UMKM Binaan Pertamina Catat Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 13:26 WIB 10
UMKM Binaan Pertamina Catat Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

PT Java Criollo Cokelat Indonesia, UMKM binaan Pertamina, mencatat transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar dalam ajang Trade Expo Indonesia 2025. Kesepakatan itu diteken bersama perusahaan asal Jepang, Being Co Ltd, melalui penandatanganan nota kesepahaman di hadapan Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman.

Transaksi tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa produk olahan kakao lokal mampu bersaing di pasar internasional. Pertamina menilai capaian ini dapat menjadi pemantik bagi puluhan UMKM binaan lainnya untuk menjalin kerja sama serupa dengan pembeli dari luar negeri.

UMKM dan ekspor cokelat

Kerja sama antara Java Criollo dan Being Co Ltd menandai langkah penting bagi UMKM Indonesia yang ingin menembus pasar global. Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan capaian itu membuktikan UMKM lokal memiliki daya saing yang kuat. Ia menilai kualitas produk, konsistensi, dan keberanian pelaku usaha menjadi faktor yang membuat pembeli internasional tertarik.

Fadjar juga berharap 44 UMKM binaan Pertamina lainnya yang ikut serta dalam TEI 2025 dapat memanfaatkan momentum serupa. Menurut dia, pameran dagang semacam ini menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring ekspor dan memperkuat transaksi lintas negara.

Ketertarikan buyer Jepang

Dari pihak Jepang, Sakae Noda menyampaikan ketertarikannya pada kualitas cokelat asal Indonesia. Ia menilai produk Java Criollo unggul karena dibuat dari bahan alami, tanpa pupuk kimia, serta ditawarkan dengan harga yang kompetitif.

Noda menyebut kualitas produk menjadi alasan utama ketertarikan Being Co Ltd untuk menjalin kemitraan. Ia juga berharap masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat Indonesia yang menurutnya memiliki cita rasa dan karakter yang kuat.

Apresiasi dari buyer Jepang ini menjadi sinyal positif bagi produsen kakao lokal. Pengakuan pasar internasional kerap menjadi pintu masuk penting untuk memperluas distribusi dan meningkatkan nilai tambah produk olahan.

Bangga menembus pasar global

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya diterima di pasar internasional. Ia mengatakan kesempatan ini datang setelah buyer Jepang mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan perusahaannya.

Menurut Inge, kepercayaan itu muncul setelah pihak buyer menilai kualitas produk yang ditawarkan. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya pencapaian perusahaan, tetapi juga bukti bahwa UMKM Indonesia mampu tampil di pasar global.

Inge menambahkan bahwa nilai dan cita rasa yang dibawa Java Criollo akhirnya mendapat tempat di mata pembeli asing. Baginya, kesepakatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi UMKM Indonesia dalam rantai perdagangan internasional.

TEI 2025 dan peluang baru

Selain Java Criollo, Pertamina membawa 44 UMKM lain untuk mengikuti TEI 2025 dan menjajaki peluang kerja sama dengan buyer internasional. Kehadiran mereka menunjukkan upaya konsisten perusahaan dalam mendorong pelaku usaha naik kelas melalui akses pasar yang lebih luas.

Pameran dagang tersebut menjadi panggung penting bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan kepada pembeli dari berbagai negara. Dengan dukungan pendampingan dan promosi yang tepat, peluang kontrak dagang dinilai semakin terbuka.

Capaian Java Criollo di TEI 2025 memperlihatkan bahwa produk lokal dapat bersaing jika memiliki kualitas, cerita merek, dan kesiapan pasar yang baik. Keberhasilan ini juga memberi sinyal bahwa ekspor UMKM masih memiliki ruang tumbuh yang besar di tengah meningkatnya minat buyer global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!