UMKM Binaan Pertamina Raih Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 10:52 WIB 7
UMKM Binaan Pertamina Raih Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft

Hari pertama pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft Oktober 2025, langsung menjadi momentum penting bagi 32 UMKM binaan Pertamina. Dalam satu hari, total transaksi penjualan yang dibukukan menembus lebih dari Rp1,2 miliar.

Pameran yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 1-5 Oktober 2025 itu menjadi ajang pertemuan pelaku usaha dengan pembeli ritel dan calon buyer internasional. Pertamina menilai capaian tersebut menunjukkan kesiapan UMKM binaannya dalam memanfaatkan panggung promosi berskala besar.

UMKM Pertamina Raih Hasil

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut para UMKM binaan telah melalui rangkaian persiapan sebelum tampil di Inacraft. Proses itu meliputi kurasi, seleksi, hingga coaching clinic mengenai branding, packaging, dan storytelling. Mereka juga mendapat pendampingan dalam menyiapkan display booth agar lebih menarik bagi pengunjung.

Menurut Fadjar, hasil transaksi hari pertama menggambarkan kegigihan para pelaku usaha dalam mempersiapkan produk mereka. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada pendampingan administratif. Persiapan yang matang turut mendorong produk UMKM lebih kompetitif di ruang pamer yang ramai.

Fadjar menyampaikan keterangan tersebut pada Kamis, 2 Oktober 2025. Ia menegaskan bahwa pencapaian awal di Inacraft menunjukkan potensi besar UMKM binaan untuk terus berkembang. Pertamina, kata dia, akan terus memberi dukungan agar produk lokal mampu memperluas pasar.

Pesanan Besar Dari Buyer

Salah satu pencapaian menonjol datang dari Kainnesia milik Nur Salam asal Umbulharjo, Yogyakarta. Baru sehari pameran dibuka, usaha ini langsung mengantongi pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta. Pembeli berasal dari perusahaan pelayaran dan sejumlah kementerian.

Transaksi tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM dapat diterima oleh pasar institusi dengan nilai pembelian yang signifikan. Kainnesia memanfaatkan ajang pameran untuk memperluas jaringan bisnis dan memperkuat kepercayaan pembeli. Momentum ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan di luar pameran.

Bagi pelaku usaha, pencapaian pada hari pertama menjadi modal penting untuk menjaga minat pasar hingga pameran berakhir. Kehadiran buyer korporasi dan pemerintah memberi sinyal bahwa produk lokal memiliki daya saing tinggi. Hal itu sekaligus memperlihatkan peran pameran sebagai ruang transaksi yang nyata.

Smart Batik Tembus Pasar

Smart Batik atau CV Smart Batik Indonesia milik Miftahudin Nur Insan dari Yogyakarta juga mencatat hasil positif. UMKM ini menampilkan kain batik, fesyen batik, hingga payung batik ramah lingkungan berbahan Batik Sawit. Produk unggulannya bahkan pernah dikenalkan ke Presiden RI Prabowo Subianto.

Selain itu, sejumlah produk Smart Batik juga telah digunakan menteri dan artis nasional pada panggung Anugerah Komedi Indonesia 2025. Pada hari pertama Inacraft, usaha ini membukukan transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan Kain Batik Sawit dan Payung Batik. Capaian tersebut memperkuat posisi Smart Batik di segmen produk kreatif ramah lingkungan.

Miftahudin mengatakan keikutsertaan bersama Pertamina memberi dampak besar bagi pengembangan usahanya. Ia menilai pameran ini bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka peluang jaringan baru dengan buyer domestik dan internasional. Ia optimistis Batik Sawit dapat menjadi ikon baru batik ramah lingkungan Indonesia.

Komitmen Pertamina Untuk UMKM

Dalam pameran ini, 32 UMKM binaan Pertamina tersebar di beberapa lokasi sesuai kategori produk. Sebanyak 18 UMKM wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A. Sementara itu, 6 UMKM makanan dan minuman berada di Talam Hall B.

Selain itu, ada 7 UMKM co-branding yang membeli booth mandiri di area pameran. Pertamina juga mengusung konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future untuk memperkuat daya tarik pengunjung. Konsep tersebut dilengkapi display produk, penjualan, business matching, dan aktivasi digital seperti lucky dip serta mobcast.

Fadjar menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang dijalankan secara rutin. Program ini juga sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya poin ketiga yang menekankan peningkatan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, dan industri kreatif. Melalui pembinaan berkelanjutan, Pertamina berharap UMKM dapat naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!