Viral Curhat Dyalodya soal Retur Paket COD

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 11:25 WIB 2
Viral Curhat Dyalodya soal Retur Paket COD

Curhatan pemilik brand hijab lokal Dyalodya soal tumpukan paket retur COD dalam sepekan viral di media sosial. Video itu memperlihatkan banyak paket gagal terkirim, lalu kembali ke toko dalam kondisi yang disebut merugikan operasional usaha.

Sang pemilik, Siti Zahra atau Zahra, menilai sistem Cash on Delivery kerap disalahgunakan oleh oknum pembeli tidak bertanggung jawab. Ia menyebut ada paket yang ditolak saat kurir datang, bahkan ada pula yang diduga ditukar dengan barang tak bernilai.

Retur Paket COD Meresahkan

Zahra mengunggah video itu melalui akun Instagram @dyalodya untuk menjelaskan kerugian yang dialami usahanya. Dalam video terlihat tumpukan paket berlabel COD yang dikembalikan kurir setelah gagal diterima pelanggan.

Ia menyampaikan kekecewaan karena paket yang telah dikirim dengan biaya operasional tidak sedikit justru kembali ke gudang. Menurutnya, kondisi itu membuat pelaku UMKM menanggung kerugian berlapis.

Zahra menilai masalah retur bukan sekadar soal pembatalan pesanan biasa. Ia mengatakan ada unsur ketidakjujuran dari pihak yang memanfaatkan sistem COD tanpa tanggung jawab.

Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut terjadi berulang dan tidak hanya sekali dua kali. Karena itu, ia merasa perlu memberi peringatan kepada konsumen agar lebih berhati-hati saat menerima paket.

Modus Penipuan Paket COD

Di bagian lain video, Zahra menunjukkan paket retur yang sudah terbuka dan isinya diduga telah diganti. Ia menemukan barang tidak berharga, seperti celana kolor bekas, di dalam paket yang semestinya berisi pakaian hijab.

Ia menyebut temuan itu sebagai bentuk penipuan yang sangat merugikan. Menurutnya, barang yang dikirim dari toko tidak pernah kembali dalam kondisi semestinya.

Zahra juga mengungkap adanya modus baru yang lebih berbahaya. Dalam modus itu, pelaku memakai identitas dan alamat Dyalodya untuk mengirim paket COD ke konsumen acak.

Ia menilai pola tersebut dapat merusak nama baik toko, sekaligus membuat penerima paket bingung karena merasa tidak pernah memesan barang. Menurutnya, praktik seperti itu harus diwaspadai oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Dampak bagi Usaha Dyalodya

Brand Dyalodya sendiri telah berdiri sejak 2017 dan bergerak di bidang hijab serta busana. Zahra mengatakan persoalan COD kini menjadi salah satu tantangan berat bagi usahanya.

Ia mengaku video itu dibuat sebagai bentuk edukasi setelah menerima banyak komplain dari orang-orang yang merasa tidak pernah memesan produk Dyalodya. Keluhan itu mendorongnya untuk menjelaskan bahwa ada kemungkinan penyalahgunaan data dan alamat.

Zahra menilai masalah ini tidak hanya merugikan penjual, tetapi juga pihak yang alamatnya dipakai tanpa izin. Ia berharap konsumen lebih teliti sebelum menerima paket dari kurir.

Ia bahkan menyarankan agar paket yang tidak pernah dipesan tidak langsung diterima, terutama jika pengirim atau isi pesanan tidak jelas. Menurutnya, kehati-hatian penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Respons Warganet atas COD

Unggahan Zahra kemudian ditonton lebih dari 54,4 ribu kali dan dibanjiri komentar warganet. Banyak pengguna media sosial mengaku pernah mengalami kejadian serupa dalam transaksi COD.

Sejumlah komentar menyoroti kemungkinan data pelanggan bocor dari berbagai pihak. Ada warganet yang menduga informasi pribadi bisa tersebar melalui kurir atau bahkan karyawan.

Warganet lain juga menyampaikan keprihatinan atas maraknya penipuan online yang memakai sistem COD. Sebagian di antaranya mendorong penjual untuk menonaktifkan opsi pembayaran tersebut demi keamanan usaha.

Zahra menutup penjelasannya dengan harapan agar masyarakat lebih waspada terhadap paket yang tidak dikenal. Ia menegaskan bahwa sistem pembayaran di tempat harus digunakan secara bertanggung jawab agar tidak merugikan siapa pun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!