Ubi Cream Cheese Viral, Ini Batas Konsumsi yang Disarankan

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 10:13 WIB 2
Ubi Cream Cheese Viral, Ini Batas Konsumsi yang Disarankan

Ubi cream cheese tengah ramai dibicarakan di media sosial karena tampil sebagai camilan kekinian yang dianggap lebih sehat dibanding dessert lain. Namun, di balik popularitasnya, makanan ini tetap perlu dibatasi agar asupan gula, lemak, dan kalori tidak berlebihan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan porsi ubi cream cheese yang masih tergolong wajar berkisar 100-150 gram ubi per sekali makan. Jumlah itu setara dengan satu porsi karbohidrat pengganti nasi, tergantung kebutuhan kalori harian masing-masing orang.

Ubi Cream Cheese dan Porsi Wajar

Menurut dr Tjandraningrum, ubi dapat berfungsi sebagai pengganti nasi jika dikonsumsi dalam porsi yang sesuai. Ia menyebut ukuran 100-150 gram ubi sudah cukup untuk satu kali makan.

Takaran tersebut tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan energi harian seseorang. Jika kebutuhan kalori lebih rendah, porsi ubi juga sebaiknya ikut dikurangi.

Dalam penjelasannya, porsi tersebut bukan berarti dapat dikonsumsi tanpa memperhatikan bahan tambahan. Ubi cream cheese tetap harus dihitung sebagai bagian dari total asupan harian.

Karena itu, konsumen dianjurkan tidak menganggap camilan ini sebagai makanan bebas batas. Pengendalian porsi menjadi kunci agar manfaat ubi tetap sejalan dengan kebutuhan tubuh.

Serat Ubi dan Kekenyangan

Dibandingkan nasi putih, ubi memiliki kandungan serat yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat rasa kenyang dapat bertahan lebih lama setelah dikonsumsi.

Serat juga membantu menahan lonjakan lapar dalam waktu singkat. Hal itu membuat ubi sering dipilih sebagai alternatif sumber karbohidrat yang lebih baik.

Meski demikian, manfaat tersebut bisa menurun jika ubi disajikan dengan topping tinggi gula dan lemak. Kandungan tambahan itu dapat mengubah profil gizinya secara signifikan.

Dengan kata lain, kualitas bahan pelengkap menentukan apakah sajian ini tetap relatif sehat atau justru menjadi tinggi kalori. Pemilihan topping menjadi faktor penting dalam konsumsi sehari-hari.

Cream Cheese Perlu Dibatasi

Dokter Tjandraningrum menilai penggunaan cream cheese tidak boleh berlebihan. Alasannya, bahan tersebut memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi.

Ia menyarankan cream cheese digunakan tipis saja agar rasa tetap terasa tanpa menambah asupan lemak berlebih. Takaran sekitar 20-30 gram masih dinilai dalam batas wajar.

Porsi yang terlalu banyak dapat membuat camilan ini berubah menjadi dessert tinggi energi. Risiko tersebut meningkat bila dikonsumsi bersama bahan lain yang juga kaya lemak.

Karena itu, masyarakat disarankan lebih cermat saat memilih dan menakar topping. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga keseimbangan gizi harian.

Topping Manis Menaikkan Kalori

Selain cream cheese, topping seperti susu kental manis, gula, dan butter juga perlu diperhatikan. Bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan total kalori secara cepat.

Jika dikonsumsi bersamaan, jumlah gula dan lemak dalam satu sajian bisa melonjak tajam. Kondisi ini membuat ubi cream cheese tidak lagi cocok disebut camilan ringan.

Asupan tambahan itu perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian masing-masing individu. Orang dengan kebutuhan energi rendah sebaiknya lebih membatasi porsinya.

Dengan pengaturan yang tepat, ubi cream cheese tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu pola makan. Kuncinya ada pada porsi, frekuensi, dan komposisi topping yang digunakan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!