara serius. Gejala yang terlihat sepele dapat menyimpan kondisi medis yang langka. Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting ketika seseorang mengalami perubahan pendengaran mendadak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!