UMKM Pertamina Catat Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 12:56 WIB 3
UMKM Pertamina Catat Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft 2025

Hari pertama pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft Oktober 2025, langsung menjadi momentum positif bagi 32 UMKM binaan Pertamina. Dalam sehari, para pelaku usaha itu membukukan transaksi penjualan lebih dari Rp1,2 miliar di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Ajang yang berlangsung pada 1-5 Oktober 2025 ini membuka peluang bagi UMKM untuk bertemu pembeli ritel, buyer korporasi, hingga calon mitra dari luar negeri. Capaian awal tersebut menunjukkan kesiapan produk, strategi promosi, dan daya saing UMKM binaan Pertamina di pasar yang semakin kompetitif.

UMKM Pertamina Tembus Penjualan

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut hasil itu lahir dari persiapan yang dilakukan jauh sebelum pameran dimulai. Para UMKM binaan telah melalui kurasi, seleksi, dan coaching clinic untuk memperkuat branding, kemasan, serta storytelling produk.

Persiapan tersebut juga mencakup penataan display booth agar produk tampil lebih menarik di hadapan pengunjung. Menurut Fadjar, langkah ini penting agar pelaku usaha tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun citra dan nilai tambah di mata pembeli.

Capaian transaksi hari pertama menjadi bukti kegigihan UMKM dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang berskala internasional itu. Pertamina menilai hasil ini memperlihatkan bahwa pembinaan yang konsisten dapat berbuah pada performa bisnis yang kuat sejak hari pertama pameran.

Fadjar menegaskan, pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya minat pasar, tetapi juga kesiapan produk UMKM binaan untuk bersaing. Ia menambahkan, pencapaian itu sekaligus menjadi modal penting untuk memperluas jaringan usaha ke berbagai segmen pembeli.

Kainnesia Raih Pesanan Besar

Salah satu UMKM yang mencatat transaksi paling menonjol adalah Kainnesia milik Nur Salam dari Umbulharjo, Yogyakarta. Dalam satu hari, usaha tersebut mengantongi pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta dari perusahaan pelayaran dan sejumlah kementerian.

Pesanan itu menunjukkan bahwa produk UMKM daerah memiliki peluang besar di pasar institusi dan korporasi. Kehadiran di Inacraft memberi ruang bagi Kainnesia untuk bertemu langsung dengan pembeli yang membutuhkan produk dalam volume besar dan spesifikasi khusus.

Bagi pelaku usaha seperti Kainnesia, pameran bukan sekadar etalase penjualan, melainkan juga sarana validasi pasar. Respons positif dari pembeli besar menunjukkan bahwa produk lokal mampu menjawab kebutuhan resmi dan profesional.

Keberhasilan ini turut memperkuat posisi UMKM binaan Pertamina sebagai pelaku usaha yang mampu bersaing dalam segmen bernilai tinggi. Dengan dukungan pembinaan yang tepat, produk kerajinan lokal dapat naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Smart Batik Perluas Pasar

UMKM lain yang mencuri perhatian adalah Smart Batik atau CV Smart Batik Indonesia milik Miftahudin Nur Insan asal Yogyakarta. Usaha ini membawa produk kain batik, fesyen batik, hingga payung batik ramah lingkungan berbahan Batik Sawit.

Produk unggulan Smart Batik bahkan telah diperkenalkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Selain itu, produknya juga sempat digunakan oleh menteri dan artis nasional dalam panggung Anugerah Komedi Indonesia 2025.

Pada hari pertama Inacraft, Smart Batik mencatat transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan Kain Batik Sawit dan Payung Batik. Angka tersebut menegaskan bahwa produk inovatif berbasis budaya masih memiliki daya tarik kuat di pasar.

Miftahudin menilai keikutsertaan dalam pameran bersama Pertamina memberi dampak besar bagi perkembangan usahanya. Ia menyebut kesempatan itu bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka jaringan baru dengan buyer domestik maupun internasional.

Pertamina Dukung Ekonomi Kreatif

Di Inacraft Oktober 2025, 32 UMKM binaan Pertamina tersebar di beberapa titik pameran. Sebanyak 18 UMKM wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A, sementara 6 UMKM makanan dan minuman hadir di Talam Hall B.

Selain itu, ada 7 UMKM co-branding yang membeli booth mandiri di area pameran. Penempatan yang beragam ini memberi peluang bagi pengunjung untuk melihat produk dari berbagai kategori usaha dalam satu lokasi.

Pertamina juga mengusung konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future untuk menarik minat pengunjung. Konsep itu dilengkapi display produk, penjualan, business matching dengan buyer, serta aktivasi digital seperti lucky dip dan mobcast.

Fadjar menegaskan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang dijalankan secara rutin. Program ini juga sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya pada poin yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!