BEI Dorong Perusahaan Ekraf Artis dan Influencer IPO

Forex & Saham Gilang Nabaris 26 Mei 2026 13:22 WIB 2
BEI Dorong Perusahaan Ekraf Artis dan Influencer IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan milik artis dan influencer di sektor ekonomi kreatif untuk melantai di bursa melalui initial public offering atau IPO. Dorongan itu disampaikan seiring upaya BEI memperluas basis emiten dari industri kreatif yang dinilai semakin potensial. Langkah tersebut juga dibahas bersama Kementerian Ekonomi Kreatif untuk membuka ruang kerja sama dan pertukaran informasi. BEI menilai kolaborasi ini penting agar pasar modal lebih memahami struktur bisnis dan prospek usaha di sektor ekraf.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pembahasan dengan Kementerian Ekraf sudah dilakukan untuk memperkuat pemetaan industri kreatif. Menurut dia, kerja sama itu diharapkan membantu BEI melihat peluang perusahaan ekraf yang siap menjadi perusahaan tercatat. Jeffrey menegaskan, bursa terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar mengenai mekanisme dan regulasi IPO. Ia menyampaikan pernyataan itu di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Senin (25/5/2026).

BEI Buka Pintu IPO Ekraf

Jeffrey menilai sektor ekonomi kreatif memiliki karakter usaha yang menarik untuk dipelajari pasar modal. Karena itu, BEI ingin bertukar informasi agar dapat memahami model bisnis, alur pendapatan, dan potensi pertumbuhan perusahaan ekraf. Ia menyebut, pendekatan tersebut penting agar calon emiten dapat menyiapkan diri lebih awal. Dengan persiapan yang baik, proses menuju IPO diharapkan menjadi lebih terstruktur.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan ekraf perlu mulai memahami aturan menjadi perusahaan tercatat. Menurut Jeffrey, pemahaman sejak awal akan membantu manajemen menyiapkan tata kelola, keterbukaan informasi, dan kesiapan administrasi. Artis, pelajar, maupun kelompok masyarakat lainnya juga dipersilakan datang untuk belajar langsung di bursa. BEI, kata dia, ingin memperluas literasi pasar modal tanpa membatasi latar belakang pihak yang berminat.

Langkah BEI ini mencerminkan upaya mendorong diversifikasi emiten di pasar modal Indonesia. Sektor ekonomi kreatif dinilai mampu menghadirkan cerita pertumbuhan yang relevan dengan tren konsumsi masyarakat. Di sisi lain, perusahaan kreatif juga berpeluang memperoleh pendanaan yang lebih besar melalui pasar saham. Opsi pendanaan tersebut dapat membantu ekspansi bisnis sekaligus memperkuat struktur modal perusahaan.

Kerja sama dengan Kementerian Ekraf dipandang sebagai pintu masuk untuk mempertemukan kebutuhan industri dan regulasi pasar modal. Melalui koordinasi itu, BEI dapat menjangkau pelaku usaha yang selama ini belum mengenal proses IPO secara mendalam. Informasi yang lebih lengkap juga dapat mengurangi jarak antara dunia kreatif dan pasar keuangan. Dengan begitu, peluang lahirnya emiten baru dari sektor ini menjadi lebih terbuka.

Prospek Bisnis Jadi Sorotan

Sebelumnya, BEI mengonfirmasi adanya rencana IPO dari sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang entertainment. Calon perusahaan tercatat itu disebut memiliki aset yang besar dan masuk dalam daftar antrean IPO. Informasi tersebut memunculkan perhatian karena menunjukkan minat pelaku industri kreatif terhadap pasar modal. BEI menilai kehadiran calon emiten semacam ini dapat memperkaya komposisi perusahaan tercatat di bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan calon perusahaan itu juga mengelola kebun binatang. Menurut dia, nilai penghimpunan dana dari perusahaan tersebut menjadi yang paling besar dibanding calon perusahaan tercatat lain dalam antrean IPO. Ia menilai daya tarik usaha itu bukan semata berasal dari produksi konten, tetapi dari pengalaman langsung yang bisa dinikmati publik. Hal tersebut membuat model bisnisnya lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Nyoman menjelaskan bahwa yang dimaksud sebagai perusahaan besar itu bukan production house. Ia menekankan bahwa aspek hiburan yang dihadirkan bersifat nyata dan dapat dikunjungi langsung oleh masyarakat. Menurut dia, keberadaan kebun binatang juga memberi nilai edukasi, terutama bagi anak-anak. Karena itu, bisnis tersebut dinilai memiliki kombinasi hiburan, edukasi, dan potensi komersial yang kuat.

Ia menyampaikan penjelasan itu di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/5/2026). Pernyataan tersebut mempertegas bahwa sektor ekraf semakin mendapat perhatian dalam pipeline IPO bursa. BEI kini tampak aktif menjaring calon emiten dari industri yang tidak selalu berasal dari sektor tradisional. Dalam konteks itu, ekonomi kreatif menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi pasar modal.

Regulasi IPO Perlu Dipahami

BEI menilai kesiapan regulasi menjadi faktor utama sebelum perusahaan kreatif masuk ke pasar saham. Calon emiten perlu memahami persyaratan keterbukaan informasi, struktur kepemilikan, hingga tata kelola perusahaan. Tanpa pemahaman yang memadai, proses IPO bisa menghadapi hambatan pada tahap penilaian dan pencatatan. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dari strategi BEI dalam menjangkau sektor ekraf.

Jeffrey menegaskan, perusahaan yang tertarik perlu mulai mempersiapkan dokumen dan mekanisme internal sejak dini. Menurut dia, kesiapan tersebut tidak hanya menyangkut aspek administratif, tetapi juga kesiapan bisnis untuk diawasi publik. Pasar modal menuntut transparansi yang tinggi, sehingga perusahaan harus mampu menjaga kepercayaan investor. Dengan kesiapan itu, peluang sukses menghimpun dana melalui IPO akan lebih besar.

Kerja sama dengan Kementerian Ekraf diharapkan mempercepat pemetaan perusahaan mana saja yang memiliki prospek kuat. BEI memerlukan informasi yang akurat untuk menilai potensi bisnis, skala usaha, dan keberlanjutan pendapatan calon emiten. Di sisi lain, kementerian dapat menjadi jembatan antara regulator dan pelaku industri kreatif. Pola ini dinilai efektif untuk memperluas akses pembiayaan melalui pasar modal.

Melalui pendekatan tersebut, BEI ingin memastikan perusahaan kreatif tidak hanya populer, tetapi juga siap secara fundamental. Pasar modal membutuhkan emiten dengan model bisnis yang jelas dan prospek pertumbuhan yang terukur. Jika persyaratan itu terpenuhi, sektor ekraf dapat menjadi sumber emiten baru yang menarik bagi investor. Hal ini sekaligus memperkuat peran bursa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Ekraf Makin Dekat Pasar Modal

Minat BEI terhadap sektor ekonomi kreatif menunjukkan pasar modal mulai melihat potensi di luar industri konvensional. Perusahaan berbasis hiburan, edukasi, dan pengalaman langsung dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi investor. Selain itu, sektor ini sering memiliki basis penggemar yang kuat sehingga potensi pertumbuhannya cukup besar. Dengan dukungan yang tepat, perusahaan kreatif dapat berkembang lebih cepat setelah menjadi emiten.

Di saat yang sama, kehadiran perusahaan milik artis atau influencer juga dapat meningkatkan perhatian publik terhadap pasar saham. Namun, popularitas tidak otomatis menjadi jaminan keberhasilan IPO. Investor tetap akan menilai kinerja keuangan, prospek usaha, serta kualitas tata kelola perusahaan. Karena itu, BEI terus menekankan pentingnya kesiapan fundamental sebelum melantai di bursa.

Kolaborasi lintas lembaga antara BEI dan Kementerian Ekraf menjadi sinyal bahwa ekosistem pendanaan untuk industri kreatif sedang diperluas. Skema ini dapat membantu perusahaan yang selama ini mengandalkan pembiayaan internal atau pinjaman terbatas. Dengan akses ke pasar modal, perusahaan memiliki ruang untuk ekspansi, inovasi, dan peningkatan kapasitas bisnis. Pada akhirnya, keberhasilan IPO dapat memberi dampak positif bagi industri dan investor.

BEI berharap minat perusahaan kreatif untuk masuk bursa terus bertambah dalam waktu mendatang. Bursa juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi pelaku usaha yang ingin memahami proses pencatatan saham. Jika sinergi ini berjalan baik, lebih banyak emiten dari sektor ekraf dapat lahir di pasar modal Indonesia. Kondisi tersebut akan memperkaya pilihan investasi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!