UMKM Binaan Pertamina Raup Rp1,2 Miliar di Inacraft

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 20:42 WIB 2
UMKM Binaan Pertamina Raup Rp1,2 Miliar di Inacraft

Hari pertama pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft Oktober 2025, langsung memberi hasil positif bagi 32 UMKM binaan Pertamina. Dalam satu hari, total transaksi penjualan yang dibukukan menembus lebih dari Rp1,2 miliar di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 1-5 Oktober 2025.

Ajang ini menjadi ruang penting bagi pelaku usaha untuk bertemu pembeli ritel, menjalin kemitraan bisnis, dan memperluas pasar hingga mancanegara. Capaian tersebut lahir dari persiapan yang dilakukan para UMKM sejak tahap kurasi, pelatihan, hingga penataan booth pameran.

UMKM Pertamina Tembus Transaksi

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa hasil tersebut mencerminkan kegigihan para pelaku usaha binaan. Menurut dia, berbagai pembekalan sebelum pameran berperan besar dalam mendorong performa penjualan sejak hari pertama.

Persiapan itu meliputi kurasi dan seleksi produk, coaching clinic tentang branding, packaging, dan storytelling, serta penyesuaian display booth. Seluruh tahapan tersebut dirancang agar produk UMKM tampil lebih kompetitif di hadapan pembeli potensial.

Fadjar menyampaikan capaian transaksi awal ini menjadi bukti bahwa UMKM binaan mampu memanfaatkan momentum pameran secara optimal. Ia menilai hasil tersebut juga menunjukkan bahwa kualitas produk lokal semakin mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kainnesia Cetak Pesanan Besar

Salah satu pencapaian paling menonjol datang dari Kainnesia milik Nur Salam asal Umbulharjo, Yogyakarta. Baru sehari pameran dibuka, usaha ini langsung mengantongi pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta.

Pesanan tersebut datang dari perusahaan pelayaran dan sejumlah kementerian yang tertarik pada produk yang ditampilkan. Capaian ini memperlihatkan bahwa produk UMKM dapat memenuhi kebutuhan korporasi maupun instansi pemerintah.

Keberhasilan Kainnesia juga menjadi contoh bahwa pameran seperti Inacraft dapat mempertemukan produsen lokal dengan pembeli bernilai besar. Dalam konteks bisnis, peluang seperti ini memberi dampak langsung terhadap peningkatan omzet dan perluasan jaringan usaha.

Smart Batik Dapat Sorotan

UMKM lain yang mencatat kinerja kuat adalah Smart Batik, atau CV Smart Batik Indonesia, milik Miftahudin Nur Insan dari Yogyakarta. Produk yang dibawa mencakup kain batik, fesyen batik, hingga payung batik ramah lingkungan berbahan Batik Sawit.

Produk unggulan tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan digunakan sejumlah menteri serta artis nasional pada ajang Anugerah Komedi Indonesia 2025. Pengakuan itu memperkuat posisi Smart Batik sebagai pelaku usaha kreatif yang konsisten membangun citra produk.

Pada hari pertama Inacraft, Smart Batik membukukan transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan Kain Batik Sawit dan Payung Batik. Miftahudin menyebut partisipasi bersama Pertamina tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang jaringan baru dengan buyer domestik dan internasional.

Booth Youthpreneur Jadi Magnet

Dalam pameran ini, 32 UMKM binaan Pertamina tersebar di sejumlah lokasi sesuai kategori produk. Sebanyak 18 UMKM wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A, sementara 6 UMKM makanan dan minuman berada di Talam Hall B.

Selain itu, ada 7 UMKM co-branding yang membeli booth mandiri di area pameran. Penempatan yang beragam ini memberi ruang lebih luas bagi pengunjung untuk mengenali variasi produk yang dibawa para pelaku usaha binaan.

Pertamina mengusung konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future yang dilengkapi display produk, penjualan, business matching dengan buyer, dan aktivasi digital. Konsep tersebut dirancang untuk menarik pengunjung sekaligus memperkuat interaksi bisnis di dalam pameran.

Dukungan Pertamina untuk UMKM

Fadjar menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang dijalankan secara rutin. Program ini diarahkan agar pelaku usaha binaan memperoleh akses pasar, peningkatan kapasitas, dan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut juga sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya poin ketiga. Poin itu menekankan pentingnya peningkatan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif.

Dengan hasil transaksi yang tinggi pada hari pertama, partisipasi UMKM binaan Pertamina di Inacraft Oktober 2025 menunjukkan sinyal positif bagi sektor usaha kecil. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa produk lokal memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar nasional maupun internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!