UMKM Binaan Pertamina Raih Kontrak Ekspor Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 12:49 WIB 4
UMKM Binaan Pertamina Raih Kontrak Ekspor Rp87 Miliar

PT Java Criollo Cokelat Indonesia, UMKM binaan Pertamina, mencatat transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar dalam Trade Expo Indonesia 2025. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Being Co Ltd asal Jepang pada 19 Oktober 2025. Momen tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan produk cokelat lokal mampu menembus pasar internasional melalui pameran dagang nasional.

Penandatanganan dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda, disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman. Pertamina menilai capaian ini menjadi bukti bahwa UMKM binaannya memiliki daya saing tinggi di pasar global. Perusahaan juga mendorong 44 UMKM lain yang ikut dalam TEI 2025 untuk menjajaki kerja sama serupa dengan pembeli internasional.

Ekspor UMKM Binaan Pertamina

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut kerja sama tersebut mencerminkan kualitas UMKM lokal yang semakin diakui dunia. Menurut dia, pencapaian Java Criollo menjadi contoh bahwa produk Indonesia mampu bersaing secara nilai, mutu, dan keberlanjutan. Ia menambahkan, peluang ekspor seperti ini perlu terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak pelaku usaha kecil.

Fadjar menegaskan Pertamina ingin menjadikan TEI 2025 sebagai ruang temu bisnis yang konkret bagi para UMKM binaannya. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kehadiran buyer internasional untuk membuka kontrak dagang baru. Dengan begitu, pameran tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menghasilkan transaksi nyata.

Dalam kegiatan itu, Pertamina membawa 45 UMKM, termasuk Java Criollo, untuk memamerkan produk unggulan mereka. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki posisi penting dalam penguatan ekspor nasional. Dukungan korporasi dinilai menjadi salah satu kunci agar UMKM dapat naik kelas dan memasuki pasar luar negeri.

Java Criollo menjadi salah satu contoh UMKM yang berhasil mengubah keikutsertaan pameran menjadi peluang bisnis berskala besar. Produk cokelat yang dibawa perusahaan tersebut menarik perhatian buyer Jepang karena dinilai memiliki karakter kuat. Transaksi yang tercapai menunjukkan bahwa promosi yang tepat dapat membuka pintu ekspor secara lebih cepat.

Minat Buyer Jepang Meningkat

Sakae Noda mengaku tertarik pada kualitas cokelat Indonesia yang diproduksi Java Criollo. Ia menilai bahan baku yang digunakan alami, tanpa pupuk kimia, serta ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Kombinasi itu membuat produk tersebut dinilai kompetitif untuk pasar Jepang.

Menurut Noda, kualitas rasa dan proses produksi menjadi alasan utama ketertarikannya terhadap produk tersebut. Ia menyebut cokelat Indonesia memiliki potensi besar untuk diterima konsumen Jepang karena menawarkan nilai autentik. Harapannya, masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat asal Indonesia secara lebih luas di masa mendatang.

Keterangan dari pihak Jepang itu memperlihatkan bahwa preferensi pasar luar negeri semakin terbuka terhadap produk olahan berbasis bahan alami. Dalam konteks perdagangan global, faktor kualitas, keamanan, dan harga menjadi pertimbangan penting bagi buyer. Java Criollo dinilai mampu memenuhi tiga unsur tersebut secara bersamaan.

Kesepakatan ini juga memperlihatkan bahwa produk UMKM tidak hanya bertumpu pada narasi lokal, tetapi juga pada standar mutu internasional. Dengan reputasi yang tepat, pelaku usaha kecil dapat bersaing dengan produsen dari negara lain. Hal itu menjadi sinyal positif bagi sektor cokelat Indonesia yang sedang tumbuh.

Inge Bangga Tembus Pasar

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, menyampaikan rasa bangga karena produknya diterima di pasar internasional. Ia menjelaskan, awalnya buyer mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan nama perusahaannya. Dari proses itu, kualitas produk menjadi pintu utama menuju kerja sama dagang.

Inge mengatakan pihaknya merasa dipercaya setelah buyer melihat langsung kualitas yang ditawarkan. Ia menilai kerja sama ini bukan hanya kemenangan bagi perusahaan, tetapi juga bagi UMKM Indonesia secara lebih luas. Bagi dirinya, pengakuan dari pasar luar negeri menjadi validasi atas kerja keras selama ini.

Ia menuturkan bahwa cita rasa dan nilai yang dibawa Java Criollo akhirnya menemukan tempat di pasar internasional. Kesepakatan dengan Being Co Ltd menjadi bukti bahwa produk lokal dapat diterima tanpa harus kehilangan identitasnya. Menurut dia, capaian tersebut layak dijadikan contoh bagi pelaku usaha lain yang ingin menembus pasar ekspor.

Inge juga menilai keberhasilan itu sebagai langkah awal untuk membangun hubungan bisnis jangka panjang. Dengan dukungan promosi, kualitas, dan konsistensi produksi, peluang ekspor dapat terus berkembang. Ia berharap kerja sama ini menjadi pembuka bagi kontrak dagang berikutnya.

Peluang Baru Bagi UMKM

Keberhasilan Java Criollo memberi gambaran bahwa UMKM Indonesia memiliki peluang besar di pasar global. Pameran dagang seperti TEI 2025 menjadi sarana penting untuk mempertemukan produsen lokal dengan pembeli dari berbagai negara. Ketika kualitas produk sesuai kebutuhan pasar, transaksi ekspor dapat tercipta secara langsung.

Pertamina menilai pencapaian ini seharusnya menjadi pemantik bagi UMKM lain untuk meningkatkan standar produksi. Akses ke pasar internasional menuntut kesiapan dari sisi mutu, kemasan, kapasitas, dan kesinambungan pasokan. Karena itu, pendampingan yang konsisten menjadi faktor penting dalam proses ekspansi.

Di tengah persaingan global, produk berbasis komoditas unggulan Indonesia tetap memiliki daya tarik tersendiri. Cokelat menjadi salah satu contoh produk olahan yang bisa menambah nilai ekonomi dari bahan baku dalam negeri. Jika dikelola dengan strategi yang tepat, komoditas tersebut dapat menghasilkan nilai ekspor yang lebih tinggi.

Transaksi senilai US$ 5,2 juta ini sekaligus menegaskan bahwa UMKM mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Dukungan dari pemerintah, korporasi, dan akses pasar yang terbuka akan menentukan seberapa jauh potensi itu bisa berkembang. Bagi banyak pelaku usaha, capaian Java Criollo menjadi bukti bahwa peluang ekspor bukan lagi sekadar wacana.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!