Waktu Terbaik Berolahraga Ternyata Disesuaikan dengan Tubuh

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 22:39 WIB 2
Waktu Terbaik Berolahraga Ternyata Disesuaikan dengan Tubuh

Waktu berolahraga kerap memicu perdebatan antara pagi dan malam, padahal pilihan terbaik tidak selalu sama untuk setiap orang. Menurut fisioterapis dan spesialis pilates Sowon Jang, waktu olahraga perlu disesuaikan dengan jenis latihan, kondisi fisik, dan tujuan kebugaran masing-masing.

Olahraga pagi disebut bermanfaat untuk membangun rutinitas, sementara olahraga malam sering dipilih untuk meredakan stres setelah beraktivitas seharian. Para ahli menilai, yang terpenting bukan sekadar jam berapa latihan dilakukan, melainkan apakah tubuh siap dan jenis olahraganya sesuai.

Olahraga pagi dan ritme tubuh

Olahraga pagi kerap dipilih karena membantu banyak orang memulai hari dengan lebih teratur. Aktivitas ini dapat membuat tubuh terasa lebih tenang, pernapasan lebih terkontrol, dan kesadaran tubuh meningkat.

Jang menjelaskan bahwa olahraga pagi seperti pilates atau kardio ringan cocok dilakukan karena gerakannya lebih lembut dan terkontrol. Dengan cara itu, tubuh bisa terbangun tanpa merasa kewalahan sejak awal hari.

Selain itu, olahraga pagi dapat membantu pikiran terasa lebih jernih dan segar sebelum memulai aktivitas utama. Paparan sinar matahari di pagi hari juga berperan dalam mengatur jam biologis atau ritme sirkadian.

Olahraga malam dan pemulihan

Olahraga malam tetap memiliki manfaat, terutama bagi mereka yang baru memiliki waktu luang setelah bekerja. Banyak orang memanfaatkannya untuk melepas penat dan mengurangi ketegangan mental.

Namun, latihan pada malam hari sebaiknya berintensitas rendah agar tidak mengganggu kualitas tidur. Jenis olahraga seperti berjalan santai atau berenang ringan lebih dianjurkan karena tidak memicu peningkatan hormon stres secara berlebihan.

Jika dilakukan terlalu intens, olahraga malam justru bisa membuat tubuh lebih terjaga dan sulit beristirahat. Karena itu, pemilihan jenis latihan menjadi faktor penting agar manfaat olahraga tetap optimal.

Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Dokter Jinelle D'souza menegaskan bahwa latihan kekuatan dan olahraga intensitas tinggi memerlukan dukungan kondisi tubuh yang baik. Tubuh perlu dipastikan siap sebelum menerima beban latihan yang lebih berat.

Hal dasar seperti tidur yang cukup tidak boleh diabaikan sebelum berolahraga. Asupan nutrisi dan gizi seimbang juga dibutuhkan agar tubuh tidak mudah kelelahan saat beraktivitas fisik.

Jika tubuh sedang kurang fit, latihan yang terlalu berat justru berisiko menurunkan performa. Karena itu, penyesuaian intensitas latihan menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran jangka panjang.

Waktu olahraga yang paling tepat

Dokter Louise Rix menilai faktor penentu utama bukanlah waktu olahraga, melainkan kesesuaian latihan dengan gaya hidup. Rutinitas yang mudah dijalankan cenderung lebih konsisten dan memberi hasil yang lebih baik.

Bagi sebagian orang, olahraga pagi lebih cocok karena membantu membangun kebiasaan sehat sejak awal hari. Sementara itu, olahraga malam bisa menjadi pilihan yang efektif bila jadwal harian memang lebih padat di pagi dan siang.

Pada akhirnya, waktu terbaik untuk berolahraga adalah saat tubuh siap dan latihan terasa nyaman dijalankan. Konsistensi, kecocokan jenis olahraga, dan pemulihan yang baik menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!