UMKM Yogya Raup Omzet Rp 1 M dari Pasok Susu MBG

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 10:40 WIB 2
UMKM Yogya Raup Omzet Rp 1 M dari Pasok Susu MBG

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG memberi peluang besar bagi pelaku usaha kecil di daerah. Salah satunya dirasakan Sweet Sundae, UMKM pengolahan susu asal Yogyakarta, yang mengaku telah meraup omzet hingga Rp1 miliar dari pasokan susu untuk program tersebut.

Owner sekaligus Co-founder Sweet Sundae, Yuki Rahmayanti, mengatakan perusahaan mendapat amanah memasok susu untuk MBG sejak Februari 2025. Saat ini, sedikitnya lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Jawa Tengah, termasuk Magelang, Purworejo, Cilacap, dan Semarang, mengambil stok dari usahanya.

MBG Dorong Usaha Susu

Permintaan susu dari program MBG membuat aktivitas produksi di Sweet Sundae meningkat pesat. Yuki menyebut satu SPPG biasanya mengambil 12 ribu kemasan susu per hari dengan ukuran 100 mililiter. Setiap SPPG juga menerima suplai sebanyak dua kali dalam sepekan.

Lonjakan kebutuhan itu mendorong perusahaan memperkuat rantai pasok agar distribusi tetap lancar. Menurut Yuki, pekan depan pihaknya kembali menambah delapan SPPG baru sebagai mitra pasokan. Kondisi tersebut membuat volume produksi harian terus bertambah.

Di tengah tingginya permintaan, Sweet Sundae menjaga konsistensi mutu produk susu plain yang dipasok untuk MBG. Yuki menegaskan bahwa pemilihan mitra dilakukan secara selektif agar distribusi berjalan sesuai standar. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan dari pihak SPPG.

Omzet Naik Signifikan

Keterlibatan dalam program MBG memberi dampak langsung terhadap omzet usaha. Sweet Sundae disebut mampu membukukan pendapatan hingga Rp1 miliar dari suplai susu untuk program tersebut. Angka itu menjadi capaian yang menonjol bagi UMKM pengolahan susu di Yogyakarta.

Peningkatan pendapatan tersebut tidak hanya berasal dari volume penjualan, tetapi juga dari kesinambungan permintaan. Dengan jadwal suplai rutin, arus produksi dan distribusi menjadi lebih terencana. Situasi ini memberi kepastian usaha yang dibutuhkan pelaku UMKM.

Bagi Yuki, pertumbuhan omzet menjadi bukti bahwa program pemerintah dapat membuka ruang bisnis baru bagi sektor kecil dan menengah. Ia menilai kemitraan yang sehat dengan SPPG membuat usahanya lebih berkembang. Dalam waktu singkat, MBG telah menjadi pasar penting bagi Sweet Sundae.

Peternakan Sendiri Diperluas

Tingginya kebutuhan susu membuat Sweet Sundae tidak lagi hanya bergantung pada pasokan eksternal. Perusahaan kemudian membuka peternakan sendiri untuk menjaga ketersediaan bahan baku. Saat ini, peternakan tersebut memelihara 97 ekor sapi.

Dari jumlah sapi itu, produksi susu harian mencapai sekitar 4,5 ton. Kapasitas tersebut membantu perusahaan memenuhi kebutuhan SPPG yang terus bertambah. Penguatan sektor hulu dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi.

Yuki menjelaskan, keputusan membangun peternakan merupakan respons terhadap kenaikan permintaan yang terjadi sejak awal masuk ke program MBG. Dengan pengelolaan bahan baku sendiri, perusahaan dapat lebih leluasa mengatur kualitas dan volume produksi. Langkah ini juga mengurangi risiko keterlambatan pasokan.

Seleksi Mitra Tetap Ketat

Yuki mengungkapkan, awal keterlibatan Sweet Sundae dalam pasokan MBG bermula dari tawaran sejumlah SPPG yang datang langsung ke tempat usahanya. Tawaran itu berupa suplai susu plain atau susu murni untuk kebutuhan program. Namun, ia tidak langsung menerima semua permintaan yang masuk.

Menurut Yuki, seleksi mitra dilakukan agar kerja sama berlangsung profesional dan sesuai kapasitas produksi. Ia menilai setiap SPPG harus memiliki komitmen yang jelas dalam pengambilan stok dan distribusi. Karena itu, perusahaan memilih bekerja dengan pihak yang paling siap secara operasional.

Melalui pendekatan tersebut, Sweet Sundae berupaya menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan keberlanjutan usaha. Program MBG pun tidak hanya menjadi pasar baru, tetapi juga pemicu penguatan bisnis dari hulu ke hilir. Bagi UMKM seperti Sweet Sundae, peluang itu membuka ruang tumbuh yang lebih besar di masa depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!