UMKM Hijab Dyalodya Bongkar Kerugian Retur COD

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 14 Mei 2026 05:31 WIB 19
UMKM Hijab Dyalodya Bongkar Kerugian Retur COD

Sebuah video curhatan pemilik usaha hijab Dyalodya beredar luas di media sosial setelah ia mengungkap kerugian besar akibat tumpukan paket retur pelanggan dalam satu minggu. Video itu direkam di akun Instagram @dyalodya dan menampilkan gunungan paket berlabel COD yang gagal terkirim serta dikembalikan oleh kurir. Kejadian ini menyoroti kerentanan sistem pembayaran COD yang dinilai sering disalahgunakan oleh oknum pembeli tidak bertanggung jawab, sehingga operasional terganggu.

Pemilik Dyalodya, Zahra, menyatakan bahwa gangguan ini lebih dari sekadar soal pengiriman, melainkan dampak finansial yang merembet ke produksi. Ia menegaskan bahwa kerugian timbul dari tumpukan paket retur, sebagian besar karena penolakan COD tanpa alasan jelas. Klaim ini didasari laporan internal dan video edukasi yang ia unggah untuk mendorong peningkatan keamanan dan keandalan sistem COD.

Modus Penipuan COD

Keterangan Zahra menyebut adanya modus penipuan terstruktur yang melibatkan pihak ketiga dalam proses COD. Pelanggan yang menerima paket tidak pesan biasanya dihubungi sebagai pembeli acak dengan alamat palsu yang menggunakan identitas Dyalodya. Selain itu, paket retur kerap dibuka dan isinya ditukar dengan barang bekas atau tidak bernilai, sehingga menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha dan konsumen.

Zahra menambahkan bahwa modus ini kerap melibatkan pihak ketiga yang bertugas mengirimkan paket dengan alamat palsu terkait merek. Kecurigaan terkait kurir juga muncul karena beberapa kasus nyatanya melibatkan pengiriman yang tidak sesuai pesanan. Ia menekankan perlunya investigasi lebih lanjut untuk membatasi praktik penipuan seperti ini.

Video yang diunggah juga memperlihatkan paket retur dibuka, isi barang ditukar dengan celana kolor bekas. Kondisi kemasan yang terobek mengindikasikan upaya merusak transaksi dan menyamarkan nilai kiriman. Kejadian itu meningkatkan kekhawatiran terhadap integritas layanan COD bagi konsumen.

Dampak bagi UMKM

Dampak operasional muncul saat tumpukan paket retur mengganggu jadwal pengiriman dan layanan pelanggan. Biaya logistik membengkak karena proses menerima, memeriksa, dan mengembalikan barang yang tidak sesuai. Selain itu, reputasi toko juga terancam karena pelanggan bisa menerima kiriman yang tidak dimaksudkan.

Kepada publik, keluhan pelanggan yang tidak membeli produk Dyalodya sering muncul di media sosial. Beberapa komentar menyoroti kebocoran data pribadi yang mempermudah pelaku melakukan penipuan. Publik pun mendesak solusi lebih cepat untuk melindungi konsumen dan menjaga keandalan COD.

Pemilik berujar bahwa rugiannya terasa sejak 2017 namun dampaknya semakin besar karena viralnya video edukasi ini. Ia berharap ada tindakan tegas dari mitra logistik dan regulator untuk mengurangi risiko serupa. Upaya kolaborasi antara pelaku industri dan penegak hukum dinilai diperlukan untuk melindungi UMKM.

Tanggapan Pemilik

Zahra menjelaskan video edukasi itu menjadi respons atas keluhan publik yang mengaku tidak pernah membeli produk Dyalodya namun menerima kiriman. Ia menegaskan bahwa modus penipuan terstruktur melibatkan pihak ketiga yang menjalin skema dengan pelaku logistik. Pihaknya menganggap masalah itu menantang karena bereskal hingga berdampak pada reputasi usaha sejak 2017.

Menurut Zahra, sebagian besar pelaku menggunakan identitas dan alamat palsu terkait merek untuk menghamburkan COD. Ia menyebut deteksi internal dan kerja sama dengan kurir menjadi garis pertahanan awal untuk membatasi kasus. Ia meminta dukungan publik dan para mitra industri agar tindakan pencegahan lebih tegas diterapkan.

Zahra menegaskan perlunya evaluasi kebijakan COD dan verifikasi alamat sebelum pengiriman. Ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi mitra logistik dan perlindungan data pelanggan. Akhirnya ia berharap ketertiban transaksi online dapat dipulihkan melalui kerja sama semua pihak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!