UMKM Binaan Pertamina Raih Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 16:04 WIB 7
UMKM Binaan Pertamina Raih Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Pertamina kembali mencatat capaian ekspor dari UMKM binaannya melalui PT Java Criollo Cokelat Indonesia dalam Trade Expo Indonesia 2025. Perusahaan produsen kakao dan cokelat itu menandatangani nota kesepahaman dengan Being Co Ltd asal Jepang, dengan nilai transaksi mencapai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda, serta disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman. Kesepakatan tersebut menjadi sinyal bahwa produk UMKM Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global, khususnya di sektor pangan olahan.

Ekspor UMKM Cokelat

Kerja sama ini berawal dari minat buyer Jepang terhadap produk cokelat asal Indonesia yang dinilai memiliki kualitas tinggi. PT Java Criollo Cokelat Indonesia kemudian menjadi mitra yang dipilih setelah produk mereka melalui peninjauan kualitas dan harga.

Transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta itu menunjukkan bahwa produk UMKM tidak hanya mampu masuk pameran dagang internasional, tetapi juga menarik komitmen bisnis nyata. Bagi Pertamina, capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan UMKM dapat menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa kerja sama tersebut memperlihatkan daya saing UMKM lokal di pasar dunia. Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap 44 UMKM lain yang turut serta dalam TEI 2025 juga dapat memperoleh peluang serupa.

Menurut Fadjar, pameran dagang menjadi ruang penting untuk mempertemukan pelaku usaha kecil dan menengah dengan pembeli internasional. Dengan dukungan yang tepat, UMKM dinilai dapat memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan volume ekspor.

Daya Tarik Pasar Jepang

Dari sisi pembeli, Sakae Noda mengaku tertarik pada kualitas cokelat Indonesia yang dihasilkan Java Criollo. Ia menilai produk tersebut memiliki keunggulan dari bahan baku, proses produksi, dan harga yang kompetitif.

Sakae menyebut produknya alami, tanpa pupuk kimia, dan memiliki kualitas yang sangat baik dengan harga terjangkau. Menurut dia, karakter tersebut membuat cokelat Indonesia berpeluang diterima pasar Jepang yang dikenal selektif.

Ia juga berharap masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat buatan Indonesia karena kualitasnya dinilai luar biasa. Ketertarikan itu memperlihatkan bahwa produk pangan Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di negara maju.

Minat buyer Jepang menjadi sinyal positif bagi pelaku UMKM yang ingin menembus pasar ekspor. Dengan standar mutu yang konsisten, peluang kerja sama dengan mitra internasional dinilai akan semakin terbuka.

Kebanggaan Java Criollo

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya mendapat tempat di pasar internasional. Ia menyebut pada awalnya buyer mencari cokelat asal Indonesia dan kemudian menemukan nama perusahaan mereka.

Setelah melihat kualitas produk, pihak buyer memutuskan untuk menjalin kerja sama. Inge menilai kepercayaan tersebut lahir dari konsistensi mutu dan karakter cita rasa yang dibangun sejak awal.

Menurut Inge, capaian ini bukan hanya penting bagi perusahaannya, tetapi juga bagi UMKM Indonesia secara keseluruhan. Ia berharap keberhasilan tersebut bisa menjadi contoh bahwa produk lokal mampu diterima di pasar global.

Inge menambahkan bahwa kerja sama ekspor ini merupakan langkah penting bagi perkembangan usaha yang ia rintis. Dengan dukungan pembinaan dan akses pasar yang tepat, UMKM disebut dapat naik kelas dan bersaing secara internasional.

Langkah Pertamina Berikutnya

Pertamina membawa total 45 UMKM binaan ke Trade Expo Indonesia 2025 untuk membuka peluang bisnis dengan buyer dari berbagai negara. Java Criollo menjadi salah satu peserta yang berhasil mencatat hasil paling konkret dalam ajang tersebut.

Kehadiran puluhan UMKM dalam pameran dagang itu menunjukkan strategi Pertamina untuk memperluas pasar produk lokal. Fokusnya tidak hanya pada promosi, tetapi juga pada penciptaan transaksi dan kerja sama jangka panjang.

Keberhasilan Java Criollo dinilai dapat memacu UMKM lain agar lebih siap menghadapi standar pembeli internasional. Persiapan kualitas produk, kemasan, hingga kontinuitas pasokan menjadi faktor penting dalam menembus pasar ekspor.

Jika peluang seperti ini terus berlanjut, UMKM binaan BUMN berpotensi memberi kontribusi lebih besar terhadap ekspor nasional. Capaian di TEI 2025 pun mempertegas bahwa produk Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!