UMKM Binaan Pertamina Tembus Ekspor Cokelat ke Jepang

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 28 Mei 2026 23:28 WIB 2
UMKM Binaan Pertamina Tembus Ekspor Cokelat ke Jepang

Pertamina mencatat capaian baru di Trade Expo Indonesia 2025 setelah salah satu UMKM binaannya, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, menandatangani kerja sama ekspor dengan perusahaan asal Jepang, Being Co Ltd. Nilai transaksi yang disepakati mencapai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar, dan diumumkan pada 19 Oktober 2025 di hadapan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman.

Kesepakatan itu menjadi sorotan karena memperlihatkan produk kakao dan cokelat olahan dari UMKM lokal mampu menembus pasar internasional. Selain Java Criollo, Pertamina juga membawa 44 UMKM lain ke TEI 2025 untuk membuka peluang serupa dengan para pembeli global.

UMKM Pertamina Tembus Jepang

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman dalam rangkaian pameran dagang.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menilai kerja sama ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki daya saing di pasar global. Ia menyebut capaian tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha binaan lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk.

Fadjar menjelaskan bahwa nilai transaksi ekspor itu mencapai sekitar US$ 5,2 juta. Menurut dia, angka tersebut menunjukkan adanya kepercayaan buyer internasional terhadap produk UMKM Indonesia.

Pertamina berharap lebih banyak UMKM binaannya dapat menjalin kemitraan dagang dengan pasar luar negeri. Keikutsertaan 44 UMKM lain di TEI 2025 juga diarahkan untuk membuka jalur ekspor yang berkelanjutan.

Alasan Buyer Memilih Cokelat

Sakae Noda mengatakan dirinya tertarik pada kualitas cokelat asal Indonesia yang dinilai unggul. Ia menilai produk Java Criollo memiliki bahan baku alami dan harga yang kompetitif.

Menurut Sakae, produk tersebut dibuat tanpa pupuk kimia sehingga menarik bagi pasar Jepang. Ia berharap konsumen di negaranya dapat menikmati cokelat Indonesia dengan kualitas yang dianggap sangat baik.

Ketertarikan buyer Jepang itu memperlihatkan bahwa aspek mutu tetap menjadi faktor utama dalam perdagangan internasional. Dalam hal ini, keunggulan produk lokal tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh proses produksi dan karakter bahan baku.

Peluang ekspor seperti ini dapat memperluas pasar UMKM yang selama ini fokus di dalam negeri. Jika konsistensi kualitas terjaga, produk olahan kakao Indonesia berpotensi memperkuat posisi di Asia Timur.

Java Criollo Raih Kepercayaan

Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya diterima di pasar internasional. Ia menyebut awalnya buyer mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan perusahaannya.

Setelah melihat kualitas produk, pihak buyer kemudian memutuskan untuk melanjutkan kerja sama. Inge menilai keputusan itu menjadi bukti bahwa nilai dan cita rasa yang dibawa perusahaannya mendapat apresiasi di luar negeri.

Inge juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan langkah penting bagi perusahaan dan bagi UMKM Indonesia. Ia berharap kerja sama ini dapat membuka jalan bagi pelaku usaha lain untuk masuk ke pasar ekspor.

Kepercayaan dari buyer asing menjadi modal penting bagi UMKM yang ingin naik kelas. Dengan dukungan pembinaan dan akses pameran, peluang untuk memperluas jaringan dagang dinilai semakin terbuka.

TEI 2025 Buka Peluang Baru

Trade Expo Indonesia 2025 menjadi ajang penting bagi Pertamina untuk mempertemukan UMKM binaannya dengan buyer internasional. Kehadiran puluhan pelaku usaha menunjukkan upaya serius untuk memperluas pasar ekspor produk lokal.

Dalam pameran tersebut, transaksi Java Criollo menjadi salah satu pencapaian terbesar yang berhasil dicatat. Nilai kesepakatan itu memberi sinyal bahwa produk UMKM Indonesia memiliki daya saing di tengah persaingan global.

Strategi mempertemukan UMKM dengan pembeli luar negeri dinilai efektif untuk mendorong pertumbuhan usaha. Selain meningkatkan penjualan, langkah ini juga dapat memperkuat standar mutu dan kapasitas produksi pelaku usaha.

Bagi Pertamina, keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen mendukung ekonomi kerakyatan melalui pembinaan berkelanjutan. Jika pola serupa terus berlanjut, lebih banyak UMKM Indonesia berpeluang memperoleh kontrak ekspor bernilai besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!