UMKM Pertamina Teken Ekspor Cokelat Rp87 Miliar ke Jepang

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 26 Mei 2026 04:17 WIB 3
UMKM Pertamina Teken Ekspor Cokelat Rp87 Miliar ke Jepang

Pertamina mencatat capaian baru dari ajang Trade Expo Indonesia 2025 setelah salah satu UMKM binaannya menandatangani kerja sama ekspor cokelat dengan perusahaan asal Jepang. Transaksi yang disepakati bernilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar dan menjadi sorotan dalam pameran dagang tersebut. Penandatanganan dilakukan antara PT Java Criollo Cokelat Indonesia dan Being Co Ltd. Prosesi itu turut disaksikan Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman.

Capaian ini menegaskan bahwa produk UMKM lokal memiliki daya saing di pasar internasional bila didukung kualitas dan akses promosi yang tepat. Pertamina menyebut kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu bagi puluhan UMKM binaan lain untuk mengikuti jejak serupa. Selain Jepang, peluang pasar dari para buyer internasional di TEI 2025 juga dinilai masih terbuka lebar. Pertamina menempatkan ekspor ini sebagai bukti bahwa pelaku usaha kecil dapat naik kelas.

UMKM Binaan Raih Ekspor

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai kerja sama itu menjadi bukti UMKM lokal mampu bersaing di pasar global. Menurut dia, keberhasilan Java Criollo memperlihatkan bahwa produk binaan Pertamina dapat diterima pembeli internasional. Fadjar juga menyebut nilai transaksi yang dicapai cukup signifikan bagi pengembangan usaha. Ia berharap capaian ini dapat memacu UMKM lain untuk berani masuk pasar ekspor.

PT Java Criollo Cokelat Indonesia dikenal sebagai produsen kakao dan cokelat yang masuk dalam pembinaan Pertamina. Dalam ajang TEI 2025, perusahaan ini berhasil menarik minat Being Co Ltd dari Jepang. Kedua pihak kemudian menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama ekspor produk cokelat. Nilai transaksi yang disepakati mencapai sekitar US$ 5,2 juta.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda. Momen tersebut berlangsung dengan kehadiran Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman. Kehadiran pejabat pemerintah itu menambah bobot strategis dari kesepakatan yang terjalin. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi salah satu sorotan utama Pertamina di pameran dagang itu.

Pertamina menilai transaksi ini bukan hanya pencapaian satu perusahaan, melainkan contoh konkret bagi ekosistem UMKM binaannya. Perusahaan energi pelat merah itu membawa total 45 UMKM ke TEI 2025 untuk membuka peluang perdagangan. Dari jumlah tersebut, Java Criollo menjadi salah satu yang berhasil mengunci kesepakatan ekspor. Pertamina berharap langkah ini dapat diikuti oleh peserta lain dalam ajang yang sama.

Minat Jepang Pada Cokelat

Dari sisi pembeli, Sakae Noda mengaku tertarik pada kualitas cokelat asal Indonesia. Ia menilai produk Java Criollo unggul dari sisi bahan baku, cita rasa, dan harga yang kompetitif. Menurut dia, karakter produk yang alami menjadi salah satu alasan utama ketertarikan tersebut. Noda juga melihat potensi pasar yang besar untuk cokelat Indonesia di Jepang.

Noda menyebut produk Java Criollo dibuat tanpa pupuk kimia dan memiliki kualitas yang sangat baik. Ia menilai kombinasi kualitas tinggi dan harga terjangkau menjadi keunggulan utama produk tersebut. Karena itu, pihaknya merasa yakin untuk menjalin kerja sama lebih lanjut. Ia berharap masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat Indonesia dengan lebih luas.

Ketertarikan buyer Jepang ini menjadi sinyal positif bagi produk olahan kakao nasional. Pasar Jepang dikenal memiliki standar kualitas tinggi dan seleksi ketat terhadap produk impor. Jika mampu masuk ke pasar tersebut, produk Indonesia berpeluang memperoleh reputasi yang lebih kuat. Kondisi ini juga dapat membuka jalan bagi produsen kakao lain untuk memperluas jangkauan ekspor.

Keberhasilan negosiasi juga menunjukkan pentingnya konsistensi pada mutu dan kemasan produk. Dalam perdagangan internasional, aspek harga saja tidak cukup tanpa dukungan kualitas yang stabil. Java Criollo dinilai berhasil menggabungkan nilai tersebut dalam produknya. Hasilnya, perusahaan mampu meyakinkan buyer asing untuk menandatangani kesepakatan bernilai besar.

Langkah Naik Kelas UMKM

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya diterima di pasar internasional. Menurut dia, awalnya buyer memang mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan nama perusahaannya. Setelah menilai kualitas produk, pihak pembeli kemudian mempercayai kerja sama tersebut. Inge menyebut momen itu sebagai langkah penting bagi perusahaannya dan UMKM Indonesia.

Inge mengatakan bahwa nilai dan cita rasa yang dibawa perusahaannya akhirnya mendapat tempat di luar negeri. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang dalam menjaga kualitas produksi. Bagi pelaku UMKM, pengakuan dari pembeli internasional menjadi pencapaian yang bernilai strategis. Karena itu, kesepakatan ini dipandang bukan sekadar transaksi, melainkan validasi pasar.

Keterlibatan UMKM dalam pameran dagang seperti TEI 2025 memberi kesempatan lebih luas untuk bertemu buyer dari berbagai negara. Ajang tersebut menjadi ruang promosi sekaligus negosiasi bisnis bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan dukungan pembinaan, UMKM dapat mempresentasikan produk secara lebih profesional. Hal ini memperbesar peluang mereka untuk menembus pasar ekspor berkelanjutan.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mengawal UMKM binaan agar mampu meningkatkan kapasitas usaha. Melalui partisipasi di TEI 2025, perusahaan berharap lebih banyak produk lokal memperoleh kesepakatan serupa. Bila tren ini berlanjut, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional berpotensi meningkat. Pada akhirnya, pencapaian Java Criollo dapat menjadi contoh nyata transformasi usaha kecil ke pasar global.

Peluang Ekspor UMKM Meluas

Kehadiran 44 UMKM lain yang dibawa Pertamina ke TEI 2025 menandakan strategi ekspansi pasar dilakukan secara kolektif. Perusahaan ingin memastikan seluruh binaannya memiliki akses bertemu buyer internasional. Dalam konteks ini, ekspor Java Criollo menjadi pembuka jalan yang penting. Momentum tersebut diharapkan menular kepada pelaku usaha lain yang ikut serta.

Pasar global saat ini semakin terbuka bagi produk dengan cerita asal, kualitas, dan keberlanjutan yang kuat. Cokelat Indonesia dinilai memiliki modal itu karena bahan bakunya melimpah dan proses produksinya terus berkembang. Jika promosi dilakukan konsisten, peluang menambah kontrak ekspor akan semakin besar. Hal ini juga dapat mendorong nilai tambah di dalam negeri.

Kerja sama dengan buyer Jepang menjadi contoh bagaimana pameran dagang dapat menghasilkan transaksi konkret. Bagi UMKM, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa ajang promosi tidak berhenti pada pameran semata. Ada peluang bisnis yang nyata ketika kualitas produk mampu menjawab kebutuhan pasar. Dengan pendekatan itu, UMKM bisa naik kelas secara bertahap dan terukur.

Pertamina berharap capaian Java Criollo menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk memperkuat inovasi dan daya saing. Di tengah persaingan global, kualitas produk, kesiapan bisnis, dan jejaring internasional menjadi faktor penentu. Jika tiga unsur itu terpenuhi, peluang ekspor akan lebih mudah diraih. Kesepakatan bernilai Rp87 miliar ini menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia punya potensi besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!