Ratu Sofya Buka Suara soal Somasi HAS Pictures

Lifestyle Anindya Kirana Putri 29 Mei 2026 00:41 WIB 2
Ratu Sofya Buka Suara soal Somasi HAS Pictures

Ratu Sofya akhirnya buka suara usai disomasi rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella, HAS Pictures, terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik ini mencuat setelah ia mengungkap keberatan terhadap sejumlah adegan intim dalam film tersebut.

Dalam keterangannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Mei 2026, Ratu menegaskan bahwa persoalan yang bermula dari masalah keluarga seharusnya tidak dibawa ke ruang publik. Ia juga mengaku lelah karena konflik itu kini melebar dan semakin sulit dikendalikan.

Ratu Sofya dan polemik film

Ratu Sofya menilai masalah pribadinya dengan keluarga semestinya diselesaikan secara tertutup. Ia menyebut urusan itu tidak pantas menjadi bahan konsumsi publik. Karena itu, ia memilih berhati-hati saat diminta menjelaskan awal mula menerima proyek film tersebut. Sikap itu ia ambil agar polemik tidak semakin panjang.

Aktris muda tersebut mengaku kondisi yang terjadi kini sudah tercampur dengan persoalan keluarga. Menurutnya, situasi itu membuat pembahasan soal film menjadi sulit dipisahkan dari urusan pribadi. Ia menegaskan bahwa hal yang bersifat personal seharusnya tetap berada di ranah privat. Pernyataan itu disampaikan dengan nada yang tenang namun tegas.

Ratu juga menyayangkan isu ini akhirnya melebar ke media. Ia mengaku tidak memiliki niat untuk membuka masalah pribadi kepada publik. Namun, karena pihak HAS Pictures lebih dulu membawa persoalan itu ke ranah terbuka, ia merasa perlu memberikan pernyataan. Langkah tersebut, menurutnya, hanya dilakukan untuk meluruskan posisi dirinya.

Keberatan atas adegan intim

Polemik bermula dari keberatan Ratu terhadap sejumlah adegan intim dalam film yang ia bintangi. Ia sebelumnya sempat menyampaikan bahwa ada bagian tertentu yang membuatnya tidak nyaman. Keterbukaan itu kemudian memicu reaksi dari pihak rumah produksi. Dari sana, perdebatan antara keduanya mulai menjadi sorotan publik.

Ratu tidak merinci secara detail adegan apa yang dipersoalkan. Ia memilih tidak memperpanjang penjelasan mengenai proses penerimaan proyek tersebut. Sikap diam itu disebutnya sebagai bentuk kelelahan menghadapi isu yang terus bergulir. Ia tampak ingin agar pembahasan tersebut segera dihentikan.

Meski demikian, Ratu tetap menegaskan bahwa keberatan yang ia sampaikan bukan untuk mencari perhatian. Ia mengaku hanya ingin menyampaikan kondisi yang dirasakannya secara jujur. Dalam pandangannya, keterbukaan itu seharusnya tidak otomatis memicu konflik yang lebih besar. Ia berharap publik dapat melihat perkara ini secara proporsional.

Soal honor dan keluarga

Selain soal film, Ratu juga ditanya mengenai kabar honor bernilai ratusan juta rupiah yang disebut berada di tangan orang tuanya. Ia memilih tidak menjawab panjang lebar mengenai isu tersebut. Menurutnya, persoalan itu bersifat pribadi dan tidak layak dibuka di hadapan publik. Karena itu, ia menahan diri untuk tidak memberi penjelasan rinci.

Ratu menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hak untuk membahas seluruh detail persoalan keluarga di ruang terbuka. Ia menyebut ada pihak lain yang mungkin membuka informasi itu, tetapi bukan dirinya. Sikap itu ia ambil demi menjaga batas antara urusan pribadi dan pemberitaan. Ia juga menolak menjadikan masalah keluarga sebagai konsumsi media.

Untuk pertanyaan yang menyangkut nominal maupun sengketa internal, Ratu memilih menyerahkannya kepada kuasa hukum. Ia mengatakan seluruh pertanyaan akan dijawab melalui perwakilan hukumnya. Dengan begitu, ia berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang memperpanjang polemik. Langkah tersebut dinilainya paling tepat dalam situasi saat ini.

Kuasa hukum ambil alih

Ratu Sofya menutup keterangannya dengan penegasan bahwa ia tidak akan membuka detail tambahan mengenai konflik yang ada. Ia menyebut banyak bagian dari persoalan ini sudah bercampur dan sulit dipisahkan. Karena itu, ia memilih menjaga sikap agar tidak menambah kegaduhan. Bagi Ratu, kehadiran kuasa hukum menjadi jalur yang paling aman.

Dengan penjelasan itu, posisi Ratu terlihat jelas, yakni ingin memisahkan urusan pekerjaan dari konflik keluarga. Ia juga berharap penanganan masalah dilakukan secara profesional dan tidak emosional. Publik pun kini menunggu langkah lanjutan dari pihak HAS Pictures maupun kuasa hukum Ratu. Perkembangan kasus ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian.

Di tengah sorotan yang terus menguat, Ratu tampak berupaya meredakan keadaan melalui pernyataan yang singkat dan terukur. Ia tidak menambah komentar yang bisa memicu tafsir baru. Sebaliknya, ia meminta ruang bagi penyelesaian yang lebih tertutup. Pendekatan itu menjadi sinyal bahwa ia ingin polemik ini segera mereda.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!