UMKM Binaan Pertamina Catat Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 15:05 WIB 6
UMKM Binaan Pertamina Catat Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Pertamina mencatat capaian ekspor signifikan melalui salah satu UMKM binaannya, PT Java Criollo Cokelat Indonesia, dalam ajang Trade Expo Indonesia 2025 pada 19 Oktober 2025. Perusahaan tersebut meneken nota kesepahaman dengan Being Co Ltd asal Jepang dengan nilai transaksi mencapai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda, serta disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman. Pertamina menilai kesepakatan itu menjadi bukti bahwa produk UMKM lokal mampu bersaing di pasar internasional melalui kualitas dan daya saing harga.

Ekspor UMKM Cokelat Pertamina

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan kerja sama tersebut menunjukkan kapasitas UMKM binaan untuk masuk ke pasar global. Ia menilai keberhasilan Java Criollo menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang tengah mencari buyer luar negeri.

Menurut Fadjar, nilai transaksi ekspor yang dicapai Java Criollo memperlihatkan bahwa produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk dari negara lain. Ia menambahkan, kualitas produk, konsistensi produksi, dan kesiapan memenuhi permintaan pasar menjadi faktor penting dalam kesepakatan ini.

Pertamina berharap capaian serupa dapat diikuti oleh UMKM lain yang hadir dalam TEI 2025. Perusahaan pelat merah itu membawa 44 UMKM binaan untuk menjajaki peluang kerja sama dengan pembeli internasional.

Fadjar menyebut pameran dagang tersebut menjadi ruang strategis untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil. Dengan mempertemukan produsen dan buyer dari berbagai negara, ajang ini dinilai mampu membuka jalur ekspor yang lebih berkelanjutan.

Minat Buyer Jepang Meningkat

Sakae Noda mengatakan dirinya tertarik pada kualitas cokelat asal Indonesia yang diproduksi Java Criollo. Ia menilai produk tersebut unggul karena menggunakan bahan alami dan ditawarkan dengan harga yang kompetitif.

Menurut Sakae, proses produksi yang tidak menggunakan pupuk kimia menjadi nilai tambah tersendiri bagi produk tersebut. Ia menilai karakter itu sesuai dengan preferensi konsumen Jepang yang semakin memperhatikan kualitas dan asal bahan baku.

Sakae juga menyampaikan harapan agar masyarakat Jepang dapat menikmati cokelat Indonesia yang dinilainya memiliki cita rasa luar biasa. Baginya, kombinasi antara kualitas dan harga terjangkau menjadi alasan kuat untuk menjalin kerja sama.

Ketertarikan buyer Jepang ini memperlihatkan bahwa pasar global memberi perhatian pada produk olahan kakao Indonesia. Dalam konteks ekspor, faktor mutu dan cerita asal produk kerap menjadi daya tarik tambahan bagi pembeli luar negeri.

Java Criollo Raih Kepercayaan

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya dapat diterima di pasar internasional. Ia mengatakan awalnya buyer mencari cokelat asal Indonesia dan menemukan perusahaan yang ia dirikan.

Setelah menilai kualitas produk, pihak buyer akhirnya memutuskan untuk menjalin kerja sama. Inge menyebut proses itu menjadi bukti bahwa konsistensi mutu dapat membuka peluang ekspor yang lebih besar.

Inge menilai kepercayaan yang diberikan oleh buyer Jepang tidak hanya penting bagi perusahaannya, tetapi juga bagi UMKM Indonesia secara umum. Ia mengatakan pencapaian tersebut membuktikan bahwa produk lokal mampu memenuhi standar pasar global.

Ia berharap kerja sama ini menjadi langkah awal bagi perluasan pasar Java Criollo ke negara lain. Dengan pengalaman di TEI 2025, perusahaan tersebut dinilai memiliki modal lebih kuat untuk memperluas jaringan bisnis internasional.

Peluang UMKM Ke Pasar Dunia

Keberhasilan Java Criollo menandatangani MoU dengan buyer Jepang menjadi contoh konkret bagaimana UMKM dapat memanfaatkan pameran dagang sebagai pintu ekspor. Ajang seperti TEI 2025 menyediakan ruang pertemuan langsung antara produsen lokal dan pembeli mancanegara.

Pertamina menilai kesempatan itu penting untuk memperkuat ekosistem UMKM binaan agar lebih siap menghadapi persaingan global. Dukungan pada kualitas produk, kemasan, dan kesiapan produksi menjadi bagian dari strategi agar pelaku usaha dapat mempertahankan peluang ekspor.

Transaksi senilai US$ 5,2 juta tersebut juga menegaskan bahwa produk berbasis kakao dari Indonesia memiliki prospek besar di pasar luar negeri. Dengan permintaan yang terus tumbuh, produk cokelat lokal berpotensi menjadi komoditas unggulan baru.

Bagi UMKM lain, capaian Java Criollo memberikan sinyal bahwa penetrasi pasar global bukan hal yang mustahil. Selama kualitas terjaga dan jejaring bisnis diperluas, peluang menembus pasar internasional terbuka semakin lebar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!