Venie Vee membuka kisah pahit di balik kesuksesannya sebagai DJ. Di usia 25 tahun, ia mengaku tidak mengenal ayah dan ibunya sejak masih balita, meski kini namanya mulai dikenal publik. Pengalaman itu membentuk karakter Venie Vee, sekaligus meninggalkan luka emosional yang belum sepenuhnya hilang.
Perempuan yang juga berlatar Sarjana Pendidikan itu mengatakan telah diasuh kakek dan nenek sejak berusia 17 bulan. Meski mampu berdiri di atas kaki sendiri dan meniti karier di dunia musik, ia masih kerap teringat pada pertanyaan tentang alasan dirinya ditinggalkan. Dari pengalaman tersebut, Venie Vee bertekad menghadirkan kasih sayang penuh kepada anak-anaknya kelak.
Jejak Masa Kecil
Venie Vee mengungkap bahwa dirinya tidak pernah benar-benar mengenal ayah dan ibu kandungnya sejak kecil. Ia menyebut kehidupan itu sudah berlangsung sejak usia 17 bulan.
Sejak bayi, ia dibesarkan oleh kakek dan nenek yang bukan berasal dari keluarga ayah maupun ibunya. Kondisi tersebut membuat masa kecilnya berjalan tanpa kehadiran orang tua kandung.
Pengalaman itu menjadi bagian penting dalam perjalanan emosional Venie Vee hingga dewasa. Ia mengaku masih menyimpan kesedihan karena tidak pernah merasakan tumbuh bersama kedua orang tua.
Bagi Venie Vee, luka masa kecil itu tidak mudah dihapus hanya dengan pencapaian karier. Meski demikian, ia memilih terus melangkah dan tidak membiarkan masa lalu menghentikannya.
Pertanyaan yang Membekas
Venie Vee mengaku kerap mempertanyakan alasan dirinya harus mengalami situasi tersebut. Ia bahkan beberapa kali merasa seolah dibuang oleh orang tuanya sendiri.
Rasa sedih itu, menurutnya, sering muncul ketika melihat orang lain sukses bersama dukungan ayah dan ibu mereka. Pada momen tertentu, perasaan itu membuatnya menangis tanpa bisa ditahan.
Ia juga sempat bertanya mengapa dirinya dilahirkan jika pada akhirnya tidak diurus oleh orang tua kandung. Pertanyaan itu menjadi beban emosional yang cukup lama ia simpan.
Meski demikian, Venie Vee berusaha tidak terjebak dalam kesedihan yang sama terus-menerus. Ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran hidup yang berharga.
Jalan Mandiri
Venie Vee menegaskan bahwa selama ini ia menjalani hidup secara mandiri untuk mencapai posisinya sekarang. Ia membangun nama sebagai DJ dengan usaha sendiri.
Selain dikenal di dunia hiburan, ia juga memiliki latar pendidikan sebagai Sarjana Pendidikan. Modal itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya yang tidak mudah.
Trauma masa kecil membuat Venie Vee terbiasa menghadapi banyak hal seorang diri. Ia menyadari bahwa tidak semua orang akan selalu menemani langkahnya.
Dari pengalaman tersebut, ia belajar untuk tetap kuat meski berada dalam kondisi yang sulit. Baginya, keberhasilan saat ini adalah bukti bahwa ia mampu bertahan.
Harapan untuk Anak
Venie Vee mengatakan pengalaman hidupnya telah membentuk cara pandang terhadap keluarga dan pengasuhan. Ia tidak ingin anak-anaknya merasakan kekosongan seperti yang pernah ia alami.
Ia berjanji bahwa jika kelak memiliki anak, semua hal yang tidak didapatkan semasa bayi akan ia berikan sepenuhnya. Komitmen itu menjadi bagian penting dari nilai yang ingin ia wariskan.
Di sisi lain, Venie Vee mengaku tidak terlalu berharap bertemu atau ditemukan oleh kedua orang tuanya. Ia memilih untuk menumpahkan perasaan tanpa menuntut apa pun dari mereka.
Ia hanya berharap kehidupan ayah dan ibunya baik-baik saja. Bagi Venie Vee, ketenangan batin saat ini lebih penting daripada jawaban yang mungkin tidak pernah datang.
