UMKM Binaan Pertamina Catat Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 01:52 WIB 2
UMKM Binaan Pertamina Catat Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft

Hari pertama Inacraft Oktober 2025 di Jakarta Convention Center, Jakarta, langsung menjadi panggung positif bagi 32 UMKM binaan Pertamina. Dalam sehari, para pelaku usaha tersebut membukukan transaksi penjualan lebih dari Rp1,2 miliar, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Ajang yang berlangsung pada 1-5 Oktober 2025 ini mempertemukan UMKM dengan pembeli ritel, buyer korporasi, hingga calon mitra internasional. Capaian tersebut menunjukkan bahwa persiapan yang matang dapat berbuah pada peningkatan penjualan sejak hari pertama pameran.

UMKM Pertamina Tampil Kuat

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan para UMKM binaan telah melalui proses kurasi dan seleksi sebelum tampil di Inacraft. Mereka juga mendapatkan coaching clinic mengenai branding, packaging, storytelling, hingga persiapan display booth.

Menurut Fadjar, rangkaian pembekalan itu dirancang agar produk UMKM siap bersaing di etalase pameran berskala besar. Hasilnya terlihat dari capaian transaksi yang langsung tercatat sejak hari pertama penyelenggaraan.

Ia menegaskan bahwa performa tersebut mencerminkan kegigihan para pelaku usaha dalam menyiapkan produk mereka. Dengan bekal yang kuat, UMKM binaan Pertamina mampu memanfaatkan momentum pameran secara optimal.

Pesanan Besar Mengalir

Salah satu pencapaian terbesar dibukukan Kainnesia milik Nur Salam dari Umbulharjo, Yogyakarta. Baru sehari pameran dibuka, usaha ini mengantongi pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta.

Pesanan tersebut datang dari perusahaan pelayaran serta sejumlah kementerian. Capaian itu memperlihatkan bahwa produk UMKM lokal mampu menjangkau pasar korporasi dan instansi pemerintah.

Di tengah persaingan pameran yang ketat, Kainnesia berhasil menarik minat pembeli lewat kekuatan produk dan kesiapan presentasi. Hal ini menjadi bukti bahwa promosi yang tepat dapat mempercepat konversi penjualan.

Batik Sawit Makin Dilirik

Smart Batik, atau CV Smart Batik Indonesia milik Miftahudin Nur Insan asal Yogyakarta, juga mencatat hasil positif di ajang ini. UMKM tersebut membawa kain batik, fesyen batik, hingga payung batik ramah lingkungan berbahan Batik Sawit.

Produk unggulan Smart Batik bahkan sudah dikenalkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Sejumlah produk juga sempat dipakai menteri dan artis nasional dalam panggung Anugerah Komedi Indonesia 2025.

Pada hari pertama Inacraft, Smart Batik membukukan transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan Kain Batik Sawit dan Payung Batik. Miftahudin menilai keikutsertaan bersama Pertamina membuka peluang jaringan baru dengan buyer domestik dan internasional.

Dampak Bagi UMKM Binaan

Dalam pameran ini, 32 UMKM binaan Pertamina tersebar di beberapa lokasi sesuai kategorinya. Sebanyak 18 UMKM wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A, sementara 6 UMKM makanan dan minuman berada di Talam Hall B.

Selain itu, ada 7 UMKM co-branding yang membeli booth mandiri di area pameran. Penempatan tersebut memberi ruang lebih luas bagi para pelaku usaha untuk menampilkan karakter produk masing-masing.

Pertamina juga mengusung konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future dengan display produk, penjualan, business matching, dan aktivasi digital. Fadjar menambahkan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang sejalan dengan visi Asta Cita.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!