Kesuksesan Venie Vee sebagai DJ tidak datang tanpa luka yang panjang. Di balik penampilannya yang gemilang, perempuan berusia 25 tahun itu mengaku tumbuh tanpa mengenal ayah dan ibunya sejak masih balita.
Kisah itu ia sampaikan saat dihubungi pada Senin, 18 Mei 2026, sebagai pengingat bahwa perjalanan hidupnya dibangun dari perjuangan sendiri. Venie Vee menuturkan, pengalaman masa kecil tersebut masih menyisakan kesedihan, meski kini ia berusaha tetap tegar dan mandiri.
Latar Masa Kecil
Venie Vee mengaku tidak pernah mengenal kedua orang tuanya sejak usia 17 bulan. Sejak bayi, ia diasuh oleh kakek dan nenek yang bukan berasal dari keluarga ayah maupun ibunya.
Pengalaman itu membuatnya tumbuh dengan banyak pertanyaan tentang asal-usul dan alasan kehidupannya. Ia mengaku kerap merasa seperti ditinggalkan oleh orang tuanya sendiri.
Rasa kehilangan tersebut tidak hilang meski usianya kini sudah dewasa. Venie Vee mengatakan, kenangan itu masih kerap muncul ketika ia melihat orang lain didampingi keluarga lengkap.
Dalam penuturannya, ia juga menyebut bahwa masa kecilnya telah membentuk cara pandangnya terhadap hidup. Ia belajar bahwa tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah, termasuk kasih sayang yang semestinya hadir sejak awal.
Perjuangan Mandiri
Meski menyimpan luka batin, Venie Vee tetap menempuh jalan hidupnya secara mandiri. Ia membangun karier hingga dikenal sebagai DJ dan tidak bergantung pada siapapun untuk mencapai posisinya saat ini.
Di luar profesinya di panggung musik, Venie Vee juga memiliki latar belakang pendidikan sebagai sarjana pendidikan. Modal itu menjadi bagian penting dari perjalanan dirinya yang serba mandiri.
Ia mengakui ada saat-saat tertentu ketika kesedihan datang tiba-tiba, terutama saat melihat orang lain sukses bersama orang tua mereka. Momen seperti itu sering membuatnya menangis dan kembali mengingat masa lalu.
Namun, dari pengalaman tersebut, ia justru menemukan kekuatan baru. Venie Vee menilai pencapaian yang diraihnya adalah bukti bahwa ia mampu bertahan menghadapi keadaan yang tidak mudah.
Pelajaran untuk Anak
Venie Vee menyebut pengalaman pahitnya menjadi pelajaran berharga untuk masa depan. Ia bertekad, bila kelak memiliki anak, ia ingin memberikan perhatian penuh yang tidak ia dapatkan saat kecil.
Baginya, anak-anak harus merasakan kehadiran orang tua secara utuh, baik secara fisik maupun emosional. Ia ingin memastikan tidak ada ruang bagi perasaan ditinggalkan seperti yang pernah ia alami.
Ia juga menekankan bahwa trauma masa kecil dapat menjadi dorongan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat. Dari luka itu, ia belajar bahwa banyak hal dalam hidup memang harus dijalani sendirian.
Venie Vee menilai, keberhasilannya saat ini bukan hanya soal popularitas, tetapi juga tentang kemampuan bertahan. Ia menjadikan perjalanan hidupnya sebagai pengingat agar masa lalu tidak terulang pada generasi berikutnya.
Sikap terhadap Orang Tua
Meski menyimpan pertanyaan besar tentang masa lalunya, Venie Vee memilih tidak menaruh harapan berlebihan kepada kedua orang tuanya. Ia mengatakan tidak ingin menuntut lebih dari apa yang sudah terjadi.
Alih-alih mencari jawaban, ia lebih memilih menumpahkan perasaannya agar beban di dalam dirinya tidak terus dipendam. Langkah itu ia ambil sebagai bagian dari proses berdamai dengan keadaan.
Dalam pengakuannya, Venie Vee hanya berharap agar kehidupan ayah dan ibunya berjalan baik. Ia menegaskan tidak ingin menyimpan kebencian yang justru dapat menambah luka batin.
Kisah Venie Vee menjadi gambaran bahwa kesuksesan sering lahir dari perjalanan yang tidak mudah. Di balik sorotan panggung, ada perjuangan panjang yang membentuk keteguhan seorang anak yang tumbuh tanpa pelukan orang tua.
