Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk-1 Penghubung RI-PNG

Teknologi Moh. Royhan Nahado 26 Mei 2026 12:01 WIB 3
Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk-1 Penghubung RI-PNG

Telkom meresmikan Sistem Komunikasi Kabel Laut Pukpuk-1 di Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026. Infrastruktur telekomunikasi ini menjadi kabel laut lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan langsung Indonesia dan Papua Nugini. Kehadiran proyek ini disebut sebagai langkah penting untuk memperkuat konektivitas digital di Indonesia Timur sekaligus membuka jalur baru ke kawasan regional.

Peresmian dilakukan di Telkom Witel Jayapura dan dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, perwakilan Gubernur Papua Christian Sohilait, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi. Kabel laut Pukpuk-1 mulai dikerjakan sejak 2016 dan mulai beroperasi pada April 2026. Proyek ini menjadi sorotan karena dinilai mampu menjembatani kesenjangan digital antarnegara.

Kabel Laut Pukpuk Diresmikan

Telkom menyebut Pukpuk-1 sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa perusahaan ingin memastikan seluruh wilayah Indonesia tetap terhubung dalam era digital. Ia juga menyebut inisiatif ini diharapkan memperkuat konektivitas Indonesia Timur dan membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global.

Menurut Dian, Pukpuk-1 menjadi bukti bahwa TelkomGroup melalui Telin mampu menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menambahkan bahwa Indonesia Timur bukan wilayah yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Pernyataan itu menegaskan ambisi Telkom untuk memperluas peran strategisnya di kawasan Asia-Pasifik.

Peresmian di Jayapura juga memperlihatkan dukungan pemerintah dan mitra regional terhadap proyek ini. Kehadiran para pejabat dari Indonesia dan Papua Nugini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas batas dalam pembangunan infrastruktur digital. Momentum ini sekaligus menandai babak baru hubungan konektivitas kedua negara.

Jalur Kabel dan Cakupan

SKKL Pukpuk-1 memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalurnya mencakup rute Jayapura hingga perbatasan Indonesia sepanjang 30 kilometer, kemudian dari perbatasan menuju Vanimo sepanjang 50 kilometer, serta dari perbatasan menuju Madang sepanjang 770 kilometer. Rincian tersebut menunjukkan skala proyek yang cukup besar dan strategis.

Dengan bentangan lintas negara ini, Pukpuk-1 memperkuat jalur komunikasi di wilayah timur Indonesia. Infrastruktur bawah laut tersebut dirancang untuk meningkatkan keandalan koneksi data dan memperluas jangkauan layanan telekomunikasi. Bagi wilayah Papua, kehadirannya diharapkan mendorong pemerataan akses digital yang lebih baik.

Proyek ini juga berpotensi mendukung pertumbuhan layanan digital di kawasan yang selama ini menghadapi tantangan konektivitas. Penguatan jaringan semacam ini menjadi penting bagi sektor pendidikan, layanan publik, hingga aktivitas ekonomi lokal. Dalam jangka panjang, kapasitas koneksi yang lebih stabil dapat membuka peluang bisnis baru.

Peran Strategis untuk Papua

Kehadiran kabel laut Pukpuk-1 dinilai menjadi tonggak penting bagi Papua dan kawasan timur Indonesia. Infrastruktur ini tidak hanya menghubungkan dua negara, tetapi juga memperkuat posisi Papua sebagai gerbang konektivitas regional. Dengan demikian, wilayah tersebut memiliki peran yang semakin strategis dalam peta digital nasional.

TelkomGroup menempatkan proyek ini sebagai bukti komitmen untuk menghadirkan pemerataan infrastruktur digital. Pembangunan jaringan lintas batas diharapkan dapat mengurangi ketimpangan akses antara pusat dan daerah. Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan koneksi internet yang lebih cepat dan andal.

Selain memperkuat konektivitas, proyek ini membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan Papua Nugini. Kolaborasi tersebut dapat berkembang ke bidang layanan digital, perdagangan, dan pertukaran data antarwilayah. Dengan fondasi infrastruktur yang lebih kuat, kerja sama kawasan diperkirakan menjadi lebih produktif.

Ekosistem Digital Asia Pasifik

Pukpuk-1 disebut sebagai kabel laut lintas batas pertama di Asia-Pasifik yang menghubungkan langsung Indonesia dan Papua Nugini. Status itu membuat proyek ini memiliki nilai historis sekaligus strategis bagi industri telekomunikasi. Posisinya mempertegas peran Indonesia dalam ekosistem konektivitas regional.

Keberadaan kabel ini juga menunjukkan bahwa investasi infrastruktur digital masih menjadi kunci pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Konektivitas yang kuat akan mempermudah distribusi layanan digital, mempercepat arus informasi, dan meningkatkan daya saing kawasan. Dalam konteks itu, Papua dapat tampil sebagai titik penting dalam jaringan komunikasi internasional.

Telkom menyatakan akan terus menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia demi masa depan yang semakin terhubung. Proyek Pukpuk-1 menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut. Dengan beroperasinya jaringan ini, Indonesia dan Papua Nugini kini memiliki jalur konektivitas baru yang lebih langsung dan strategis.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!