VKTR Catat Laba Usaha Melonjak 823% pada Kuartal I 2026

Forex & Saham Gilang Nabaris 01 Juni 2026 21:05 WIB 3
VKTR Catat Laba Usaha Melonjak 823% pada Kuartal I 2026

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan pertumbuhan laba usaha hingga 823% secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Kinerja ini ditopang oleh efisiensi operasional, pertumbuhan penjualan kendaraan listrik komersial, serta stabilnya beban usaha di tengah kenaikan tarif energi global.

Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, mengatakan perseroan tetap mampu mencatat pertumbuhan positif di tengah dinamika industri yang menantang. Ia menegaskan, capaian tersebut menunjukkan transisi menuju kendaraan listrik komersial di Indonesia terus berjalan dan semakin diterima pasar.

VKTR Catat Kinerja Kuat

VKTR membukukan pertumbuhan penjualan bersih 58% secara tahunan pada kuartal I 2026. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan permintaan pada segmen kendaraan listrik komersial.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 98% secara tahunan. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa bisnis inti VKTR masih bergerak kuat meski industri otomotif nasional belum sepenuhnya pulih.

Menurut perseroan, efisiensi operasional menjadi faktor penting yang menjaga beban usaha tetap relatif stabil. Kondisi itu membuat pertumbuhan pendapatan dapat diterjemahkan menjadi perbaikan laba yang lebih sehat.

VKTR menilai hasil ini merupakan bukti bahwa strategi bisnis perseroan mulai membuahkan hasil. Fokus utama perusahaan bukan hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, melainkan membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan.

Ekspansi Armada TransJakarta

Sepanjang kuartal I 2026, VKTR telah menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta. Armada tersebut digunakan untuk mendukung operasional transportasi publik berbasis listrik di Jakarta.

Dengan pengiriman itu, total pasokan VKTR kepada TransJakarta mencapai 152 unit bus listrik. Jumlah tersebut setara sekitar 30% dari total armada bus listrik TransJakarta yang kini berjumlah 500 unit.

VKTR menyebut posisinya sebagai pemasok bus listrik rakitan dalam negeri menjadi keunggulan tersendiri. Seluruh armada tersebut telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri di atas 40%.

Keunggulan itu juga membuka peluang layanan purna jual yang lebih responsif dan terintegrasi. Perseroan menawarkan skema Full Maintenance Contract untuk membantu operator menekan biaya perawatan dalam jangka panjang.

Penguatan Ekosistem TKDN

VKTR terus memperkuat roadmap industrialisasi kendaraan listrik nasional melalui pengembangan ekosistem produksi berbasis TKDN. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing produk.

Perseroan sebelumnya telah mencapai TKDN di atas 40% untuk lini bus 12 meter dan 8 meter. Ke depan, VKTR mendorong peningkatan lokalisasi komponen serta penguatan rantai pasok domestik.

Penguatan ekosistem tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam membangun industri kendaraan listrik nasional. Dengan basis produksi yang lebih kuat, perseroan berharap mampu memperluas portofolio produk secara bertahap.

Fokus pada TKDN juga diharapkan mendukung kesiapan kapasitas produksi VKTR di masa mendatang. Dalam pandangan perseroan, penguatan industri domestik menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Prospek VKTR Ke Depan

VKTR menyebut kinerja kuartal I 2026 menjadi penanda penting dalam fase komersialisasi yang lebih matang. Perseroan menilai keberhasilan menjaga pertumbuhan di tengah tantangan industri merupakan sinyal positif bagi pasar.

Dari sisi neraca, posisi keuangan VKTR tetap terjaga dengan baik dan relatif stabil. Hingga akhir kuartal I 2026, total aset, liabilitas, dan ekuitas masing-masing tumbuh 2% year to date, 5% year to date, dan 1% year to date.

Capaian itu mencerminkan pengelolaan struktur keuangan yang sehat di tengah ekspansi bisnis. Stabilitas neraca memberi ruang bagi perseroan untuk terus mendorong pertumbuhan operasional secara terukur.

Momentum positif juga diperkuat dengan diresmikannya fasilitas perakitan VKTR Sakti Industries di Magelang pada 9 April 2026. Peresmian oleh Presiden Republik Indonesia itu dinilai meningkatkan kepercayaan terhadap prospek industri kendaraan listrik nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!