XLSmart Siap Agresif Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi BRH 02 Juni 2026 03:19 WIB 2
XLSmart Siap Agresif Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menegaskan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang disiapkan Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini diambil untuk mempercepat perluasan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia. Perseroan menilai kedua pita frekuensi tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan tetap memandang investasi spektrum sebagai kebutuhan jangka panjang.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyampaikan bahwa perusahaan ingin menguasai kedua spektrum tersebut. Ia mengatakan lelang diharapkan berjalan lancar dan sesuai rencana pemerintah. Pernyataan itu disampaikan di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Menurutnya, proses yang cepat akan membantu implementasi 5G dinikmati masyarakat lebih luas pada tahun ini.

Lelang Frekuensi 5G

Merza menilai proses lelang sebaiknya dibuat lebih sederhana dan efisien. Ia melihat peserta lelang hanya terdiri dari tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Karena itu, ia berharap tidak ada tahapan yang terlalu berbeda dari lelang sebelumnya. Bagi XLSmart, kecepatan proses menjadi faktor penting agar investasi jaringan tidak tertunda.

Perusahaan menilai frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki peran yang saling melengkapi. Pita 700 MHz cocok untuk memperluas jangkauan sinyal hingga wilayah suburban dan pedesaan. Sementara itu, 2,6 GHz dinilai mampu menyediakan kapasitas besar untuk trafik data tinggi di kota besar. Kombinasi keduanya disebut dapat mempercepat pemerataan kualitas layanan 5G nasional.

Dalam pandangan perusahaan, adopsi 5G tidak cukup hanya bergantung pada pembangunan menara. Ketersediaan spektrum yang tepat menjadi fondasi utama agar jaringan mampu bekerja optimal. Oleh sebab itu, lelang frekuensi dipandang sebagai agenda strategis yang tidak bisa ditunda. XLSmart berharap keputusan pemerintah dapat memberi kepastian bagi industri telekomunikasi.

Merza juga menegaskan bahwa persaingan dalam lelang tidak boleh menghambat agenda pemerataan jaringan. Ia menilai industri membutuhkan kepastian agar operator bisa segera menyiapkan rencana bisnis dan teknis. Jika proses berjalan efisien, maka masyarakat dapat lebih cepat merasakan manfaat 5G. Hal itu menjadi salah satu alasan XLSmart bersikap agresif dalam mengikuti lelang.

Spektrum Untuk Pemerataan

Frekuensi 700 MHz dikenal memiliki karakteristik cakupan yang luas. Pita ini mampu menembus bangunan lebih baik dibandingkan frekuensi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut membuatnya ideal untuk menjangkau wilayah yang selama ini sulit memperoleh sinyal kuat. XLSmart menilai karakter itu penting untuk memperluas akses digital di luar pusat kota.

Di sisi lain, pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas besar untuk mendukung kebutuhan data yang terus meningkat. Frekuensi ini dinilai cocok untuk kawasan perkotaan dengan lalu lintas internet padat. Pengguna di area tersebut umumnya membutuhkan kecepatan dan stabilitas tinggi. Karena itu, 2,6 GHz dipandang penting untuk menjaga kualitas pengalaman pelanggan.

Kedua spektrum itu juga dinilai akan membantu operator meningkatkan efisiensi jaringan. Dengan cakupan yang lebih luas dan kapasitas yang lebih besar, beban jaringan dapat dibagi lebih baik. Hal ini diharapkan mendukung perluasan layanan tanpa mengorbankan kualitas koneksi. Bagi XLSmart, strategi spektrum menjadi bagian penting dari transformasi jaringan.

Pemerataan 5G dipandang bukan hanya soal teknologi, tetapi juga pemerataan kesempatan ekonomi. Akses internet yang lebih baik dapat mendukung produktivitas, pendidikan, dan layanan digital di berbagai daerah. Karena itu, lelang frekuensi tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga pada masyarakat luas. XLSmart menempatkan agenda tersebut sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang.

Kondisi Keuangan XLSmart

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perseroan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara dan tidak mencerminkan arah bisnis jangka panjang. Kerugian tersebut terutama dipicu biaya integrasi jaringan pascamerger. Selain itu, perusahaan juga menanggung percepatan depresiasi perangkat lama.

Antony menjelaskan bahwa biaya tersebut tergolong one time atau tidak berulang. Perusahaan perlu menyesuaikan sejumlah perangkat jaringan lama milik XL yang tidak lagi digunakan setelah merger dengan Smartfren. Langkah itu dilakukan agar struktur aset dan jaringan menjadi lebih efisien. Dalam pandangannya, beban tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi yang wajar.

Meski mencatat kerugian, manajemen tetap menyampaikan optimisme terhadap prospek bisnis. XLSmart menilai penguatan jaringan dan penataan aset akan mendukung kinerja pada periode berikutnya. Perusahaan juga melihat kebutuhan data masyarakat masih terus tumbuh. Kondisi itu menjadi alasan perseroan tetap menjaga investasi strategis.

Antony menegaskan bahwa pendanaan untuk mengikuti lelang frekuensi akan berasal dari kas operasional perusahaan. Ia memastikan perseroan tetap akan ikut dalam proses tersebut. Dengan begitu, XLSmart menunjukkan kesiapan finansial untuk bersaing mendapatkan spektrum strategis. Perusahaan berharap langkah itu akan memperkuat posisi di pasar telekomunikasi nasional.

Strategi Jaringan Ke Depan

Kehadiran spektrum baru dipandang akan memperkuat fondasi ekspansi jaringan XLSmart. Perusahaan ingin memastikan cakupan layanan 5G tidak hanya terkonsentrasi di kota besar. Dengan dukungan frekuensi yang tepat, perluasan layanan dapat dilakukan lebih terarah. Strategi ini diharapkan memberikan hasil yang terasa bagi pelanggan di berbagai wilayah.

Operator seluler juga menghadapi kebutuhan investasi yang semakin besar untuk menjaga kualitas jaringan. Dalam situasi itu, efisiensi penggunaan spektrum menjadi sangat penting. XLSmart menilai lelang frekuensi memberi peluang untuk mengamankan aset jangka panjang yang bernilai strategis. Langkah tersebut sekaligus menjadi penentu daya saing perusahaan di era 5G.

Di pasar telekomunikasi, kepastian regulasi kerap menjadi faktor penentu keberhasilan ekspansi. Karena itu, perusahaan berharap proses lelang dapat berlangsung transparan dan sesuai jadwal. Jika tahapan berjalan lancar, operator bisa segera menyesuaikan rencana pembangunan jaringan. Hal ini juga dapat mempercepat manfaat ekonomi digital di tingkat nasional.

Dengan sikap agresif dalam mengikuti lelang, XLSmart menunjukkan ambisi besar untuk memperkuat posisi bisnisnya. Perusahaan menempatkan pengembangan 5G sebagai prioritas utama di tengah perubahan industri yang cepat. Kombinasi antara kesiapan finansial, integrasi jaringan, dan kepemilikan spektrum baru menjadi kunci strategi ke depan. Pada akhirnya, perseroan berharap pemerataan layanan digital bisa segera dirasakan masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!