Wanita di Xiamen Viral karena Gangguan Pendengaran Langka

Lifestyle Clara Monica 30 Mei 2026 10:23 WIB 2
Wanita di Xiamen Viral karena Gangguan Pendengaran Langka

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi sorotan setelah mengaku tidak bisa mendengar suara pria, termasuk suara pacarnya sendiri. Kondisi yang semula disangka masalah hubungan itu ternyata dipicu oleh gangguan medis langka bernama reverse slope hearing loss. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya memahami gejala gangguan pendengaran yang kerap tidak disadari.

Setelah bangun tidur, wanita bernama Chen itu mendapati dirinya tidak dapat mendengar suara pacarnya. Pemeriksaan dokter kemudian mengonfirmasi bahwa ia mengalami gangguan pendengaran pada frekuensi rendah. Dalam kondisi ini, suara bernada tinggi masih bisa terdengar, sementara suara rendah terasa menghilang.

Gangguan Pendengaran yang Langka

Reverse slope hearing loss adalah jenis gangguan pendengaran yang memengaruhi kemampuan menangkap suara dengan frekuensi rendah. Pada banyak kasus, penderita masih dapat mendengar suara bernada tinggi dengan cukup baik. Karena itu, suara pria sering kali terdengar lebih samar bagi pasien.

Istilah ini berasal dari bentuk hasil tes pendengaran atau audiogram. Pada gangguan pendengaran yang umum, grafik biasanya turun pada frekuensi tinggi. Namun pada kondisi ini, pola grafik justru menunjukkan frekuensi rendah yang terganggu.

Kondisi tersebut tidak terbatas pada satu gender tertentu, karena siapa pun bisa mengalaminya. Wanita dengan suara lebih berat juga dapat terdengar samar, sementara pria dengan nada bicara lebih tinggi masih mungkin terdengar jelas. Akibatnya, komunikasi sehari-hari bisa terasa membingungkan bagi penderita.

Gejala yang Sering Terlewat

Gangguan ini juga dapat memengaruhi kemampuan mendengar suara rendah lain di sekitar, seperti gemuruh petir atau dentuman bass. Banyak penderita baru menyadari ada masalah ketika orang lain menganggap mereka tidak merespons percakapan. Padahal, yang hilang sering kali bukan seluruh suara, melainkan frekuensi tertentu saja.

Gejalanya kerap sulit dikenali karena muncul perlahan. Seseorang biasanya lebih cepat menyadari hilangnya suara bernada tinggi dibanding suara rendah. Hal ini membuat reverse slope hearing loss sering baru terdeteksi setelah pemeriksaan medis.

Dalam kasus Chen, kisahnya menjadi viral karena terdengar tidak biasa. Banyak warganet awalnya mengira masalah itu berkaitan dengan hubungan asmara. Setelah penjelasan dokter muncul, publik memahami bahwa penyebabnya murni medis.

Penyebab dan Penanganan

Dokter menyebut kondisi ini dapat dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, hingga perubahan tekanan di sekitar otak. Setiap penyebab memerlukan evaluasi medis yang berbeda agar penanganannya tepat. Karena itu, pemeriksaan dini menjadi langkah penting saat gejala mulai muncul.

Pada kasus yang bersifat permanen, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran pasien. Penggunaan alat ini bertujuan memperkuat suara pada frekuensi yang sulit ditangkap. Dengan penanganan yang tepat, penderita masih bisa beraktivitas dan berkomunikasi lebih nyaman.

Dokter juga menegaskan bahwa pasangan Chen tidak perlu tersinggung atas kondisi itu. Hilangnya suara bukan karena diabaikan, melainkan akibat gangguan pendengaran yang langka. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keluhan pendengaran sebaiknya tidak dianggap sepele.

Pesan untuk Masyarakat

Kisah viral ini menunjukkan bahwa gangguan pendengaran dapat muncul dalam bentuk yang tidak biasa. Tidak semua gangguan membuat seseorang kehilangan semua suara sekaligus. Sebagian justru hanya mengganggu frekuensi tertentu, sehingga sering luput dari perhatian.

Masyarakat perlu lebih peka terhadap tanda-tanda awal gangguan pendengaran, terutama jika ada perubahan saat berkomunikasi. Pemeriksaan ke dokter THT dapat membantu mengetahui apakah keluhan berasal dari kondisi medis tertentu. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang penanganan berjalan efektif.

Kasus Chen menjadi contoh bahwa masalah kesehatan bisa disalahartikan bila gejalanya tidak dipahami dengan baik. Edukasi tentang reverse slope hearing loss penting agar publik tidak keliru menafsirkan situasi serupa. Dengan pengetahuan yang cukup, stigma dan kesalahpahaman dapat dihindari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!