Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 09:32 WIB 3
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Camilan singkong buatan tangan dari pelaku usaha difabel asal Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi dikirim senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer 20 ft.

Ekspor perdana itu dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, dan dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Pendiri usaha, Ade Soelistyowati, yang merupakan penyandang disabilitas tuna rungu, menegaskan bahwa keterbatasan tidak menghalangi pelaku UMKM untuk bersaing di pasar global.

Ekspor UMKM ke Brunei

Ekspor perdana Yammy Babeh menjadi tonggak penting bagi PT Gemilang Agro Inovasi, yang selama ini mengolah singkong lokal menjadi produk camilan modern. Pengiriman ke Brunei Darussalam dilakukan setelah perusahaan menjalin kerja sama dengan SP Setia SDN BHD untuk distribusi berkelanjutan.

Nilai ekspor yang mencapai USD 18.000 menunjukkan bahwa produk UMKM daerah dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional. Keberhasilan ini juga memperkuat posisi Sukabumi sebagai salah satu daerah dengan potensi ekspor berbasis olahan pangan.

Produk Cassava Crackers Yammy Babeh diolah dengan standar higienis dan dikemas modern agar sesuai permintaan pasar global. Langkah tersebut menjadi pembeda utama dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan yang semakin ketat.

Selain keripik singkong, perusahaan ini juga menyiapkan pengiriman berkelanjutan agar pasar Brunei menjadi pintu masuk ekspansi lebih luas. Strategi itu diharapkan membuka peluang ekspor lain bagi produk olahan pangan dari daerah.

Dukungan untuk UMKM Disabilitas

Ade Soelistyowati membangun usaha ini bersama suaminya yang tengah berjuang melawan sakit stroke. Di tengah keterbatasan, keduanya tetap menjaga operasional usaha dan mempertahankan kualitas produksi.

Perusahaan yang mereka rintis kini mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja tersebut membantu usaha berjalan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Ade menyampaikan bahwa dukungan berbagai pihak membuatnya semakin percaya diri membawa produk lokal naik kelas. Ia menilai kesempatan yang diberikan kepada pelaku usaha difabel perlu diperluas agar lebih banyak UMKM bisa berkembang.

Pemerintah pusat juga menyatakan akan memberi perhatian lebih kepada pelaku usaha disabilitas. Arahan itu mencakup pembinaan, pelatihan, dan penguatan agar mereka mampu bersaing di tingkat global.

Inovasi Produk Lokal

Selain keripik singkong, PT Gemilang Agro Inovasi mengembangkan produk turunan mangrove seperti kapsul, teh, dan bubuk. Produk tersebut kini mulai dipasarkan ke Korea Selatan sebagai bagian dari diversifikasi usaha.

Pengembangan produk berbasis bahan lokal menunjukkan bahwa UMKM dapat tumbuh melalui inovasi yang berkelanjutan. Pendekatan ini juga membuat perusahaan tidak bergantung pada satu jenis produk saja.

Fokus pada kualitas bahan baku dan pengolahan yang higienis menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan pembeli. Dengan standar tersebut, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Inovasi yang dilakukan Ade memperlihatkan bahwa nilai tambah produk daerah bisa lahir dari kreativitas dan keberanian untuk beradaptasi. Model usaha seperti ini dapat menjadi contoh bagi UMKM lain yang ingin menembus pasar ekspor.

Dampak bagi Ekonomi Lokal

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai ekspor Yammy Babeh selaras dengan upaya mendorong wirausaha lokal ke pasar dunia. Menurut dia, keberhasilan UMKM binaan menunjukkan semangat inklusivitas dan inovasi dapat berjalan beriringan.

Pertamina mencatat hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Capaian itu memperlihatkan bahwa pendampingan yang konsisten dapat memperbesar peluang produk lokal untuk bersaing di luar negeri.

Perusahaan pelat merah tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dukungan kepada UMKM di seluruh Indonesia. Dukungan itu diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Ekspor Yammy Babeh menjadi contoh bahwa produk sederhana berbahan singkong dapat naik kelas jika dikelola secara serius. Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa pelaku usaha difabel memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.

Tag Terkait
#UMKM#ekspor#Sukabumi

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!