Venie Vee Ungkap Trauma Masa Kecil dan Perjalanan Jadi DJ

Lifestyle Nadia Safira Putri 21 Mei 2026 20:09 WIB 6
Venie Vee Ungkap Trauma Masa Kecil dan Perjalanan Jadi DJ

Kesuksesan Venie Vee sebagai DJ ternyata dibentuk oleh pengalaman hidup yang berat sejak kecil. Perempuan berusia 25 tahun itu mengaku tidak mengenal ayah dan ibunya sejak berusia 17 bulan, lalu dibesarkan oleh kakek dan nenek yang bukan berasal dari keluarga kandungnya.

Di balik penampilannya yang gemerlap, Venie Vee masih menyimpan luka batin yang belum sepenuhnya pulih. Ia mengaku kerap merasa sedih, marah, dan mempertanyakan alasan hidupnya, namun pengalaman itu juga mendorongnya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Masa Kecil Yang Berat

Venie Vee menceritakan bahwa sejak balita ia sudah kehilangan sosok ayah dan ibu dalam kehidupan sehari-hari. Ia tumbuh tanpa mengetahui alasan jelas mengapa orang tuanya tidak mengasuhnya.

Menurut pengakuannya, ia dibesarkan oleh kakek dan nenek yang kini merawatnya, meski keduanya bukan bagian dari keluarga ibu maupun ayah kandung. Kondisi itu membuatnya menjalani masa kecil dengan banyak tanda tanya.

Pengalaman tersebut menjadi luka pertama yang membekas dalam hidupnya. Hingga kini, ia masih mengingat rasa kehilangan yang datang sejak usia sangat dini.

Rasa Sedih Yang Tersimpan

Venie Vee tidak menutupi bahwa dirinya sering merasa seperti dibuang oleh orang tua. Ia kerap bertanya mengapa dirinya dilahirkan jika pada akhirnya tidak dirawat.

Perasaan itu sesekali muncul saat ia melihat orang lain sukses bersama kedua orang tua mereka. Dalam momen tertentu, emosi tersebut bahkan membuatnya menangis tiba-tiba.

Meski begitu, ia berusaha tidak tenggelam dalam kesedihan terlalu lama. Venie Vee memilih menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran hidup yang berharga.

Mandiri Membangun Karier

Perjalanan Venie Vee menjadi DJ tidak terjadi dalam waktu singkat. Ia menempuh semuanya dengan kemandirian dan usaha pribadi, tanpa bergantung pada figur orang tua.

Selain dikenal di dunia hiburan, ia juga memiliki latar belakang pendidikan sebagai sarjana pendidikan. Modal akademik itu menunjukkan bahwa dirinya membangun masa depan dengan dua jalur yang sama-sama serius.

Ia mengaku bangga pada dirinya sendiri karena mampu melewati banyak hal yang berat. Baginya, pencapaian saat ini adalah bukti bahwa luka masa lalu tidak selalu menghentikan langkah seseorang.

Harapan Untuk Masa Depan

Dari pengalaman yang dialami, Venie Vee belajar bahwa ada hal-hal yang harus dijalani sendirian. Karena itu, ia ingin kelak memberikan kasih sayang penuh kepada anak-anaknya jika memiliki keluarga sendiri.

Ia menegaskan bahwa apa yang tidak didapatkan sejak bayi, harus bisa ia berikan kepada keturunannya nanti. Prinsip itu menjadi cara dirinya memutus rantai luka yang pernah ia rasakan.

Terkait orang tua kandungnya, Venie Vee mengaku tidak ingin menaruh harapan besar. Ia hanya berharap kehidupan ayah dan ibunya baik-baik saja, tanpa ingin memaksakan pertemuan atau jawaban yang belum tentu datang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!