UMKM Difabel Sukabumi Tembus Ekspor ke Brunei Darussalam

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 08:16 WIB 2
UMKM Difabel Sukabumi Tembus Ekspor ke Brunei Darussalam

Camilan singkong buatan tangan dari Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri setelah produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi melakukan ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Nilai pengiriman awal tersebut mencapai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer berukuran 20 kaki.

UMKM ini didirikan oleh Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, yang membangun usaha bersama suaminya di tengah keterbatasan. Ekspor perdana itu dilepas di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa, dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah serta perwakilan dunia usaha.

Ekspor Singkong Sukabumi

Produk Yammy Babeh dikenal sebagai cassava crackers berbahan dasar singkong lokal yang diolah secara higienis. Kemasan modern turut disiapkan agar produk tersebut memenuhi standar pasar global.

Selain ke Brunei Darussalam, Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove, seperti kapsul, teh, dan bubuk. Produk-produk itu disebut mulai dipasarkan ke Korea Selatan.

Ekspor perdana ini menjadi tonggak penting bagi pelaku UMKM difabel di Sukabumi. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang bersaing di pasar internasional.

PT Gemilang Agro Inovasi juga memperlihatkan model usaha yang bertumpu pada bahan baku lokal dan pengolahan bernilai tambah. Langkah ini dinilai relevan dengan tren perdagangan produk olahan yang makin diminati konsumen luar negeri.

Usaha Inklusif Ade Soelistyowati

Ade menjalankan usaha bersama sang suami yang saat ini masih berjuang melawan stroke. Meski menghadapi tantangan kesehatan dan keterbatasan fisik, keduanya tetap menjaga keberlanjutan usaha.

Perusahaan tersebut kini mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja ini membantu memperluas dampak ekonomi di lingkungan sekitar.

Ade menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Ia berharap dukungan yang diterima dapat membawa produk lokal naik kelas.

Model usaha yang dijalankan Ade menunjukkan bahwa inklusi ekonomi dapat berjalan bersama pemberdayaan masyarakat. Dari satu produk camilan, usaha ini berkembang menjadi sumber lapangan kerja dan inspirasi bagi pelaku UMKM lain.

Dukungan Pemerintah Menguat

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian ekspor yang diraih Ade Soelistyowati. Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Menurut Maman, dukungan lintas pihak menjadi kunci untuk memperkuat daya saing usaha mikro. Ia menilai pelaku UMKM perlu terus mendapat pembinaan agar mampu menembus pasar yang lebih besar.

Maman juga menyebut pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk memperoleh pelatihan dan penguatan. Kebijakan itu, kata dia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong kemandirian ekonomi yang lebih inklusif.

Dukungan pemerintah diharapkan tidak berhenti pada seremoni ekspor, tetapi berlanjut pada pembinaan berkelanjutan. Dengan begitu, pelaku usaha kecil memiliki peluang lebih besar untuk menjaga kontinuitas ekspor.

Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal menembus pasar dunia. Ia menyebut keberhasilan itu membuktikan bahwa semangat inklusivitas dan inovasi dapat berjalan beriringan.

Pertamina menilai setiap individu memiliki potensi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional. Karena itu, perusahaan energi pelat merah tersebut terus memperkuat dukungan kepada UMKM binaan di berbagai daerah.

Hingga Oktober 2025, Pertamina mencatat delapan UMKM telah berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Capaian ini dinilai memberi nilai tambah bagi produk lokal sekaligus menghadirkan dampak sosial dan ekonomi.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperluas dukungan agar semakin banyak UMKM mampu masuk ke pasar global. Dengan akses pembinaan, jejaring, dan pendampingan, produk lokal diharapkan semakin kompetitif di perdagangan internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!