UMKM Binaan Pertamina Raih Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 17:17 WIB 2
UMKM Binaan Pertamina Raih Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Pertamina melalui UMKM binaannya, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, membukukan transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar dalam Trade Expo Indonesia 2025. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama Being Co Ltd asal Jepang, di hadapan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman.

Kerja sama tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan produk cokelat Indonesia mampu menarik minat buyer internasional. Pertamina menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa UMKM lokal memiliki daya saing di pasar global.

Ekspor Cokelat UMKM Menguat

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, bersama perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda. Prosesi itu berlangsung dalam rangkaian Trade Expo Indonesia 2025 yang mempertemukan pelaku usaha nasional dengan pembeli dari berbagai negara.

Nilai transaksi yang disepakati mencapai US$ 5,2 juta, setara sekitar Rp87 miliar. Angka tersebut menjadi capaian penting bagi UMKM binaan Pertamina di sektor kakao dan cokelat.

Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, menegaskan kerja sama ini menunjukkan UMKM lokal bisa bersaing secara internasional. Menurut dia, peluang seperti ini perlu terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil dan menengah.

Ia juga berharap 44 UMKM lain yang dibawa Pertamina ke TEI 2025 dapat menjajaki kemitraan serupa. Dengan begitu, manfaat pameran dagang tidak berhenti pada satu transaksi, melainkan meluas ke lebih banyak pelaku usaha.

Minat Jepang Pada Cokelat

Sakae Noda mengatakan dirinya tertarik dengan kualitas cokelat asal Indonesia yang ditawarkan Java Criollo. Ia menilai produk tersebut unggul dari sisi bahan baku dan harga yang masih terjangkau.

Menurut Noda, cokelat yang diproduksi Java Criollo memiliki karakter alami dan tidak menggunakan pupuk kimia. Hal itu menjadi salah satu alasan kuat yang mendorong ketertarikan buyer Jepang untuk menjalin kerja sama.

Ia berharap masyarakat Jepang dapat menikmati produk cokelat Indonesia dengan kualitas yang dinilai sangat baik. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya peluang pasar yang terbuka lebar bagi komoditas olahan Indonesia.

Ketertarikan pasar Jepang menegaskan bahwa standar mutu menjadi faktor utama dalam perdagangan lintas negara. Dalam konteks ini, produk UMKM Indonesia dinilai mampu memenuhi ekspektasi pembeli internasional.

Bangga Menembus Pasar Global

Inge Oktavia Arina mengaku bangga karena produknya diterima dalam pasar internasional. Menurut dia, kesempatan ini menjadi buah dari proses panjang yang diawali dari pencarian buyer atas cokelat asal Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa pihak pembeli awalnya menemukan nama Java Criollo saat mencari produsen cokelat Indonesia. Setelah menilai kualitas produk, buyer kemudian memutuskan untuk melanjutkan kerja sama.

Inge menilai pencapaian tersebut bukan hanya kemenangan bagi perusahaannya, tetapi juga bagi UMKM Indonesia. Ia menyebut penerimaan pasar global sebagai bukti bahwa produk lokal punya nilai dan cita rasa yang dapat diandalkan.

Baginya, transaksi ini menjadi langkah penting untuk memperluas jejak bisnis ke luar negeri. Keberhasilan itu juga memperkuat posisi cokelat Indonesia di tengah persaingan produk sejenis dari negara lain.

Peluang Bagi UMKM Lain

Kehadiran 44 UMKM binaan Pertamina di TEI 2025 membuka ruang lebih luas untuk menjajaki kerja sama dagang. Pameran ini menjadi ajang pertemuan langsung antara pelaku usaha lokal dan buyer internasional.

Pertamina menempatkan partisipasi UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing produk nasional. Melalui interaksi di pameran dagang, pelaku usaha dapat memahami kebutuhan pasar sekaligus menyesuaikan standar produksi.

Capaian Java Criollo memberi contoh konkret bahwa UMKM dapat menembus pasar ekspor jika memiliki kualitas yang konsisten. Selain itu, dukungan pendampingan dan akses promosi juga menjadi faktor penentu dalam membuka peluang baru.

Dengan transaksi bernilai besar ini, TEI 2025 kembali menunjukkan perannya sebagai pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar global. Ke depan, keberhasilan serupa diharapkan dapat diraih lebih banyak UMKM dari berbagai sektor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!